| 21 November 2008 |
Artikel
Pekan ASI Sedunia
Menyusui, Memberikan Kasih dan Hak Bayi
4 Agustus 2008 - 17:43 WIB
Yolanda Desvira Dewi
ASI mulai dilupakan. Susu formula menggantikan kerepotan ibu.
Asap knalpot dan terik matahari tidak menyurutkan langkah saya ke Bulungan, Jakarta Selatan, pada 2 Agustus. Dengan menggendong bayi sehat berbobot 6 kg, saya bersemangat mengikuti acara tersebut. Hari itu kami mau menghadiri acara yang diadakan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) untuk memeriahkan Pekan ASI Sedunia tanggal 1 hingga 7 Agustus.
Kami melangkah tergesa menuju Gelanggang Remaja Bulungan. Ketika sampai di gerbang, kami disambut pemandangan bayi-bayi sehat dan montok. Setelah registrasi ulang, kami masuk ke auditorium berkapasitas 350 orang tersebut. Saya dan pasangan duduk terpisah. Panitia memang sengaja memisahkan ibu menyusui dengan pendamping. Hal tersebut merupakan simbol dukungan terhadap ibu. Sesama ibu menyusui yang duduk berdampingan bisa saling bertukar pikiran dan mendukung untuk tetap menyusui. Sementara pendamping, pasangan atau orang tua atau mertua atau tante atau babysitter, juga bisa bertukar pikiran dengan teman sebelahnya. Pendamping bisa saling menyemangati untuk terus mendukung ibu yang menyusui.
Saya dan pasangan menempati tempat yang disediakan panitia. Saya berkenalan dan ngobrol dengan ibu di sebelah kanan dan kiri saya. Acara molor dari waktu yang ditentukan karena kendala teknis. Tangisan, jeritan, serta teriakan bayi dan balita sahut-sahutan meramaikan suasana.
Acara puncak yang dinanti-nanti tiba. Sebanyak 215 ibu menyusui bayi masing-masing selama satu menit. Kegiatan ini tentu saja tidak menjurus pada pornografi atau pornoaksi. Karena setiap ibu dibekali apron atau celemek oleh panitia untuk menutupi buah dadanya.
Setiap tahun tema yang dipilih dalam peringatan pekan penyusui selalu berbeda. Tema tahun ini "Mother Support: Going for the Gold!" Maksud tema ini mendukung ibu untuk memberikan ASI ekslusif kepada bayinya selama 6 bulan, memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang berkualitas, dan terus memberikan ASI sampai bayi usia 2 tahun atau lebih.
AIMI yang juga anggota World Alliance Breatfeeding Action tidak mau ketinggalan. Mereka mengadakan acara "Menyusui Serentak Ibu Indonesia" pada Sabtu 2 Agustus 2008 di Auditorium Gelanggang Remaja Bulungan.
Iniasiasi Menyusui Dini
Talkshow mengenai pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pun dibahas. Dr Utami Roesli SpA, MBA, IBCLC, pakar ASI, mengatakan IMD bisa mengurangi tingkat kematian ibu akibat perdarahan dalam proses persalinan. Sebab, tubuh ibu merupakan inkubator alami bagi bayi. Apabila pada saat IMD tubuh bayi kedinginan, suhu tubuh ibu akan naik 2 derajat Celcius. Apabila tubuh bayi kepanasan, suhu tubuh ibu akan menurun 1 derajat Celcius.
Tuhan sudah mengatur si ibu yang akan membawa si bayi beradaptasi dengan bayinya. Inisiasi menyusui dini merupakan proses alami yang seharusnya dilakukan setelah seorang ibu melahirkan bayinya. Semua itu makin menyadarkan bahwa menyusui adalah hak bayi yang wajib dipenuhi ibu.
Pada acara itu model Tiara Lestari menuturkan pengalamannya. Tiara yang seorang model masih bisa melakukan IMD, meskipun melahirkan dengan operasi caesar. Saya merinding sekaligus terharu menyaksikan rekaman video Tiara. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
- Kejagung Upayakan PK Perkara PT Timor 21 November 2008 - 11:20 WIB
- Operasi Preman Sia-sia, Rendahkan Martabat21 November 2008 - 10:36 WIB
- PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban20 November 2008 - 14:25 WIB
- Pendaftaran Komisi Informasi Kurang Diminati20 November 2008 - 11:10 WIB
- Lembaga Publik Harus Sediakan Informasi On Line19 November 2008 - 16:14 WIB
Kisah Terkait
- Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)19 November 2008 - 17:54 WIB
- Ramadan ala BMI Hong Kong (2, Habis)24 September 2008 - 13:1 WIB
- Ramadan ala BMI Hong Kong (1)23 September 2008 - 13:24 WIB
- Monumen Proklamasi yang Merana15 Agustus 2008 - 12:49 WIB
- Rumah Kenangan19 Mei 2008 - 11:9 WIB
Artikel Terkait
- Pengorganisasian Rakyat Ala Obama14 November 2008 - 12:28 WIB
- Hari Antipenyiksaan: Menghapus Budaya Menyiksa26 Juni 2008 - 9:53 WIB
- Mengenang Para Martir Perubahan15 Mei 2008 - 13:0 WIB
- Antara Ronodipuro dan Soeharto 29 Januari 2008 - 12:22 WIB
- Penyelewengan Polisi dalam Demokrasi 17 Desember 2007 - 11:28 WIB
Agenda
Berita Terkini
RUU Susduk Belum Maksimal Bahas Kewenangan DPR & DPD
21 November 2008 - 14:6 WIB
Perlindungan Ekosistem Laut Belum Maksimal
21 November 2008 - 14:1 WIB
DPRD Surabaya Usul Insentif bagi Penjaga Makam
21 November 2008 - 13:24 WIB
Kejagung Upayakan PK Perkara PT Timor
21 November 2008 - 11:20 WIB
Operasi Preman Sia-sia, Rendahkan Martabat
21 November 2008 - 10:36 WIB
Bingkai
Agar Nyanyi Tak Lagi Sumbang
3 November 2008 - 17:10 WIB
Cerita soal mewahnya rasa aman. Salah bicara, leher taruhannya.
Belakangan koran dan televisi dipenuhi berita pembunuhan keji. Dari cerita soal jasad pria tak dikenal ditemukan terpotong-potong di bus hingga bekas suami yang gila membunuh istri hanya karena sang istri mengubah status
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Suara Sebelumnya
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







