Voice of Human Rights News Center

English English 07 Januari 2009  

            VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.    

 

Berita

Australia Kecam Perburuan Paus oleh Jepang

Yolanda Desvira Dewi

VHRmedia, Canberra - Pemerintah Australia akan menginvestasikan US$ 3,87 juta untuk penelitian paus yang tidak membahayakan populasi hewan langka tersebut. Australia memprotes perburuan paus yang dilakukan Jepang dengan alasan penelitian.


Pemerintah Australia, Senin (17/11), menyatakan akan memulai investasi penelitian paus ramah lingkungan, sebelum musim perburuan dimulai. Australia mendesak Jepang menghentikan perburuan paus tahunan.


Australia akan menginvestasikan dana untuk survei aerial, label satelit, dan studi genetik paus. Menteri Lingkungan Australia Peter Garret mengatakan, peneliti tidak perlu menggunakan tombak granat untuk membunuh paus dan mengambil sampel jaringan. Garrret yakin manusia tidak perlu membunuh paus untuk dapat mengerti pola hidup mereka.


Fisheries Agency Jepang memperkirakan 935 paus minke dan 50 sirip ikan akan ditangkap pada musim perburuan kali ini. Reuters melansir, pembunuhan paus yang dilakukan pemerintah Jepang di bawah program ilmiah yang mengklaim menyediakan data krusial populasi, kebiasaan makan, dan migrasi paus di laut dekat Antartika dan Samudera Pasifik sebelah utara.


Perburuan paus tersebut diizinkan oleh International Whaling Commission (lembaga konservasi paus). Namun, penentang perburuan paus yang dilakukan Jepang, termasuk Australia dan Selandia Baru, menyatakan perburuan paus dilakukan untuk tujuan komersial. Daging paus dijual untuk bahan makanan dan berakhir di restoran.


Bangsa Jepang memburu paus selama berabad-abad dan mulai memakan daging paus secara luas setelah Perang Dunia II. Jepang menghentikan perburuan paus sejak dilarang tahun 1986, namun melanjutkan membunuh hewan ini dengan alasan penelitian pada tahun berikutnya. (E1)

©2009 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

6.000 Pekerja Tanjung Perak Terancam PHK

7 Januari 2009 - 11:52 WIB

Menlu: Bebasnya Muchdi Tak Coreng Indonesia

7 Januari 2009 - 10:48 WIB

Pertamina Kembali Telantarkan Eks Karyawan

7 Januari 2009 - 10:22 WIB

Hakim Agung Harus Kaji Logika Intelijen

7 Januari 2009 - 10:1 WIB

Indonesia Desak PBB Keluarkan Resolusi

6 Januari 2009 - 16:51 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Museum Santet

18 Desember 2008 - 14:2 WIB

 Banyak orang tak percaya santet. Tapi seorang dokter di Surabaya meyakininya ada. Museum ini adalah buktinya.


JIKA berkunjung ke museum ini, Anda pasti terperanjat. Di tempat ini Anda akan menemukan benda-benda santet dan jimat yang diyakini oleh masyarakat Indonesia memiliki kekuatan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua