Voice of Human Rights News Center

English English 11 Maret 2010  

            Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com   

 

Berita

75% Kasus Pemerkosaan di Jatim Menimpa Anak

Yovinus Guntur Wicaksono

VHRmedia, Surabaya - Selama Januari - Oktober 2008 terjadi 217 kasus pemerkosaan di Jawa Timur. Dari jumlah itu, sekitar 75% pemerkosaan terjadi pada anak-anak.


Hal itu dikatakan Erma Susanti, Koordinator Samitra Abhaya-Kelompok Perempuan Pro Demokrasi, di Surabaya, Kamis (27/11). Menurut Erma, pelaku pemerkosaan terhadap anak biasanya orang dekat korban seperti teman sebaya, tetangga, atau saudara.


Kasus pemerkosaan yang terjadi pada anak disebabkan perilaku orang dewasa yang kerap memanfaatkan anak-anak. Penyebab lainnya adalah adanya penyimpangan seksual yang cenderung menyukai anak-anak (pedofilia). "Dalam kasus yang terjadi, para pelaku sering mengiming-imingi korban dengan uang. Tidak itu saja, korban juga sering dijanjikan sesuatu. Tempat kejadian, terbanyak terjadi di rumah pelaku," katanya.


Erma Susanti mengaku kecewa atas sikap pemerintah Jawa Timur yang tidak memberikan dukungan terhadap lembaga perlindungan anak. Dia menilai substansi isi paket peraturan antikekerasan tidak mampu mengurangi terjadinya praktik kekerasan. "Dalam KUHP disebutkan, pelaku dapat disebut melakukan pemerkosaan apabila melakukannya menggunakan alat kelamin. Bila dilakukan dengan alat ataupun tangan hanya dinyatakan sebagai pencabulan. Seharusnya, dengan tangan ataupun alat kelamin, semuanya dikategorikan tindakan perkosaan," ujarnya.


Di tempat terpisah, Perwira Unit Penyidik Pelayanan Perempuan dan Anak Polda Jatim Ajun Komisaris Polisi Nunuk Sundarwarti mengakui tidak semua jajaran kepolisian memiliki pelayanan penanganan anak korban kekerasan. Jajaran kepolisian yang belum memiliki pelayanan ini dapat melimpahkan kasus yang ditangani ke polres terdekat, sedangkan visum dapat dilakukan di Polda Jatim. (E1)

©2010 VHRmedia.com


Berita Terkait


3 Komentar

  1. teresa maria
    29 Desember 2008 pukul 13:10

    kasihan ya anak-anak kecil yang menjadi korban pemerkosaan, anak-anak tersebut akan menyesal seumur hidup mereka dan mereka pasti merasa malu hidup didunia ini kasihan ya mereka, mudah-mudahan pemerintah bisa memperkuat lembaga-lembaga perlindungan anak utuk bisa membantu anak-anak yang tertimpa bencara seperti ini.

  2. aston daaman
    19 Februari 2009 pukul 14:2

    harapan saya agar diberantas hal yang menyangkut porno karna lewat dari itu mereka akan mencoba yang pastinya awal mereka tidak tahu jadi sebaiknya bagi yang merasa prihatin kita mulai saat sekarang siapapun dia harus melarang hal yang seperti diatas agar anak kita akan datang tidak di penuhi trauma ,melaikan ketenangan hidup

  3. aston daaman
    19 Februari 2009 pukul 14:15

    sudah selayaknya bagi yang berwajib menindak pelaku mungkin lewat dari hukuman yang setimpal itulah yang membuat ia takluk ,karna manusia masa kini lebih memandang yang terpenting bukan lagi melakukan yang terbaik bagi sesama manusia melaikan berusaha menjerumuskan orang yang tidak mempunyai cela ,akhirnya korban terkadang malu depresi ,taruma bahkan gila terkadang bunuh diri karna tidak sanggup menerima kenyataan yang menjanjikan suramya masa depan ,mari sudah saanya kita mendukung mereka yang tertimpa bukan bantuan materi melaikan Doa agar mereka tetap tegar menerima nya Semoga Tuhan Memberkati AMIN

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:20 WIB

Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM

16 Januari 2009 - 23:54 WIB

Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid

16 Januari 2009 - 21:33 WIB

Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror

16 Januari 2009 - 21:15 WIB

LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III

16 Januari 2009 - 21:4 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:24 WIB

Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//


Redaksi

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Tidak ada data 5 Berita terpopuler

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua