| 21 November 2008 |
Berita
BMI Minim Perlindungan, BNP2TKI Dipertanyakan
19 September 2008 - 18:50 WIB
Kurniawan Tri Yunanto
VHRmedia, Jakarta - Migrant Justice mengecam sikap pemerintah yang getol menempatkan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, namun mengesampingkan perlindungan terhadap mereka.
Dalam unjuk rasa di depan Istana Negara, Jumat (19/9), koordinator kampanye Migran Justice Tajudin Kabbah mengatakan, perlindungan terhadap buruh migran harus diutamakan. Sumbangan pejuang devisa tersebut untuk kesejahteraan negara sudah selayaknya diganjar pelayanan dan perlindungan yang memadai.
Berdasarkan data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) terdapat 6 juta buruh migran Indonesia yang tersebar di 41 negara menghidupi 5 anggota keluarga di tanah air. Artinya kehidupan 30 juta warga negara bergantung dari keringat buruh migran. "BNP2TKI hanya memburu kuota, tanpa mengatur mekanisme penempatan yang jelas," kata Tajudin.
Menurut dia, BNP2TKI setiap hari mendapat Rp 25 juta dari hasil memeras BMI. Sebanyak 80% BMI yang pulang melalui Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta dimintai uang oleh sopir angkutan BNP2TKI di luar ongkos resmi. Besaran pungutan liar itu Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per orang.
Para pengunjuk rasa menuntut pemerintah serius melindungi BMI. Penganiayaan dan diskriminasi terhadap BMI tidak pernah direspons serius oleh pemerintah. "Kami meminta perlindungan itu dimulai dari prapemberangkatan, saat bekerja, hingga pulang ke tanah air," kata Tajudin.
Pemerintah juga didesak meratifikasi Konvensi 100/1990 tentang Perlindungan Buruh Migran dan meninjau keberadaan BNP2TKI. "Kami meminta dibentuk komisi nasional perlindungan TKI," ujar Tajudin Kabbah. (E1)
Foto: VHRmedia/ Dian Ali Rachman
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
29 Oktober 2008
Paspor Geometrik Tak Jamin Perlindungan BMI -
22 Oktober 2008
Pemkot Semarang Rahasiakan Usulan UMK -
13 Oktober 2008
Anggaran Pengelolaan Lingkungan Jatim Minim -
10 Oktober 2008
Kualitas Calon Hakim Agung Dipertanyakan -
26 September 2008
RUU Pornografi Minim Perlindungan Anak
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







