Voice of Human Rights News Center

English English 03 September 2010  

            Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com   

 

Cakrawala

Film "Maaf, Saya Menghamili Istri Anda"

Panggung Sandiwara Tanpa Logika

Rosmi Julitasari S

Judul lagu grup musik lawas Godbless itu rasanya pas untuk menggambarkan film ini. Panggung sandiwara inilah yang dilakoni tokoh Dibyo yang memiliki banyak identitas, mulai dari bintang film terkenal, guru akting, hingga orang Batak bernama John (padahal dia orang Jawa).

 

Lakon yang ia perankan untuk mengatasi kesulitan hidup malah menjerumuskannya ke berbagai masalah. Dibyo menghamili Mira, istri Lamhot Simamora. Saat berusaha menjadi gentleman, mengatakan baik-baik apa yang telah terjadi, Dibyo malah terjebak bentrokan antargang Batak dan Timor yang melibatkan Simamora. Masalah Dibyo bertambah karena dipaksa menikahi Butet, adik Lamhot, "hanya" karena ketahuan tidur bareng.

 

Monty Tiwa, sang penulis cerita film ini, rupanya hendak mengangkat berbagai permasalahan di masyarakat melalui tokoh yang diperankan Ringgo Agus Rahman. Dibyo yang pengangguran amat terobsesi menjadi bintang peran terkenal. Nasib baik yang tak pernah berpihak membuatnya terus menganggur dan hanya sempat menjadi pemain figuran. Selebihnya, tak ada uang, bahkan untuk membayar sewa kamar. Permasalahan terus digulirkan. Konflik horizontal antarsuku yang berdasar pada ekonomi (perebutan lahan parkir) menggeser permasalahan utama di film ini.

 

Jenis Film: Drama/Comedy
Pemain: Ringgo Agus Rahman, Mulan Kwok, Shanty, Eddie Karsito, M. Miftahur Rizky
Sutradara: Monty Tiwa
Penulis: Monty Tiwa
Produser: Novi Christina &

Rudi Soedjarwo
Produksi: Sinemart Pictures

Kegetiran yang menimbulkan tawa adalah kesan yang disampaikan film produksi Sinemart Pictures ini. Untuk sekadar hiburan, tanpa perlu mencerna apa-apa, bolehlah. Namun, konflik yang dibangun, nyatanya tidak masuk akal. Bagaimana mungkin Mira, seorang anak rektor universitas terkenal, eksekutif muda pula, bisa menikah dengan Lamhot Simamora, yang preman pengangguran?

 

Sang penulis rupanya tidak melakukan riset mendalam saat menggambarkan adat suku Batak. Hubungan antarmarga yang digambarkan begitu feodal, berlainan dengan kenyataan hubungan berdasarkan partuturon (silsilah keluarga). Sikap Butet (adik Lamhot) yang mengancam pedagang sayur hanya karena harga telur pun terlalu berlebihan. Sulit dicerna akal sehat, bahkan oleh perempuan Batak mana pun.

 

Akting yang hambar, kurangnya pengembangan karakter oleh para pemain, adegan kekerasan yang berlebihan, dan seting tempat yang tidak pas terasa sekali di film ini. Monty Tiwa perlu melakukan pembenahan sana-sini untuk filmnya yang akan datang. Dan Monty Tiwa bisa jadi menghadapi kegetiran yang sama dengan Dibyo: protes keras dari marga Simamora.

 

Dan panggung sandiwara pun terus bergulir...

©2010 VHRmedia.com


Kisah Terkait

Arsip Kisah »

Artikel Terkait

    Tidak ada data 5 Artikel terkait

Arsip Artikel »



Berita Terkini

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:20 WIB

Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM

16 Januari 2009 - 23:54 WIB

Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid

16 Januari 2009 - 21:33 WIB

Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror

16 Januari 2009 - 21:15 WIB

LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III

16 Januari 2009 - 21:4 WIB

Arsip Berita »

Bingkai

Tumbal-tumbal Krisis

31 Desember 2008 - 17:12 WIB

Mereka yang tumbang paling awal. Dan bangkit paling akhir.


 Prasetyo tidak pernah menyangka rontoknya pasar saham Wall Street di Amerika Serikat akan menjungkalkan periuk nasi keluarganya. Dia juga tidak pernah percaya anjloknya harga saham bernilai miliaran dolar di tempat nun jauh di

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Tidak ada data 5 Berita terpopuler

Arsip Berita »

Suara Sebelumnya

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Suarakan pendapat anda »

Foker Papua