<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<!-- generator="VHR Media News Centre 0.1" -->
<rss version="2.0">
    <channel>
        <title>Cakrawala VHR Media News Centre</title>
        <description>Cakrawala terkini dari VHR Media News Centre</description>
        <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala.php</link>
        <lastBuildDate>Tue, 07 Oct 2008 11:42:44</lastBuildDate>
        <generator>VHR Media News Centre 0.1</generator>
        <image>
            <url>http://www.vhrmedia.com/images/LogoVHRtest.gif</url>
            <title>VHRmedia.com logo</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com</link>
            <description>Feed provided by VHRmedia.com. Click to visit.</description>
        </image>
        <item>
            <title>Mengembalikan Rumah Budaya</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala,Mengembalikan-Rumah-Budaya-60.html</link>
            <description>&lt;p&gt;PERUSAKAN juga mengancam Kali Juwana di Pati. Parwadi, yang menyatakan datang bukan untuk mewakili Guritno (komunitas Sedulur Sikep Sukolilo, Pati) yang berhalangan hadir, menuturkan berbagai kemungkinan yang mengancam kelestarian Kali Juwana. Itu semua erat berkait dengan rencana pembangunan Pabrik Semen Gresik.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Banyak sumber air di sepanjang aliran Kali Juwana di kawasan Pegunungan Kendeng Utara yang diperkirakan bakal musnah jika eksploitasi tanah kapur benar-benar terwujud berkait dengan pendirian pabrik semen. Sedulur Sikep</description>
            <author>Gunawan Budi Susanto</author>
            <pubDate>Fri, 26 Sep 2008 10:29:13</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Menilik Air Kali dari Rumah Pram</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala,Menilik-Air-Kali-dari-Rumah-Pram-59.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/214198550948d332ac0a6f8.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;67 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;SABTU&lt;/strong&gt; 13 September pukul 20.00 di pelataran rumah keluarga mendiang Pramoedya Ananta Toer, Jalan Sumbawa 40, Blora. Di bawah pendaran cahaya bulan purnama seratusan orang duduk di atas terpal biru. Sebagian kanak-kanak dan para tetangga selingkungan rumah keluarga Pram. Sebagian lain para pemuda dan pemudi dari Komunitas Pasang Surut Blora - penggemar karya Pram -- serta dari Randublatung dan Rembang.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Di bawah</description>
            <author>Gunawan Budi Susanto</author>
            <pubDate>Fri, 19 Sep 2008 11:35:21</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Menyimak Berlin Philharmonic di Kober</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala,Menyimak-Berlin-Philharmonic-di-Kober-58.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/128078261648c1288e8cf08.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;67 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Tak ada jasad yang disemayamkan di kober Rawabunga, Jatinegara, Kamis malam 28 Agustus lalu. Namun penduduk sekitar pemakaman berjubel di pelataran kompleks pemakaman itu. Berselimut cuaca yang tidak terlalu cerah, anak-anak berlarian riang di pelataran. Sebagian lagi bergayut di tubuh ibunya sambil mengomentari pemandangan di sekitarnya. Tua, muda, bujang, atau gadis datang di pemakaman yang kerap dijadikan tempat berpacaran muda-mudi itu.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ada</description>
            <author>Hervin Saputra</author>
            <pubDate>Fri, 05 Sep 2008 19:06:41</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Keluarga Korban Menyibak Kelam</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala,Keluarga-Korban-Menyibak-Kelam-57.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/179035344348b79706e4153.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; hspace=&quot;0&quot; vspace=&quot;0&quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;62 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Kasus-kasus korupsi di Indonesia mulai terkuak, antara lain karena kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun, bagaimana dengan kasus pelanggaran hak asasi manusia? Sejak pemerintahan Orde Baru, represi terhadap warga negara yang berujung pelanggaran HAM acap terjadi, antara lain kasus Tanjung Priok (1984), kerusuhan Mei (1998), dan penculikan aktivis (1997/1998). Sayang sekali sampai saat ini belum jelas proses hukum terhadap kasus-kasus</description>
            <author>Jimmy L Simanungkalit</author>
            <pubDate>Fri, 29 Aug 2008 13:02:40</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Alia Bangkit dari Gencetan Superhero</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala,Alia-Bangkit-dari-Gencetan-Superhero-56.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/187107581548ae67291b774.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 42&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Pada tahun 1896 Richard Felton Outcault (14 Januari 1863 - 25 September 1928) meluncurkan buku yang kemudian dianggap sebagai buku komik pertama di dunia. Dalam buku &lt;em&gt;The Yellow Kid&lt;/em&gt; itu Outcault, yang semula ilustrator untuk Thomas Edison dan pembuat sketsa humor untuk majalah &lt;em&gt;Judge &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Life,&lt;/em&gt; membuat inovasi yang belum pernah dilakukan komikus pada zaman itu. Dia membuat semacam balon tempat menuliskan</description>
            <author>Rosmi Julitasari S</author>
            <pubDate>Fri, 22 Aug 2008 14:09:25</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Kebangkitan Bangsa Kebangkitan Pemuda </title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala,Kebangkitan-Bangsa-Kebangkitan-Pemuda--55.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/23647546348a50d8ab5f5f.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 61&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Pemuda adalah pikiran yang bertindak. Sejarah dunia, juga Indonesia, adalah milik angkatan muda, pemilik gagasan-gagasan revolusioner penuh dengan harapan yang meningkat. Memaknai pemuda tidak bisa hanya dari terminologis. Secara epistemologis, dialah yang bertanggung jawab untuk melakukan penyadaran kepada rakyat. Secara ideologis, dialah tenaga-tenaga pengubah dunia. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Titik tolak gerakan pemuda di Indonesia adalah Sumpah Pemuda 1928, yang coba dihadirkan kembali oleh Eko</description>
            <author>Wahyu Arifin  </author>
            <pubDate>Fri, 15 Aug 2008 15:05:56</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Perempuan dan Tragedi Bangsa</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala,Perempuan-dan-Tragedi-Bangsa-54.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/14258247504892bf6111749.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 58&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Menulislah, maka kau tidak akan pernah tenggelam dalam pusaran sejarah. Ungkapan sastrawan Pramoedya Ananta Toer ini tampaknya menjadi inspirasi besar bagi Mia Bustam. Pengalamannya dituturkan dalam buku yang membuka cakrawala atas rangkaian kisah yang benar-benar terjadi.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Buku karya Mia Bustam ini mengisahkan perjalanannya menjadi orang buangan di negeri sendiri akibat pertikaian ideologi dan nafsu kekuasaan yang sebenarnya tidak pernah ia ketahui. Peristiwa</description>
            <author>Wahyu Arifin    </author>
            <pubDate>Fri, 01 Aug 2008 14:43:27</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Saatnya Medium &amp; Pesan Menjadi Senjata</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala,Saatnya-Medium--Pesan-Menjadi-Senjata-53.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/1432091399488976d34d585.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 66&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Marshall McLuhan dalam buku &lt;em&gt;Understanding Media: The Extensions of Man &lt;/em&gt;(1960-an) berujar, &amp;quot;&lt;em&gt;The medium is the message&lt;/em&gt; (medium adalah pesan itu sendiri)&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&amp;quot;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Dia mengindikasikan hubungan simbolis bahwa medium mempengaruhi pesan yang ingin disampaikan. Bahkan medium merupakan kelanjutan dari diri kita sendiri. Dia mengusulkan media atau medium, bukannya isi pesan yang ingin diantarkan, harus menjadi objek penelitian. Sebab, masyarakat dipengaruhi tidak hanya oleh</description>
            <author>Yerry Nikholas Borang</author>
            <pubDate>Fri, 25 Jul 2008 13:30:28</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Langkah Sunyi Pengawal Demokrasi</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala,Langkah-Sunyi-Pengawal-Demokrasi-52.html</link>
            <description>  &lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/53342628448803912e9dbb.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 67&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Joesoef Ishak tidak bisa dilepaskan dari perkembangan pers dan buku di Indonesia. Pria rendah hati ini mengawali karier sebagai wartawan yang berpikiran maju, bahkan radikal, khususnya mengenai ide nasionalisme Soekarno. Pada masa kemerdekaan Joesoef bekerja pada surat kabar &lt;em&gt;Berita Indonesia&lt;/em&gt; di bawah pimpinan Suaridi Tahsin. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Beberapa koleganya menilai Joesoef sebagai orang yang selalu melihat keseimbangan. Ketika</description>
            <author>Kurniawan Tri Yunanto</author>
            <pubDate>Fri, 18 Jul 2008 12:54:05</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Ketika Kejujuran Menjadi Ancaman</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala,Ketika-Kejujuran-Menjadi-Ancaman-51.html</link>
            <description>  &lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/1037107027487709ca1d8b3.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; hspace=&quot;0&quot; vspace=&quot;0&quot; width=&quot; 59&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Kengerian rakyat Indonesia saat ini tidak lagi disebabkan ancaman bom, tindak kekerasan organisasi paramiliter berbasis agama, atau kejutan kenaikan harga bahan bakar minyak. Bukan itu lagi! Ketakutan versi Indonesia kini justru hadir dari gagasan dan laku mulia yang sesungguhnya sudah diajarkan sejak, barangkali, istilah Indonesia belum membayang di benak pendiri bangsa ini. Ya, kita mengenalnya sebagai &amp;quot;kejujuran&amp;quot;.&lt;/p&gt; </description>
            <author>Hervin Saputra</author>
            <pubDate>Fri, 11 Jul 2008 12:30:35</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Absurditas Kehidupan yang Nyata</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala,Absurditas-Kehidupan-yang-Nyata-50.html</link>
            <description>  &lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/567630470486dc0941143b.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; hspace=&quot;0&quot; vspace=&quot;0&quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;77 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Saat bangsa Roma, bangsa yang pertama kali mengembangkan konsep jalan raya, merancang jalan untuk kota, mereka menetapkan ukuran lebar jalan 143,5 cm. Mengapa harus demikian? Ternyata kereta yang mereka gunakan saat berperang ditarik oleh dua kuda dan bila ditempatkan berdampingan kedua kuda akan jadi selebar 143,5 cm.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dan lebar rel kereta api yang kita lihat</description>
            <author>Rosmi Julitasari S</author>
            <pubDate>Fri, 04 Jul 2008 19:22:43</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Pesan Damai Anak Dunia</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala,Pesan-Damai-Anak-Dunia-49.html</link>
            <description>  &lt;p&gt;&lt;em&gt;yang tak berdaya kita tolong&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;tidak boleh pilih kasih &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;damai harus tanpa warna...&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/355320399485b722b33213.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;67 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Syair lagu itu mewarnai hampir sepanjang pertunjukan &lt;em&gt;Spectacle Peace&lt;/em&gt; oleh Teater Tanah Air di Taman Ismail Marzuki Jakarta, 13-15 Juni 2008. Teater anak ini mencoba mengingatkan perlunya perdamaian. Kekerasaan dan kepalsuan di dunia harus segera diakhiri. Pesan itu disampaikan oleh anak-anak,</description>
            <author>Kurniawan Tri Yunanto</author>
            <pubDate>Fri, 20 Jun 2008 14:46:34</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Ada Tawa dari Papua</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala,Ada-Tawa-dari-Papua-48.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/647098051484e0d26dd3eb.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;62 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;INDONESIA tanpa wilayah timur ibarat tubuh yang tidak sempurna. Alam Papua memberikan keelokan tak terperi. Papua juga menyimpan kekayaan budaya. Namun, dunia luar lebih sering mendengar kabar suram tentang Papua, antara lain konflik berkepanjangan masyarakat adat dengan perusahaan tambang emas Freeport asal Amerika Serikat. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sebersit kabar cerah tentang Papua disajikan di Taman Ismail Marzuki Jakarta 2-3 Mei lalu. Komunitas Papua Arts</description>
            <author>Hervin Saputra</author>
            <pubDate>Fri, 06 Jun 2008 17:32:53</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Sandekala, Reformasi di Pentas Teater</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala,Sandekala-Reformasi-di-Pentas-Teater-47.html</link>
            <description>  &lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/198099506483e56686dc85.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;67 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Aki, penjaga (&lt;em&gt;kuncen&lt;/em&gt;) hutan keramat di Kawali, gelisah. Kenaikan harga BBM, demonstrasi mahasiswa, pergantian pemimpin, pemanasan global, sampai pemecatan cucunya, Bagus Magenda, yang wartawan begitu meresahkan hatinya. Di tengah kegalauan hati, ia ungkapkan kelelahannya menjaga hutan keramat. Lelah menghadapi jiwa-jiwa serakah yang begitu ingin mengeksploitasi kemurnian hutan keramat yang diamanatkan untuk tetap dijaganya.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Kelelahan sang Aki mencapai</description>
            <author>Rosmi Julitasari S</author>
            <pubDate>Thu, 29 May 2008 14:05:32</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Detik adalah Perjuangan</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-corner/cakrawala,Detik-adalah-Perjuangan-46.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/1979907971483e0f42ae975.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Kover buku Rangsang Detik karya Klara Akustia&quot; title=&quot;Klara Akustia&quot; width=&quot; 57&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt; &lt;strong&gt;&lt;span&gt;Judul&lt;span&gt;</description>
            <author>AJ Susmana</author>
            <pubDate>Thu, 29 May 2008 08:55:38</pubDate>
        </item>
    </channel>
</rss>
