Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Jawa Timur Akan Hapus SKTM
VHRmedia, Surabaya – Dinas Kesehatan Jawa Timur akan menghapus penggunaan surat keterangan tidak mampu (SKTM) untuk berobat. Penggunaan SKTM dinilai banyak diselewengkan dan salah sasaran.
Kepala Dinas Kesehatan Jatim Pawik Suprihadi mengatakan, banyak warga berstatus ekonomi mampu berpura-pura miskin agar menerima SKTM dan mendapatkan keringanan biaya berobat. “Kami akan menghapus SKTM,” kata Pawik Suprihadi, Kamis (11/11).
Dinas Kesehatan Jatim akan menghapus penggunaan SKTM secara bertahap, sambil menunggu pembaruan data warga miskin dari Badan Pusat Statistik (BPS). Para pemegang SKTM untuk sementara akan diberi kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat. Pawik Suprihadi memperkirakan 10,7 juta warga miskin akan menerima bantuan Jamkesmas tahun 2010.
Anggota Komisi E DPRD Jatim Saleh Ismail Mukadar menolak rencana penghapusan penggunaan SKTM. Menurut dia, pemerintah harus membenahi data warga miskin sebelum memutuskan menyalurkan bantuan pelayananan kesehatan melalui Jamkesmas dan Jamkesda.
Dinas Kesehatan Jatim akan menghapus penggunaan SKTM secara bertahap, sambil menunggu pembaruan data warga miskin dari Badan Pusat Statistik (BPS). Para pemegang SKTM untuk sementara akan diberi kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat. Pawik Suprihadi memperkirakan 10,7 juta warga miskin akan menerima bantuan Jamkesmas tahun 2010.
Anggota Komisi E DPRD Jatim Saleh Ismail Mukadar menolak rencana penghapusan penggunaan SKTM. Menurut dia, pemerintah harus membenahi data warga miskin sebelum memutuskan menyalurkan bantuan pelayananan kesehatan melalui Jamkesmas dan Jamkesda.
Menurut Saleh, Dinkes Jatim harus menindak petugas kelurahan atau RT dan RW yang terbukti memberikan SKTM kepada warga berekonomi mampu. “Selama ini masalahnya kesadaran masyarakat dan instansi terkait. Kalau SKTM dihapus, kasihan mereka yang benar-benar miskin.”
Saleh Ismail Mukadar mendesak rumah sakit memperbaiki sistem birokrasi pelayanan kesehatan, sehingga tidak lagi mendiskriminasi warga miskin yang menggunakan SKTM atau Jamkesmas untuk berobat. (E1)
Saleh Ismail Mukadar mendesak rumah sakit memperbaiki sistem birokrasi pelayanan kesehatan, sehingga tidak lagi mendiskriminasi warga miskin yang menggunakan SKTM atau Jamkesmas untuk berobat. (E1)
Berikan Komentar Anda
Terkini
HTI Minta Dubes Indonesia Cegah Pembakaran Quran

VHRmedia, Bandung – Ribuan aggota Hizbuttahrir Indonesia wilayah Jawa Barat berunjuk rasa di Gedung Sate Bandung, Jumat (3/9). Mereka mengecam tindakan kelompok Dove World Outreach Center di Amerika Serikat yang akan membakar Quran untuk memperingati 9 tahun peristiwa 11 September.




