Voice of Human Rights News Center

English English 21 November 2008  

 

Berita

Pidato Presiden tentang RAPBN 2009

Anggaran Pendidikan Utamakan Gaji Guru

Hervin Saputra

 VHRmedia, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat minta pemerintah mengutamakan peningkatan gaji guru dan beasiswa dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2009 untuk pendidikan.


Hal itu dikatakan anggota Fraksi Partai Amanat Nasional Drajad Wibowo, menanggapi janji pemerintah menaikkan anggaran pendidikan dari APBN 2009 sebesar 20% sesuai Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional.


Peningkatan alokasi pos anggaran untuk gaji guru harus disertai antisipasi praktik korupsi. Sebab, peningkatan anggaran ini adalah lonjakan drastis bagi Departemen Pendidikan Nasional. "Lonjakan anggaran yang drastis biasanya menggoda orang untuk korupsi," kata Drajad Wibowo seusai pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang RAPBN 2009 pada Rapat Paripurna DPR, Jumat (15/8).


Drajad mengimbau pemerintah mengurangi pelaksanaan proyek pendidikan yang rentan korupsi. Dia mengusulkan Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengawasi penggunaan anggaran pendidikan. "BPKP selama ini belum diberdayakan maksimal," katanya.


Pada Sidang uji UU APBN di Mahkamah Konstitusi, Rabu (13/8), pemerintah diputus melanggar konstitusi karena hanya mengalokasikan 15,6% anggaran APBN 2008 untuk pendidikan. Padahal dalam UU Sisdiknas disebutkan pemerintah wajib mengalokasikan 20% anggaran APBN untuk sektor pendidikan.


Dalam pidatonya di DPR, Presiden Yudhoyono menyatakan akan menaikkan anggaran APBN 2009 untuk pendidikan menjadi Rp 200,3 triliun. "Kenaikan tersebut digunakan antara lain untuk rehabilitasi gedung sekolah dan membangun ribuan sekolah baru."


Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, Rp 10 triliun dari peningkatan anggaran pendidikan akan diserap untuk gaji guru di bawah Depdiknas. Dana tersebut akan disalurkan melalui pemerintah daerah.


Anggota Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menilai Presiden Yudhoyono tidak jujur dalam pidato kenegaraannya, karena tidak membeberkan jumlah utang negara yang harus diselesaikan. Dia juga mengkritik pernyataan Presiden yang menyebutkan kenaikan gaji guru tahun 2008 mencapai Rp 1.000.000. "Gaji guru dinaikkan 1 juta, tapi inflasinya sampai 11 persen. Sama saja tidak terjangkau!" katanya. (E1)

 

Foto: Demo guru se-Jawa Barat di depan gedung DPR, 28 Februari 2008 (VHRmedia/Liza Desylanhi)   

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


2 Komentar

  1. Rohmad
    17 September 2008 pukul 9:50

    Gaji guru dinaikkan ? ah.. masa ? pertanyaan yang pasti muncul dikalangan guru itu sendiri. apa pasalnya ? kenaikan fungsional yang 100 ribu perbulan saja untuk kabupaten Semarang sampai saat ini belum ada kabar pasti kapan pencairannya. pada hal kabupaten/daerah lain sudah pada terima. yang lambat itu yang buat daftar gaji atau yang tukang bayar sih ? atau ya kedua-duanya ya ?

  2. Ananta Anak Guru
    6 Oktober 2008 pukul 17:19

    Presiden, Anggota Dewan, dan Bapak Ibu Berdasi lainnya hebat karena Mereka yang kini kesejahteraannya tak terjamin!!!

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Operasi Preman Sia-sia, Rendahkan Martabat

21 November 2008 - 10:36 WIB

Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua