Voice of Human Rights News Center

English English 07 Oktober 2008  

 

Berita

Kasus Suap Korupsi BLBI

Artalyta Merasa Jadi Korban Jaksa Urip

Wahyu Arifin

 VHRmedia.com, Jakarta - Artalyta Suryani, terdakwa pemberi suap terhadap jaksa Kejaksaan Agung, menyesal memberikan uang kepada jaksa Urip Tri Gunawan. Makelar perkara itu merasa menjadi korban kebohongan Urip Tri Gunawan.

 

Hal itu terungkap dalam sidang kasus suap Artalyta Suryani di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (30/6). Dalam sidang itu majelis hakim yang dipimpin Mansyurdin Chaniago memperdengarkan rekaman pembicaraan telepon Artalyta dengan perempuan bernama Fem.

 

Dalam rekaman pembicaraan itu Artalyta sempat menyebutkan PT Nusa Mineral Utama yang kasusnya diputus bebas Mahkamah Agung. Ketika ditanya oleh hakim apakah Artalyta berprofesi sebagai makelar perkara, orang dekat Sjamsul Nursalim (tersangka korupsi BLBI) ini terlihat kesal. "Saya bukan pengurus perkara. PT Nusa Mineral Utama itu milik saya. Tidak ada kaitannya dengan masalah ini," katanya.

 

Hakim anggota Andi Bakhtiar terus mencecar dengan pertanyaan soal profesi Artalyta sebagai makelar perkara. "Saudari cukup bilang ya atau tidak.Tadi saya tanya pekerjaan Saudari selain ibu rumah tangga apa? Saudari tidak menjawab pengusaha. Dan saya tanya lagi Saudari pengurus perkara? Bukan. Cukup jawab ya atau tidak," ujar Andi.

 

Andi Bahktiar kemudian memperdengarkan rekaman perbincangan telepon Artalyta dengan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Dalam perbincangan itu terdengar Artalyta mengaku baru saja mengurus kasus BLBI. "Teman saya kan banyak, Yang Mulia. Mungkin saja kebetulan dia (Ketua PN Jakbar) menelepon saya dan saya jawab seadanya," jawab Artalyta.

 

Otto Cornelis Kaligis, pengacara Artalyta, berpendapat proses pengadilan sudah tidak jelas. Dia melihat banyak indikasi kepentingan dalam kasus ini. "Masak, hanya berdasarkan rekaman pembicaraan di telepon seseorang bisa divonis bersalah? Sial sekali orang yang mengangkat telepon dan berbicara dengan seseorang yang terkena kasus, tanpa tahu masalahnya," ujarnya. (E1)

 

Foto: VHRmedia.com/ Wahyu Arifin

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Jimly: Negarawan Jangan Jadi Politisi

7 Oktober 2008 - 18:29 WIB

Warga Taman BMW Bertahan

7 Oktober 2008 - 17:46 WIB

11 Parpol Tak Penuhi Kuota Caleg Perempuan

7 Oktober 2008 - 16:59 WIB

ASEAN Siapkan Aturan Perlindungan Buruh Migran

7 Oktober 2008 - 16:11 WIB

Komnas HAM: Stop Diskriminasikan Warga Miskin

7 Oktober 2008 - 15:42 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Ramadan ala BMI Hong Kong (2, Habis)

24 September 2008 - 13:1 WIB

 BMI yang berpuasa merasa kesepian. Banyak godaan. Rindu suasana kampung.


TAK mudah menjalankan ibadah puasa di Hong Kong, terlebih dengan status sebagai pekerja rumah tangga. Septemper ini cuaca Hong Kong tergolong panas, suhu udara mencapai 30-35 derajat Celsius.


Di luar, toko-toko

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Penumpang Kereta Bekasi-Jakarta Membeludak

2 Oktober 2008 - 14:29 WIB

Lebaran Pluralis di Kalimalang

1 Oktober 2008 - 11:16 WIB

Arus Mudik Berlanjut Hingga Hari Ini

2 Oktober 2008 - 13:2 WIB

Bom Bunuh Diri Terus Terjadi di Irak

2 Oktober 2008 - 14:47 WIB

Pengesahan RUU MA Hari Ini Batal

6 Oktober 2008 - 12:32 WIB

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua