<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<!-- generator="VHR Media News Centre 0.1" -->
<rss version="2.0">
    <channel>
        <title>Lakon VHR Media News Centre</title>
        <description>Lakon terkini dari VHR Media News Centre</description>
        <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon.php</link>
        <lastBuildDate>Tue, 07 Oct 2008 11:56:36</lastBuildDate>
        <generator>VHR Media News Centre 0.1</generator>
        <image>
            <url>http://www.vhrmedia.com/images/LogoVHRtest.gif</url>
            <title>VHRmedia.com logo</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com</link>
            <description>Feed provided by VHRmedia.com. Click to visit.</description>
        </image>
        <item>
            <title>Eksekusi Asmara di Surabaya</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon,Eksekusi-Asmara-di-Surabaya-27.html</link>
            <description>&lt;p&gt;Sabtu 19 Juni 2008. Hari terakhir kampanye pemilihan gubernur Jawa Timur itu merupakan hari kelabu bagi Felicia. Perempuan berkulit kuning ini harus kehilangan pria yang paling dicintainya, Sugeng.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Perasaannya semakin tersayat setelah Sugeng mati di tangan regu tembak Brimob Polda Jatim. Sugeng dieksekusi karena membunuh 5 anggota keluarga Letkol Purwanto. Sugeng ditembak bersama ibunya, Sumiarsih.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Malam itu Felicia tampak tegar. Ia menuturkan Sugeng adalah sosok pria lemah lembut dan romantis. Dia</description>
            <author>Yovinus Guntur Wicaksono</author>
            <pubDate>Tue, 05 Aug 2008 16:24:17</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Hari-hari Terakhir Sugeng</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon,Hari-hari-Terakhir-Sugeng-26.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/2055248387488063587b5d3.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;sugeng terpidana mati&quot; title=&quot;sugeng&quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;67 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;DI halaman tengah Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, terdapat taman indah dengan bermacam jenis bunga dan pepohonan. Salah seorang narapidana tekun menyirami bungan dan pohon itu satu per satu. Sambil mengisap rokok kretek, pria yang rambutnya memutih ini memilah kotoran yang hinggap di pohon-pohon tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Kok cuma bengong, Mas! Ke sini saja kalau ingin melihat hasil kerja</description>
            <author>Yovinus Guntur Wicaksono </author>
            <pubDate>Fri, 18 Jul 2008 16:25:37</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Sumiarsih Menanti Regu Tembak</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon,Sumiarsih-Menanti-Regu-Tembak-25.html</link>
            <description>&lt;p&gt;SIANG itu cuaca cerah melingkupi Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Kebonsari, Sukun, Malang. Namun, seorang perempuan duduk lesu bersandar di balik terali besi. Perempuan itu, Sumiarsih, 59 tahun, sedang menanti hari-hari terakhir hidupnya di hadapan regu tembak, setelah peninjauan kembali (PK) perkaranya ditolak Mahkamah Agung. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumiarsih bersama Djais Prayitno (suaminya), Sugeng (anaknya), Nano HP, Daim, serta Serda Polisi Adi Saputro didakwa melakukan pembunuhan berencana Letkol Marinir Purwanto, istri, dua anak,</description>
            <author>Yovinus Guntur Wicaksono </author>
            <pubDate>Wed, 09 Jul 2008 12:36:09</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Karamnya Harapanku Menjadi TKI</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon,Karamnya-Harapanku-Menjadi-TKI-24.html</link>
            <description>  &lt;p&gt;AKU bekerja di Malaysia kurang lebih satu tahun. Kemudian aku tertangkap operasi aparat keamanan Malaysia saat sedang bekerja bersama kakakku. Hanya aku yang ditangkap karena tidak memiliki paspor dan surat izin kerja. Setelah dipenjara selama satu minggu, aku dibuang ke Dumai, Riau. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dumai adalah salah satu kota pembuangan tenaga kerja Indonesia tak berdokumen. &amp;nbsp;Para tenaga kerja Indonesia sering memplesetkan Dumai sebagai kependekan dari Dunia Manusia</description>
            <author>Andi Haryanto</author>
            <pubDate>Wed, 19 Mar 2008 14:47:04</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Kejamnya Rezim Soeharto (6)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon,Kejamnya-Rezim-Soeharto-(6)-23.html</link>
            <description>&lt;font size=&quot;4&quot;&gt;Disiksa di Tempat Rahasia&lt;/font&gt;  &lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/206263154647a437e297d88.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; hspace=&quot;1&quot; vspace=&quot;1&quot; width=&quot; 76&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;PADA hari Rabu 13 Maret 1998 sekitar pukul 19.00 dari toko buku Gramedia Matraman saya menghubungi rumah kontrakan --saat itu saya tinggal serumah bersama Nezar Patria, Aan Rusdianto, dan Bimo Petrus di Rusun Klender Blok 37 Nomor 7 lantai II, Jakarta Timur-- melalui telepon dan diterima Nezar Patria. Setelah tahu bahwa ia ada di</description>
            <author>Margiyono</author>
            <pubDate>Sat, 02 Feb 2008 16:22:04</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Kejamnya Rezim Soeharto (5)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon,Kejamnya-Rezim-Soeharto-(5)-22.html</link>
            <description>&lt;font size=&quot;4&quot;&gt;Dijatah 200 Gram Beras&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/91751989747a2f0af7142c.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;59 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;RASANYA bumi tempat berpijak berputar saat saya digelandang serombongan tentara seusai pulang mengajar di sebuah sekolah dasar di Tuban. Siang itu saya diciduk oleh rombongan tentara dan dibawa ke kantor Corp Polisi Milter (CPM). Setiba di kantor CPM saya diinterogasi ala militer soal keterlibatan saya menjadi anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Berkali-kali saya katakana pada mereka,</description>
            <author>Eddy J. Sutopo</author>
            <pubDate>Fri, 01 Feb 2008 17:09:19</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Kejamnya Rezim Soeharto (4)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon,Kejamnya-Rezim-Soeharto-(4)-21.html</link>
            <description>&lt;font size=&quot;4&quot;&gt;Diinjak, Kemaluanku Berdarah&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/30844606247a18eab35dee.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; hspace=&quot;1&quot; vspace=&quot;1&quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;68 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;WAKTU itu aku adalah wartawan &lt;em&gt;Harian Ekonomi Nusa Bakti&lt;/em&gt;. Aku juga anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan aktif di Partai Nasionalis Indonesia (PNI) pimpinan Ali-Surachman. Orang menyebutnya PNI-Asu, singkatan dari Ali-Surachman. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Aku ditangkap tahun 1968 di Blitar selatan, Jawa Timur setelah peristiwa 1965.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Aku ditangkap bersama para mahasiswa Jurusan Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB)</description>
            <author>Margiyono</author>
            <pubDate>Thu, 31 Jan 2008 16:04:31</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Kejamnya Rezim Soeharto (3)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon,Kejamnya-Rezim-Soeharto-(3)-20.html</link>
            <description>&lt;font size=&quot;4&quot;&gt;Disetrum Hingga Pingsan&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;  &lt;p&gt;&lt;img src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/197290517647a08cc781a06.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; hspace=&quot;1&quot; vspace=&quot;1&quot; width=&quot; 75&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;PADA tahun 1965 aku baru berumur 36 tahun. Aku bekerja sebagai pegawai Dinas Lalu Lintas Darat di Lampung. Di sana aku aktif sebagai pengurus Serikat Pekerja Karyawan Dinas Lalu Lintas Darat. Pada tahun 1966 aku berangkat ke Jakarta karena ada tugas kantor. Aku langsung pulang ke rumah keluargaku di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Rasa</description>
            <author>Margiyono</author>
            <pubDate>Wed, 30 Jan 2008 21:39:34</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Kejamnya Rezim Soeharto (2)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon,Kejamnya-Rezim-Soeharto-(2)-19.html</link>
            <description>&lt;font size=&quot;4&quot;&gt;Aku Disiksa di Kremlin&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/282898873479f0b85ba4c3.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; hspace=&quot;1&quot; vspace=&quot;1&quot; width=&quot; 75&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;SETELAH peristiwa berdarah di Desa Cihedeng, Talangsari, Lampung, 5 Februari 1989, para anggota Front Komando Mujahidin Fisabilillah ditangkapi. Salah satu yang tertangkap adalah aku, Nurhidayat, pemimpin komando tersebut. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Aku dibawa ke suatu tempat di Jalan Kramat V, Jakarta Pusat. Kremlin, begitu singkatan tempat ini. Di sana aku ditelanjangi. Celakanya saat itu aku tidak memakai celana</description>
            <author>Margiyono</author>
            <pubDate>Tue, 29 Jan 2008 18:23:02</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Kejamnya Rezim Soeharto (1)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon,Kejamnya-Rezim-Soeharto-(1)-18.html</link>
            <description>&lt;font size=&quot;4&quot;&gt;Aku Disiksa di Markas PM&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/1475134908479da3b85cb7d.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; hspace=&quot;1&quot; vspace=&quot;1&quot; width=&quot; 72&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;SAAT itu malam 12 September 1984, aku masih duduk di bangku kelas III sekolah menengah atas. Aku mengikuti tablig akbar di sebuah lapangan dekat rumahku, di Jalan Sindang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Banyak orang hadir dalam acara itu. Ratusan orang mendengarkan ceramah Amir Biki, tokoh Islam garis keras di daerah itu. Selain Amir</description>
            <author>Margiyono</author>
            <pubDate>Mon, 28 Jan 2008 16:35:46</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Tiga Goresan di Payudaraku</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon-detail.php?.e=17&amp;.g=stories&amp;.s=lakon</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/583948091474d04b473345.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; hspace=&quot;1&quot; vspace=&quot;1&quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;70 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;em&gt;Tumor menggerogoti payudaraku. Dokter melecehkan. Kepercayaan diri sempat luntur. Kini aku menjadi perempuan sempurna.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Tik...tik...tik.... Suara air yang menetes di wastafel menjadi &lt;em&gt;back sound&lt;/em&gt; ruangan yang serba putih. Angin petang menyingkap tirai putih jendela kamar. Di luar, kabut mulai memburamkan pemandangan gunung, hamparan kebun teh, dan pohon-pohon cemara. Besok pagi aku akan meninggalkan rumah sakit ini, setelah dirawat 11 hari karena</description>
            <author>Dewi Nova Wahyuni</author>
            <pubDate>Wed, 28 Nov 2007 13:13:11</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Aku Bangkit dari Sakit Jiwa </title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon,Aku-Bangkit-dari-Sakit-Jiwa--16.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/189093124946e000042361b.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot; 67&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Sebut saja namaku Ardi. Kini usiaku menjelang 41 tahun. Aku bersyukur masih bisa menikmati indahnya hidup ini. Ya, memang tak selengkap pria lain seumurku. Hingga usiaku sekarang, ekonomiku belum mapan, tanpa titel atau jabatan bergengsi. Tak banyak prestasi yang kuukir. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Aku pria biasa-biasa saja. Padahal saat sekolah dulu, aku termasuk siswa cerdas dengan segudang prestasi dan cita-cita. Aku ingin menjadi insiyur. Aku</description>
            <author>Liza Desylanhi</author>
            <pubDate>Mon, 03 Sep 2007 07:36:30</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Menuntun Balqiz Menyibak Gelap </title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon-detail.php?.g=stories&amp;.s=lakon&amp;.e=15</link>
            <description>  &lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/71432849246baaf77667e7.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; hspace=&quot;0&quot; vspace=&quot;0&quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;67 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Sabtu 17 September  2005 adalah hari yang paling membahagiakan bagiku, Primaningrum Arinarresmi Rustam. Setelah delapan tahun menunggu, akhirnya lengkap sudah hidupku sebagai manusia, sebagai istri Muhammad Rustam, sebagai perempuan. Aku menjadi ibu. Karunia Tuhan ini demikian besar, kami diberi tiga anak sekaligus:  Alifah Aishah Utami (1 kg), Balqiz Baika Utami (920 g), dan Tantri Tamayanthi Utami (600</description>
            <author>Rosmi Julitasari S</author>
            <pubDate>Thu, 09 Aug 2007 13:21:10</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Polisi Paksa Kami Oral Seks</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon-detail.php?.g=stories&amp;.s=lakon&amp;.e=13</link>
            <description>&lt;p align=&quot;left&quot;&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/12661075214688bf8b4ec88.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot; 64&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;left&quot;&gt;Pada Senin 22 Januari malam aku bermesraan dengan teman pria di kamar kosku di kawasan Banda Raya, Banda Aceh. Pada 22.30 WIB tetangga sebelah kamarku mengintai kami. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;left&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;left&quot;&gt;Tak lama kemudian beberapa orang mendobrak pintu kamarku sehingga pintu jebol. Mereka juga merusak beberapa barangku. Setelah itu mereka memukuliku. Tindakan tak berperikemanusiaan itu berlangsung sekitar satu jam. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah itu salah seorang</description>
            <author>Margiyono</author>
            <pubDate>Mon, 02 Jul 2007 16:08:09</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Sebuah Pesan untuk Puput</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/lakon-detail.php?.g=stories&amp;.s=lakon&amp;.e=9</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/211493208746691a1271794.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot; 75&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Namaku Mirza Retelia, 28 tahun. Pada Januari 2000 aku menikah dengan seorang pecandu narkotika. Ia sudah menjadi pecandu sejak 1997. Namun, ada tabir gelap dalam kehidupannya. Ternyata dia juga terinfeksi &lt;em&gt;human immunodeficiency virus (HIV). &lt;/em&gt;Oh, Tuhan! Aku terlambat mengetahui semua itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku mengetahui dia terinfeksi HIV ketika bayi kesayanganku tertular. Awalnya Eka Puteri Afrianti, bidadari cilikku yang biasa kupanggil Puput, menderita diare dan sariawan</description>
            <author>Fathiyah Wardah Alatas</author>
            <pubDate>Tue, 05 Jun 2007 09:30:00</pubDate>
        </item>
    </channel>
</rss>
