Voice of Human Rights News Center

English English 07 Januari 2009  

            VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.    

 

Berita

Korupsi Bank Indonesia

Aulia Pohan Mengaku Siap Jalani Sidang

Kurniawan Tri Yunanto

 VHRmedia, Jakarta - Bekas Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan yakin tidak terlibat korupsi aliran dana BI yang merugikan negara Rp 100 miliar. Dia mengaku siap menjalani persidangan.


Safardi, kuasa hukum Aulia Pohan, mengatakan kliennya dicecar 15 pertanyaan seputar keputusanya ketika menjabat Deputi Gubernur BI. "Kalau beliau kan tataran kebijakan. RDG (rapat dewan gubernur) itu kan kebijakan BI. RDG itu niatnya baik dan tidak ada niat merugikan negara," kata Safardi seusai mendampingi Aulia Pohan yang diperiksa selama 6 jam di KPK, Senin (3/11).


Aulia Pohan tidak mau berkomentar soal pemeriksaan itu. Dia hanya mengaku siap menjalani seluruh prosedur pemeriksaan sampai pengadilan. "Saya akan ikuti semua prosedur sampai persidangan. Mengenai materi pemeriksaan, silahkan tanya humas KPK," ujarnya.


Aulia Pohan keluar dari gedung KPK pukul 16.20. Sepuluh menit kemudian tiga tersangka lainnya, bekas Deputi Gubernur BI Taslim Tajudin, Maman Sumantri, dan Bun Bunan Hutapea, juga keluar dari gedung pemberantas korupsi itu.


Ketiganya tidak mengeluarkan pernyataan terkait materi pemeriksaan. Menurut Amir Kariatin, kuasa hukum Maman Sumantri, pemeriksaan kliennya masih seputar konfirmasi keterangan ketika menjadi saksi. "Masih masalah persoalan hukum dan belum masuk substansi. Misalnya soal jabatan dan kaitan dengan yayasan. Belum tahu pemeriksaan berikutnya," katanya.


Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, empat bekas petinggi BI ini datang ke KPK menggunakan mobil dinas milik Bank Indonesia. Alasannya, pemanggilan pemeriksaan ditujukan pada Direktorat Hukum BI. Para tersangka akan menjalani pemeriksaan lanjutan Senin pekan depan. (E1)

Foto: VHRmedia/Kurniawan Tri Yunanto

©2009 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Menlu: Bebasnya Muchdi Tak Coreng Indonesia

7 Januari 2009 - 10:48 WIB

Pertamina Kembali Telantarkan Eks Karyawan

7 Januari 2009 - 10:22 WIB

Hakim Agung Harus Kaji Logika Intelijen

7 Januari 2009 - 10:1 WIB

Indonesia Desak PBB Keluarkan Resolusi

6 Januari 2009 - 16:51 WIB

Pertamina Salahkan Pergantian Sistem

6 Januari 2009 - 16:23 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Museum Santet

18 Desember 2008 - 14:2 WIB

 Banyak orang tak percaya santet. Tapi seorang dokter di Surabaya meyakininya ada. Museum ini adalah buktinya.


JIKA berkunjung ke museum ini, Anda pasti terperanjat. Di tempat ini Anda akan menemukan benda-benda santet dan jimat yang diyakini oleh masyarakat Indonesia memiliki kekuatan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua