POTRET
Si Kecil di Pengungsian
TIGA setengah tahun bukanlah waktu yang sebentar. Selama itulah jemaat Ahmadiyah menjadi pengungsi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di tempat itu, lahir bayi-bayi mungil yang menjadi penghibur bagi mereka. Setelah orangtua mereka diusir dan kehilangan harta benda, kehadiran mereka bagai malaikat-malaikat kecil yang diutus Allah untuk menghibur mereka. Tercatat belasan bayi lahir di dua tempat pengungsian, yaitu di gedung Transito Mataram dan daerah Praya. Tangisan, teriakan, dan celoteh mereka kini meramaikan bilik-bilik kain dan ruang-ruang tempat pengungsian. Tempat pengungsian yang dulu selalu diselimuti duka, perlahan ceria.
Entah sampai kapan anak-anak itu akan bertahan di tempat pengungsian. Akankah mereka beranjak remaja dan menjadi dewasa tanpa mengenal kata rumah, selain bilik-bilik sendu tangsi pengungsi? Akankah jiwa mereka berkembang menjadi orang yang merdeka seperti warga negara Indonesia yang lainya? (Foto dan teks oleh Feri Latif).






