Dokter Anita terisak di dekat kandang. Dia menangisi kematian induk orangutan yang ditangkap warga Dusun Babus Salam, Peniraman Sungai Pinyuh, Kalimantan Barat.
Dokter hewan dari International Animal Rescue (IAR) Indonesia ini gagal memasang infus, karena kondisi orangutan sudah sangat lemah akibat dipukuli warga. Induk orangutan ini ditangkap warga saat memasuki ladang, 21 November lalu.
Orangutan terpaksa masuk permukiman warga untuk mencari makan. Habibat pongo pygmaeus di Kalimantan habis dirambah perusahaan pertambangan. Yayasan Titian menyebutkan orangutan liar yang tersisa di hutan Kalimantan Barat hanya 6.675 ekor. (*)
Altar Nabi Konghucu
Tari menahan api, Kalimantan Timur
Menunggu giliran
Tuna rungu bersepeda
Barnas dipasung
Permen cicak
Poster SEA Games XXVI
Patung WR Soepratman
Proses mencetak mie
Siap bertarung
Kirab tumpeng ke Masjid Agung Surakarta
Upacara sesaji
Bersyukur hasil panen
Manusia lumpur
Menyalakan hio
Tegang menjelang khitan
Tetap semangat
One prayer has been erased interrupted in Rancaekek
Ini Nyata Lho
Evakuasi
I Love Toba
Subscribe via RSS or email address: