<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<!-- generator="VHR Media News Centre 0.1" -->
<rss version="2.0">
    <channel>
        <title>Tokoh VHR Media News Centre</title>
        <description>Tokoh terkini dari VHR Media News Centre</description>
        <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh.php</link>
        <lastBuildDate>Thu, 28 Aug 2008 09:35:55</lastBuildDate>
        <generator>VHR Media News Centre 0.1</generator>
        <image>
            <url>http://www.vhrmedia.com/images/LogoVHRtest.gif</url>
            <title>VHRmedia.com logo</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com</link>
            <description>Feed provided by VHRmedia.com. Click to visit.</description>
        </image>
        <item>
            <title>Ariyo dan Kekuatan Dongeng (1)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh,Ariyo-dan-Kekuatan-Dongeng-(1)-30.html</link>
            <description>&lt;p&gt;MALAM itu panggung utama Bobo Fair diramaikan anak-anak. Mereka menikmati&amp;nbsp; suara renyah seorang pendongeng. Tawa dan komentar anak-anak bersahutan di sela-sela dongeng yang dibawakan Ariyo. Memasuki cerita kedua, anak-anak semakin merapat. Mereka kian antusias mendengarkan cerita itu. Mereka yang tadinya duduk di kursi belakang pindah ke hamparan karpet di bagian depan. Mereka lesehan, bergabung dengan anak-anak lain. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ekspresi anak-anak itu beragam. Kadang mereka terbahak. Sebentar kemudian melonggo. Kadang-kadang melompat terkejut</description>
            <author>Liza Desylanhi</author>
            <pubDate>Wed, 02 Jul 2008 13:05:07</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Hendrini dan Orang-orang Terbuang</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh,Hendrini-dan-Orang-orang-Terbuang-29.htmlhttp:/images/b-podcast.gif</link>
            <description>  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Perempuan itu gemar mengumpulkan nasi bekas. Untuk siapa?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Jemarinya berpindah dari satu nomor ke nomor lain dengan cekatan. Tidak sampai lima detik, ia sudah berbicara dengan seseorang di ujung telepon. Sehabis itu nomor lain pun dihubungi.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Begitulah rutinitas Hendrini, 64 tahun, saban hari. Ia menghubungi restoran, hotel, atau teman-temannya yang sedang berpesta untuk meminta makanan sisa. Bukan untuk keluarganya, melainkan buat memenuhi kebutuhan</description>
            <author>Fathiyah Wardah Alatas</author>
            <pubDate>Thu, 29 May 2008 14:47:54</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Pemberontakan Si Rambut Panjang</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh,Pemberontakan-Si-Rambut-Panjang-28.html</link>
            <description>  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Anggota parlemen ini cinta mati pada Che. Gigih memperjuangkan kebebasan, juga buruh migran Indonesia. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Ia bukan sosok asing di Hong Kong. Hampir semua aktivitas demonstrasi yang mengusung isu demokrasi atau hak asasi manusia (HAM) melibatkan sosoknya. Terakhir kali ia terlibat dalam aksi di depan Central Government Office (CGO), Jumat 9 Mei lalu, memperingati Mother&amp;#39;s Day. Bersama puluhan pekerja perempuan lokal, ia menyerukan tuntutan agar pemerintah</description>
            <author>Fransisca Ria Susanti</author>
            <pubDate>Thu, 15 May 2008 13:20:00</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Keluarga Demonstran</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh,Keluarga-Demonstran-27.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;font size=&quot;2&quot;&gt;&lt;em&gt;Rakyat pasti menang melawan penindasan&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size=&quot;2&quot;&gt;&lt;em&gt;rakyat kita pasti akan menang&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size=&quot;2&quot;&gt;&lt;em&gt;Rakyat pasti menang merebut kedaulatan&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size=&quot;2&quot;&gt;&lt;em&gt;rakyat kita pasti akan menang&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size=&quot;2&quot;&gt;&lt;em&gt;Revolusi... revolusi..&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size=&quot;2&quot;&gt;&lt;em&gt;revolusi sampai menang&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alunan lagu itu dinyanyikan ribuan buruh ketika menggelar perayaan Hari Buruh Internasional di Bundaran Hotel Indonesia 1 Mei 2008. Suara pun menggema bercampur dengan sesaknya manusia dan polusi Jakarta. Sayup-sayup terdengar suara gadis mungil di antara suara ribuan buruh yang terbakar semangatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Siapa</description>
            <author>Kurniawan Tri Yunanto</author>
            <pubDate>Fri, 02 May 2008 19:14:40</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Pencatat Perjalanan dari Selatan</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh,Pencatat-Perjalanan-dari-Selatan-26.html</link>
            <description>  &lt;p&gt;SAYA berdiri di depannya, mengenalkan diri, dan menyebut nama. Ia memandangi saya, seperti tak percaya. Kemudian senyumnya mengembang. Nama panggilan saya memang persis sama dengan salah satu tokoh dalam &lt;em&gt;Stalking the Elephant Kings&lt;/em&gt;, buku nonfiksi pertamanya yang berkisah tentang catatan perjalanannya ke Laos. Bedanya, tokoh tersebut laki-laki dan menantu putri terakhir Kerajaan Laos.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&amp;quot;Saya akan menulis tentang Indonesia kapan-kapan. Negeri itu punya sejarah menarik,&amp;quot; ujarnya saat</description>
            <author>Fransisca Ria Susanti</author>
            <pubDate>Fri, 11 Apr 2008 11:22:25</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Ponirah Pengayuh Becak</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh,Ponirah-Pengayuh-Becak-25.html</link>
            <description>&lt;p&gt;Perempuan itu sudah 22 tahun mengayuh becak. Cita-cita pensiun dan beternak bebek belum kesampaian.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;MATAHARI pagi sudah meninggi saat becak itu dikeluarkan dari belakang rumah. Setelah mengelap becak sebentar, tepat pukul 7 pagi, sang empunya becak mulai mengayuh becaknya menyusuri jalan sejauh 2 kilometer menuju tempat mangkalnya. Kostumnya tak pernah berubah: kaos oblong dirangkap kemeja, celana panjang, sepatu, dan caping. Handuk kecil setia melingkari lehernya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pada umumnya penumpang becaknya tak memperhatikan</description>
            <author>Reza Yunanto</author>
            <pubDate>Fri, 14 Mar 2008 11:46:15</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Kamera Tua Sri Suharti</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh,Kamera-Tua-Sri-Suharti-24.html</link>
            <description>&lt;p&gt;DEDIKASINYA terhadap fotografi masih besar. Padahal, usianya hampir 78 tahun. Terlahir sebagai anak keempat dari enam bersaudara, Sri Suharti mulai memotret sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Bersenjata kamera Rolleicord, pinjaman teman, wanita kelahiran 10 Agustus 1930 ini mulai menekuni dunia fotografi. Ia jadikan teman-teman sekolahnya sebagai model &lt;em&gt;ndeso&lt;/em&gt; -meminjam istilah Sri Suharti. Padahal, pada waktu itu belum banyak orang yang memiliki kamera film berformat 120 milimeter. Kegemaranannya di jagat</description>
            <author>Eddy J Soetopo</author>
            <pubDate>Tue, 11 Mar 2008 13:46:21</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Trauma Ahmad Tohari</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh,Trauma-Ahmad-Tohari-23.html</link>
            <description>GARA-gara novel &lt;em&gt;Ronggeng Dukuh Paruk&lt;/em&gt; -- yang mengisahkan pergulatan penari tayub di masa pergolakan komunis -- Ahmad Tohari terancam dipenjara. &amp;quot;Waktu itu saya sempat stres berhari-hari ketika diinterogasi berminggu-minggu di Kodim Banyumas. Untungnya saya dekat dengan Gus Dur,&amp;quot; katanya usai acara Rembuk Kebangsaan di Tawangmangu, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.&lt;p&gt;Pemerintah Orde Baru waktu itu, kata Tohari, acap kali main tangkap. Orang-orang yang tidak sepaham dengan gagasan Soeharto dapat diciduk. &amp;quot;Saya nyaris</description>
            <author>Eddy J Soetopo</author>
            <pubDate>Mon, 25 Feb 2008 16:17:50</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Setia pada Petani</title>
            <link>http://vhrmedia.com/vhr-story/tokoh-detail.php?.g=stories&amp;.s=tokoh&amp;.e=22</link>
            <description>&lt;p&gt;DERING telepon tak henti-henti berbunyi. Hari itu, tanggal 5 Januari 2008, merupakan hari bersejarah bagi Henry Saragih. Sebuah harian terkemuka di Inggris, &lt;em&gt;The Guardian,&lt;/em&gt; memilihnya sebagai satu di antara 50 Pahlawan Lingkungan Hidup Dunia. &amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Henry Saragih adalah Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) dan juga Ketua Gerakan Petani Internasional, &lt;em&gt;La Via Campessina&lt;/em&gt;. Henry mengaku pantas menerima penghargaan itu sebagai bentuk pengakuan dari perjuangan petani-petani di dunia yang menentang neoliberalisme selama belasan</description>
            <author>Yuliyanti</author>
            <pubDate>Mon, 04 Feb 2008 15:22:40</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Mike the Sailorman</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh-detail.php?.g=stories&amp;.s=tokoh&amp;.e=21</link>
            <description>PAGI itu Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, tampak tenang. Hilir-mudik penumpang kapal tidak terlalu ramai. Di antara beberapa kapal yang bersandar, tampak salah satu kapal yang ramai dikunjungi orang. Kapal bercat hijau itu adalah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Rainbow_Warrior&quot;&gt;Rainbow Warrior&lt;/a&gt;, kapal legendaris milik organisasi lingkungan hidup &lt;a href=&quot;#mce_temp_url#&quot;&gt;Greenpeace&lt;/a&gt;. Rainbow Warrior sengaja berlayar ke Bali untuk mengampanyekan keadilan iklim di sela Konferensi Perubahan Iklim yang digelar Perserikatan Bangsa-bangsa di Bali, 3 - 13 Desember 2007.&lt;p&gt;Sesekali senyum</description>
            <author>Kurniawan Tri Yunanto</author>
            <pubDate>Fri, 11 Jan 2008 16:11:11</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Sigid Widodo dan Para Tunaganda</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh,Hendrini-dan-Orang-orang-Terbuang-29.htmlhttp://www.vhrmedia.com/file_image/vhr-corner/inspirasi,Kaum-Muda-20.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Kita punya anak yang tidak bisa melihat sekaligus tidak bisa mendengar. Umurnya sekitar 6 tahun. Wajahnya menantang, ada bekas jahitan operasi bibir sumbing. Kalau Anda ketemu dia, saya minta temani dia selama 15 menit saja. Apa yang akan Anda lakukan selama 15 menit itu?&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kalimat itu dilontarkan Sigid Widodo saat memberikan sambutan kepada para tamu Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala di Aula Yayasan Rawinala, Sabtu akhir September 2007. Pertanyaan tersebut membuat suasana</description>
            <author>Yuliyanti</author>
            <pubDate>Fri, 09 Nov 2007 13:30:13</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Mengais Rezeki di Kuburan</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh,Mengais-Rezeki-di-Kuburan-19.html</link>
            <description>&lt;p&gt;40 tahun bekerja sebagai penjaga kuburan. Upahnya Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu per bulan. Ada juga penjaga yang penuh hura-hura.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesekali pria tua berpakaian serba hitam itu membungkukkan badan di depan nisan. Tangan keriput itu meraih kuntum-kuntum bunga kamboja yang berguguran, lalu memasukkannya ke kantong kresek bening. Kantong itu sudah hampir penuh bunga kamboja aneka warna. Rumput peking di atas makam pun dirapikannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitulah Cakra Dewinata melewati hari-harinya sebagai perawat</description>
            <author>Liza Desylanhi</author>
            <pubDate>Tue, 02 Oct 2007 14:49:18</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Sukamto dan Mimpi Sejuta Komposter </title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh,Sukamto-dan-Mimpi-Sejuta-Komposter--18.html</link>
            <description>&lt;p&gt;Dia menemukan alat pengolah sampah menjadi pupuk organik cair. Selain bertekad memproduksi sejuta unit komposter, dia juga memproduksi pupuk organik kemasan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;VHRmedia.com&lt;/strong&gt;--Sukamto Hadi Suwito dengan lincah memutar pipa pralon berdiameter 1,5 inci di bawah mesin bor. Dengung mesin bor memecah keheningan. Dalam sekejap belasan lubang kecil berjejer di seputar pipa plastik pralon sepanjang 30 cm itu.&amp;nbsp; Dia lalu meraih tong plastik berwarna biru. Setelah memberi tanda di kiri-kanannya, tangan terampil itu kembali</description>
            <author>Liza Desylanhi</author>
            <pubDate>Fri, 27 Jul 2007 17:06:05</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Di Kolong Ibu Kembar Mengajar</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh,Di-Kolong-Ibu-Kembar-Mengajar-16.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;font color=&quot;#ff0000&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sepasang saudara kembar mencurahkan hidup untuk anak-anak miskin. Mereka membangun sekolah darurat dan menyalurkan murid ke dunia kerja.&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font color=&quot;#ff0000&quot;&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Di Jakarta ini sangat sulit mencari orang seperti Sri Rosiyanti dan Sri Irianingsih. Dua perempuan kembar ini bukan hanya dermawan, melainkan juga mendedikasikan hidup untuk mengajar anak-anak miskin. &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Ibu Kembar, begitu mereka biasa dipanggil. Mereka kini berumur 57 tahun. Seperti biasanya, pekan lalu keduanya berada di Sekolah</description>
            <author>Fathiyah Wardah Alatas</author>
            <pubDate>Fri, 29 Jun 2007 16:55:20</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Pestisida Nabati &quot;Made in&quot; Subang</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/tokoh,Hendrini-dan-Orang-orang-Terbuang-29.htmlhttp:/vhr-corner/curhat,Bukan-Salah-Kartinem...-11.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Ia mengabdikan hidupnya untuk memperbaiki alam. Berjuang mengembalikan kesuburan tanah. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Kecamatan Jalan Cagak, Subang, tak ada yang tak mengenal sosok Teddy Cucu Suhaya. Pria berperawakan sedang dan berkulit hitam ini akrab dipanggil Aang. Ia penggerak petani Subang, Jawa Barat, agar ramah pada lingkungan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap hari Aang selalu ditemani rokok Minak Djinggo. Dengan sepeda motor buatan 1976 ia menyusuri jalan-jalan kampung yang becek dan curam untuk menemui para petani. Tujuannya cuma</description>
            <author>Liza Desylanhi</author>
            <pubDate>Thu, 07 Jun 2007 19:25:12</pubDate>
        </item>
    </channel>
</rss>
