Pengungsi Sri Lanka Tewas Komnas HAM: Deplu Harus Bertanggung Jawab
VHRmedia, Jakarta - Departemen Luar Negeri harus memfasilitasi permintaan keluarga, agar jenazah Jacobs Samuel Christin dipulangkan ke Sri Lanka. Kasus ini harus menjadi pelajaran pemerintah agar tidak lamban menangani masalah pengungsi dan pencari suaka.
Menurut Nur Kholis, Komisioner Sub Komisi Pemantauan Komnas HAM, kasus kematian Jacobs dapat memperburuk citra Indonesia di mata internasional. Ketika mengunjungi lokasi penahanan di Pelabuhan Indah Kiat, Banten, Komnas HAM merekomendasikan pemerintah agar lebih aktif memperhatikan nasib para pencari suaka.
“Yang paling berwenangan dalam kasus ini Departemen Luar Negeri. Sepengetahuan saya, Deplu belum pernah datang ke lokasi. Kasus ini tidak akan terjadi, jika pemerintah cepat menangani masalah,” kata Nur Kholis, Kamis (24/12).
Dia meminta pemerintah segera menghubungi Kedutaan Besar Sri Lanka di Jakarta, untuk memutuskan nasib jenazah Jacobs yang saat ini masih berada di RS Krakatau Medika. “Ini masalah kemanusiaan. Deplu harus fasilitasi keinginan keluarga yang masih bertahan diatas perahu,” ujar Nur Kholis.
Menurut Kumar, salah seorang pencari suaka yang masih bertahan di Pelabuhan Indah Kiat, keluarga Jacobs meminta jenazah dipulangkan ke Sri Lanka. Rumah Sakit Krakatau Medika, juga meminta kejelasan sikap pemerintah, kerena fasilitas rumah sakit hanya mampu menyimpan jenazah 2 hari.
Ketika dikonfirmasi, Jahar Gultom, Bagian Pengamanan Diplomatik Departemen Luar Negeri, tidak memberikan kejelasan sikap terkait kasus kematian Jacobs. “Saya dapat informasi demikian, dan saya tidak menangani kasus tersebut,” kata Jahar melalui pesan pendek.
Jacobs Samuel Christin, adalah salah seorang pencari suaka asal Sri Lanka yang ditahan di Pelabuhan Indah Kiat, Banten, sejak awal Oktober lalu. Jacobs meninggal diduga karena komplikasi infeksi lambung, dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Krakatau Medika setelah muntah darah di atas kapal tempat penahanan para pengungsi. (E1)
Berikan Komentar Anda
Terkini
HTI Minta Dubes Indonesia Cegah Pembakaran Quran

VHRmedia, Bandung – Ribuan aggota Hizbuttahrir Indonesia wilayah Jawa Barat berunjuk rasa di Gedung Sate Bandung, Jumat (3/9). Mereka mengecam tindakan kelompok Dove World Outreach Center di Amerika Serikat yang akan membakar Quran untuk memperingati 9 tahun peristiwa 11 September.




