<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<!-- generator="VHR Media News Centre 0.1" -->
<rss version="2.0">
    <channel>
        <title>Kisah VHR Media News Centre</title>
        <description>Kisah terkini dari VHR Media News Centre</description>
        <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah.php</link>
        <lastBuildDate>Mon, 19 Jul 2010 07:22:51</lastBuildDate>
        <generator>VHR Media News Centre 0.1</generator>
        <image>
            <url>http://www.vhrmedia.com/images/LogoVHRtest.gif</url>
            <title>VHRmedia.com logo</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com</link>
            <description>Feed provided by VHRmedia.com. Click to visit.</description>
        </image>
        <item>
            <title>Wajah Baru VHRmedia</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah,Wajah-Baru-VHRmedia-148.html</link>
            <description>&lt;p&gt;Mulai Senin 19 Januari 2009 &lt;strong&gt;VHRmedia &lt;/strong&gt;menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi &lt;strong&gt;VHRmedia &lt;/strong&gt;baru di: &lt;a href=&quot;..//&quot;&gt;http://www.vhrmedia.com//&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Redaksi &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                                          </description>
            <author>Arwani</author>
            <pubDate>Wed, 21 Jan 2009 14:24:51</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Sebuah Kamp di Bumi Serpong (2)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah,Sebuah-Kamp-di-Bumi-Serpong-(2)-147.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Warga Lengkong Gudang berjuang merebut jalan desa. Mentok di pengadilan.&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/1040044499496eb2d34f525.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 67&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;right&quot; /&gt;&lt;br /&gt;Warga kampung menilai hukum di tingkat pengadilan negeri sama sekali tidak mengedepankan rasa kemanusiaan. Hakim yang pernah melakukan &lt;em&gt;check on the spot&lt;/em&gt; (cek lokasi) sama sekali tidak mempertimbangkan keberadaan pagar durakon yang mengelilingi rumah 8 keluarga di atas tanah seluas 3.500 meter persegi itu.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Harapan warga Lengkong Gudang pupus sudah.</description>
            <author>Kurniawan Tri Yunanto</author>
            <pubDate>Thu, 15 Jan 2009 10:38:32</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Sebuah Kamp di Bumi Serpong (1)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah,Sebuah-Kamp-di-Bumi-Serpong-(1)-146.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Warga Lengkong Gudang terhimpit tembok tinggi. Dunia luar begitu jauh. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/1645224313496b009df1608.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 61&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Senyum menghiasi keseharian warga kampung Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang. Hubungan antarwarga begitu akrab. Kicau burung di rimbun pepohonan menyempurnakan damai kampung. Itu dulu, tiga tahun lalu. Kini suasana berubah. Sejak pembangunan kawasan Bumi Serpong Damai, pelan namun pasti kampung Lengkong mulai menyempit. Kedamaian mulai terkikis. &amp;quot;Kondisi di sini mulai berubah ketika</description>
            <author>Kurniawan Tri Yunanto</author>
            <pubDate>Mon, 12 Jan 2009 15:23:43</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Museum Santet</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah,Museum-Santet-145.html</link>
            <description>&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/1249715914494a08e3c56b7.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;59 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Banyak orang tak percaya santet. Tapi seorang dokter di Surabaya meyakininya ada. Museum ini adalah buktinya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;JIKA berkunjung ke museum ini, Anda pasti terperanjat. Di tempat ini Anda akan menemukan benda-benda santet dan jimat yang diyakini oleh masyarakat Indonesia memiliki kekuatan magis untuk menyakiti dan menyembuhkan. Menurut Hariyadi Soeprapto, perintis museum ini, secara rasional, santet memang tidak bisa dijelaskan. Namun, ada</description>
            <author>Yovinus Guntur Wicaksono</author>
            <pubDate>Thu, 18 Dec 2008 14:02:33</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Hilangnya Seorang Kapten (3)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah,Hilangnya-Seorang-Kapten-(3)-143.html</link>
            <description>&lt;p&gt;Kesedihan Nurhasanah kian lengkap. Empat tahun setelah Yadin hilang, suaminya meninggal. Kini dia menghabiskan waktunya dengan berjualan gado-gado di rumah mungilnya di kawasan Sunter, Jakarta Utara. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Yadin hilang di usia yang masih muda, 22 tahun. Keinginannya menjadi kapten berusaha diwujudkan dengan &amp;nbsp;belajar di Sekolah Pelayaran Menengah (SPM). Setelah lulus, anak kedua dari tiga bersaudara ini, melanjutkan kuliah di akademi maritim. Namun, keinginannya untuk berlayar tidak terbendung. Yadin memutuskan ikut berlayar</description>
            <author>Kurniawan Tri Yunanto</author>
            <pubDate>Thu, 04 Dec 2008 16:46:24</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Anak-anak Tersihir Iklan Rokok</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah,Anak-anak-Tersihir-Iklan-Rokok-142.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Tanpa peraturan, anak-anak dan remaja terjerat pesona iklan rokok. Cerdas, mahal, dan mematikan. Perlu larangan total.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LUSINAN &lt;em&gt;billboard&lt;/em&gt; meramaikan segala penjuru Jakarta. Ada yang bergambar&amp;nbsp;kelompok musik yang segera berpentas. Ada yang bertema persahabatan dengan &lt;em&gt;tagline&lt;/em&gt; &amp;quot;Nggak ada loe nggak rame&amp;quot;. Ada juga yang menyerukan kreativitas anak muda. Semuanya megah, terang, dan dijamin menarik perhatian. Tak hanya jalanan. Iklan rokok merasuki semua sudut kehidupan. Film, konser musik, majalah, televisi, semuanya dibanjiri</description>
            <author>Hari Nugroho</author>
            <pubDate>Fri, 28 Nov 2008 22:51:01</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Hilangnya Seorang Kapten (2)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah,Hilangnya-Seorang-Kapten-(2)-141.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/547851084492a4c8cb7d55.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;69 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;em&gt;Ibu korban penculikan menjadi pasien psikiater. Mencari anak hingga Taman Makam Pahlawan Kalibata.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;AWALNYA Nurhasanah mengira Yadin mampir ke rumah temannya. Namun, banyak teman anaknya itu justru menanyakan keberadaan Yadin. Bahkan, salah satu dosennya juga menanyakan keberadaannya. Pikiran sang mamak mulai kalut. Berbagai pertanyaan bermunculan dalam benaknya. Dia masih ingat perkataan polisi kepada suaminya, &amp;quot;Dia sudah dikeluarkan. Saya tidak tahu lagi.&amp;quot; &lt;/p&gt;&lt;br</description>
            <author>Kurniawan Tri Yunanto</author>
            <pubDate>Mon, 24 Nov 2008 13:12:36</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Hilangnya Seorang Kapten (1)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah,Hilangnya-Seorang-Kapten-(1)-140.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/27483992549265a8771ac1.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 65&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Empat hari lagi Yadin harus berangkat berlayar. Tawaran berlayar ke Singapura dari kakak iparnya tiba-tiba ditolak begitu saja. Demi sebuah keingingan untuk mengambil hasil ujian, tiket pesawat dikembalikan. &amp;quot;Sebentar lagi jadi kapten, Mak. Nanti Mamak aku beliin daster,&amp;quot; kata Yadin Muhidin kepada emaknya tersayang. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pengakuan itulah yang sampai saat ini belum bisa dilupakan Nurhasanah (52), ibunda Yadin. Pengakuan yang sempat dikatakan,</description>
            <author>Kurniawan Tri Yunanto</author>
            <pubDate>Fri, 21 Nov 2008 13:41:25</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Jalan-jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah,Jalan-jalan-ke-Kampung-Amrozi-(2-Habis)-139.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/3446119414923f9493a53b.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;59 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan padi. Mereka seakan tidak peduli pada kedatangan jenazah kakak beradik yang bikin heboh itu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang warga Tenggulun,</description>
            <author>Yovinus Guntur Wicaksono</author>
            <pubDate>Wed, 19 Nov 2008 17:54:34</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Jalan-jalan ke Kampung Amrozi (1)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah,Jalan-jalan-ke-Kampung-Amrozi-(1)-138.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/1270512220491d05ded5ea1.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;59 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;em&gt;Terpidana mati Bom Bali tampil di media bak martir. Namun, tetangga tidak bersimpati.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Tenggulun tiba-tiba populer. Desa kecil sekitar 30 kilometer dari kota Lamongan, Jawa Timur, itu menjadi pembicaraan nasional, bahkan dunia internasional. Untuk mencapai desa itu harus ditempuh dengan menyusuri jalan kecil nan sunyi dan berkelok. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Desa Tenggulun dihuni sekitar 3.000 jiwa. Pada musim kemarau daerah ini kering dan tandus.</description>
            <author>Yovinus Guntur Wicaksono</author>
            <pubDate>Fri, 14 Nov 2008 11:52:04</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Air Gunung Tak Mengalir Sampai Cijeruk (3, Habis)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah,air-gunung-tak-mengalir-sampai-cijeruk-(3-habis)-137.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;font&gt;&lt;font style=&quot;cursor: pointer&quot;&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/65323885849070128ba117.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;59 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;WARGA Desa Cijeruk sudah sering mengajukan protes kepada pemerintah daerah. Pejabat desa sempat melakukan survei ke beberapa kampung. Namun, perusahaan tetap menyedot air karena sudah mengantongi izin dari Pemkab Bogor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak, protes-protes warga pun sempat menjadi rusuh. Salah satu mata air di Pasir Pogor yang sudah dikomersialkan dirusak warga. &amp;quot;Paralon di putusin. Yang panjang dipotong tiga,&amp;quot; kata</description>
            <author>Yuliyanti</author>
            <pubDate>Tue, 28 Oct 2008 18:33:59</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Air Gunung Tak Mengalir Sampai Cijeruk (2)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah,Air-Gunung-Tak-Mengalir-Sampai-Cijeruk-(2)-136.html</link>
            <description>  &lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/24962105849057d94984ac.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 59&quot; height=&quot;90 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span&gt;KESULITAN mendapatkan air  juga dirasakan warga Kampung Maseng,  Desa Warung Menteng, yang berdekatan dengan Desa Salawi. Di Maseng, sawah terlihat subur, meskipun air yang mengalir ke sawah  merupakan air selokan yang keruh.  Namun untuk kebutuhan makan dan minum, warga harus  membeli air bersih dari masjid yang berlangganan air dari perusahaan air minum daerah yang jaraknya</description>
            <author>Yulianti</author>
            <pubDate>Mon, 27 Oct 2008 15:27:47</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Air Gunung Tak Mengalir Sampai Cijeruk (1)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah,Air-Gunung-Tak-Mengalir-Sampai-Cijeruk-(1)-135.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/1280277664901a23ec5992.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;59 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;em&gt;Sumber air di Gunung Salak, Jawa Barat, dikuasai perusahaan. Petani pun gagal panen.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;HARI mulai senja. Udara Desa Salaawi Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Bogor masih terasa menyengat. Suara anak-anak dan gemerisik bulir gabah di pekarangan rumah Pak Sanja masih terdengar riuh rendah. Di belakang rumahnya yang berada di sisi persawahan, Pak Sanja terlihat murung. Pasalnya hampir separuh sawah seluas 35 hektare milik warga</description>
            <author>Yuliyanti</author>
            <pubDate>Fri, 24 Oct 2008 17:03:28</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Ramadan ala BMI Hong Kong (2, Habis)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah,Ramadan-ala-BMI-Hong-Kong-(2-Habis)-134.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/21929107948d9d96fa9e09.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;60 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;BMI yang berpuasa merasa kesepian. Banyak godaan. Rindu suasana kampung.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;TAK mudah menjalankan ibadah puasa di Hong Kong, terlebih dengan status sebagai pekerja rumah tangga. Septemper ini cuaca Hong Kong tergolong panas, suhu udara mencapai 30-35 derajat Celsius. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Di luar, toko-toko dan kedai makan buka seperti biasa, tanpa penutup, bahkan toko Indonesia sekalipun. Tidak ada juga spanduk ataupun tulisan tentang anjuran</description>
            <author>Rie Rie</author>
            <pubDate>Wed, 24 Sep 2008 13:01:12</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Ramadan ala BMI Hong Kong (1)</title>
            <link>http://www.vhrmedia.com/vhr-story/kisah,Ramadan-ala-BMI-Hong-Kong-(1)-133.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; src=&quot;http://www.vhrmedia.com/file_image/29757914048d88dc919d47.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot; &quot; width=&quot; 90&quot; height=&quot;67 &quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Buruh migran di Hong Kong tetap menjalankan puasa. Ada yang sembunyi-sembunyi, ada yang dapat izin majikan. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;SITI Zulaikha, 32 tahun, buruh migran asal Indonesia yang bekerja di Shatin, Hong Kong, selama 3,5 tahun, setiap pagi berbelanja untuk majikan. Bulan Ramadan ini berat keranjang belanjaannya pun masih sama dengan bulan-bulan lalu. Juga ragam barang belanjaan yang dibeli. Daging babi masih tetap masuk</description>
            <author>Rie Rie</author>
            <pubDate>Tue, 23 Sep 2008 13:24:57</pubDate>
        </item>
    </channel>
</rss>
