| 03 September 2010 |
Berita
DIY Rancang Perda Gelandangan & Pengemis
Anak Jalanan Bukan Sampah Masyarakat
16 April 2008 - 11:3 WIB
Reza Yunanto
VHRmedia.com, Jakarta - Ratusan anak jalanan menolak rencana pengesahan Rancangan Peraturan Daerah Penanganan Gelandangan, Pengemis dan Perlindungan Anak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka menolak dianggap sebagai sampah masyarakat.
Koordinator Gerakan Kaum Jalanan Merdeka, Anto Maryanto, yang memimpin aksi di kantor DPRD Yogyakarta, Selasa (15/4), menyatakan unjuk rasa dipicu kabar bahwa DPRD akan segera mengesahkan Raperda Penanganan Gelandangan dan Pengemis. Raperda itu akan menjadi pembenaran bagi pemerintah daerah untuk melakukan kekerasan terhadap anak jalanan yang dianggap sampah masyarakat. "Kami menolak dianggap sampah masyarakat," katanya.
Menurut Anto, salah jika pemerintah daerah menangani orang miskin dan gelandangan di jalan-jalan Yogyakarta dengan cara diskriminatif. Dia menduga raperda itu hanya latah meniru perda serupa yang diberlakukan di Provinsi DKI Jakarta. "Kami (gelandangan dan pengemis) juga punya hak. Kami juga warga negara yang dilindungi undang-undang," ujarnya.
Dalam unjuk rasa itu para anak jalanan dari berbagai profesi, seperti pengamen, pengemis, dan gelandangan itu membawa belasan spanduk berisi penolakan Raperda Penanganan Gelandangan dan Pengemis. Spanduk itu antara lain bertuliskan "Kami Juga Butuh Makan", "Satpol PP Sok Eksyen", dan "Kami adalah Korban Kekerasan".
Mereka khawatir pemberlakuan raperda itu menjadi alasan Pemprov Yogyakarta menangkapi anak jalanan. "Kami kan cari uang, bukan kriminal! Kalau kami dianggap sampah masyarakat karena dekil begini, ya namanya juga anak jalanan," kata Gandung, remaja pengamen yang sering mangkal di Stasiun Tugu.
Setelah sekitar 1 jam menggelar aksi di kantor DPRD Yogyakarta, para anak jalanan itu ditemui seorang anggota DPRD dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Anggota Dewan itu berjanji menyampaikan aspirasi para pengunjuk rasa dalam rapat pembahasan raperda tersebut. (E1)
©2010 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
15 Januari 2009
Caleg & Capres Tak Peduli Korban Lapindo -
13 Januari 2009
AJI & MA Sepakat soal Penanganan Kasus Pers -
5 Januari 2009
Kejagung Punya 38 Rekening Liar & 14 Titipan -
31 Desember 2008
JAM Pidsus: PT SRD Jangan Beropini Menyesatkan -
23 Desember 2008
Pengungsi Anak di Yunani Rentan Penyiksaan
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:20 WIB
Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM
16 Januari 2009 - 23:54 WIB
Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid
16 Januari 2009 - 21:33 WIB
Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror
16 Januari 2009 - 21:15 WIB
LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III
16 Januari 2009 - 21:4 WIB
Kisah
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:24 WIB
Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//
Redaksi
Berita Terpopuler
Tidak ada data 5 Berita terpopuler
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







