Abdurrahman Wahid Wafat Warga Pecinan Semarang Histeris Melepas Gus Dur
Andhika Puspita Dewi
VHRMedia, Semarang – Puluhan warga Tionghoa Semarang siang ini berdoa untuk almarhum Abdurrahman Wahid di Kelenteng Tay Kak Sie di Gang Pinggir, Semarang. Doa bersama dipimpin Sien, Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia Semarang, ini diwarnai isak tangis. Beberapa ibu histeris ketika Sien mulai melantunkan doa.
“Bagi kami, Gus Dur adalah pahlawan. Gus Dur lah yang mampu mendobrak keberadaan kami hingga etnis Tionghoa diakui di Indonesia dan tidak diintimidasi,“ kata Aris Pramadi, Sekretaris Kelenteng Tay Kak Sie, Kamis (31/12).
Kedekatan Gus Dur dengan kelenteng tertua di Semarang ini tidak diragukan. Sebelum dan ketika menjadi Presiden, Gus Dur kerap bertandang di kelenteng di Gang Pinggir ini.
Selain Arie, tokoh Tionghoa Semarang yang sangat berkesan dan kehilangan sosok Gus Dur adalah Khong Kauw Whie. Ketua Yayasan Sekolah Tionghoa Gratis di Pecinan Semarang ini menyatakan Gus Dur satu-satunya bapak bangsa yang bijaksana dan karismatik.
“Beberapa kali saya bertemu beliau, banyak hal yang bisa saya dapatkan. Terutama kearifannya dalam bersikap bisa menjadi teladan bagi pejabat negara saat ini,” ujar Khong Kauw Whie. (E4)
Berikan Komentar Anda
Terkini
Polri Telusuri Temuan 60 Ton Bahan Peledak di Riau
VHRmedia, Jakarta – Mabes Polri masih menelusuri apakah penemuan 60 ton bahan peledak di perairan Laut Cina Selatan oleh Bea dan Cukai Riau, Rabu (18/3), terkait jaringan teroris di Nanggroe Aceh Darussalam.

