Hari Buruh Sedunia Demo Buruh di Istana Negara Ricuh
Kurniawan Tri Yunanto
VHRmedia, Jakarta – Aksi memperingati Hari Buruh Sedunia 1 Mei, di depan Istana Negara, ricuh. Polisi sempat memukul sejumlah buruh perempuan yang berada di barisan depan massa.
Kericuhan terjadi, setelah Aliansi Buruh Menggugat membacakan pernyataan sikap, mengkritisi pemerintah yang tidak mendukung kepentingan buruh. Anwar Ma'ruf, Koordinator ABM mengatakan, krisis ekonomi justru disikapi oleh pemerintah dengan mendukung kepentingan pengusaha.
“Mereka bukan pemimpin kami. Pemilu 2009 bukanlah pemilu rakyat,” kata Anwar Ma’ruf, di depan seribuan buruh yang dihadang ratusan personel polisi, Jumat (1/5).
Menurut Anwar Ma’ruf, siapapun pemenang dalam Pemilu 2009, tidak akan berpihak pada rakyat. Dia mendesak masyarakat melakukan reforma agraria, sebagai solusi keluar dari krisis.
Nining Elitos, Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia, mempertanyakan sikap polisi yang tidak konsisten. Menurut dia, Mabes Polri sebelumnya menyilakan buruh menggelar aksi di depan Istana Negara. “Kita justru dihadang dan dihadapkan dengan aparat, senjata, dan kawat berduri. Ini bentuk sikap polisi yang tidak konsisten,” ujar Nining.
Beberapa saat kemudian, tiba-tiba polisi menyerang massa buruh. Buruh perempuan yang berada di barisan paling depan, langsung dipukul. Penjagaan yang semula dilakukan personel polisi wanita, kemudian diambil alih oleh personel polisi pria. (E1)
Berikan Komentar Anda
Terkini
Pansus BUMD Jabar Akan Minta Keterangan KPK & BPK
VHRmedia, Bandung – Panitia Khusus DPRD Jabar untuk kasus BUMD akan meminta keterangan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan, terkait dugaan setoran Bank Jabar Banten kepada kepala daerah. Tujuh 7 Bank Pembangunan Daerah diduga menyetorkan uang ke sejumlah kepala daerah senilai Rp 148 miliar.



