Voice of Human Rights News Center

English English 21 November 2008  

 

Berita

Konsultasi Pansus Hak Angket BBM DPR

BPK Diminta Tak Hanya Audit Gas Tangguh

Hervin Saputra

VHRmedia, Jakarta - Panitia Khusus Hak Angket Bahan Bakar Minyak Dewan Perwakilan Rakyat mengusulkan Badan Pemeriksa Keuangan tidak hanya mengaudit penjualan gas Tangguh. BPK juga diharapkan memeriksa 54 kontrak lain yang perlu diperjelas cara penghitungannya.

Usulan tersebut dilontarkan Tjatur Sapto Edy, anggota Pansus dari Fraksi Partai Amanat Nasional, pada rapat konsultasi Pansus Hak Angket BBM dengan BPK di gedung DPR, Rabu (3/9). "Saya minta BPK menyampaikan ke publik, jangan hanya Tangguh. Tangguh ini cuma satu," ujarnya.

Menurut dia, pemerintah mengakui 54 dari 72 kontrak berpotensi merugikan negara seperti kontrak gas Tangguh yang dijual ke China. Dia berharap audit BPK yang akan disampaikan ke publik dapat menyelamatkan penerimaan negara ketimbang yang  sudah diamankan saat ini.

Tjatur juga menyayangkan adanya unsur politis dalam pemunculan isu gas Tangguh. Dia mengingatkan pemerintah saat ini tidak perlu menyalahkan pemerintahan sebelumnya yang meneken kontrak gas Tangguh. "Nggak usah saling menyalahkan, tapi sama-sama mendorong penerimaan negara lebih besar," ujarnya.

Ketua BPK Anwar Nasution mengatakan tidak memberikan rekomendasi kepada Pansus Hak Angket BBM mengenai pihak yang akan dipanggil untuk penyelidikan. BPK hanya memberikan rekomendasi agar kontrak tersebut ditinjau ulang. Apalagi, produksi gas Tangguh baru dimulai akhir tahun ini. "Audit BPK melihat bagaimana kontrak kok begini. Kenapa harga jual Tangguh (internasional) lebih murah daripada (harga jual gas) untuk rakyat miskin di negara sendiri?"

Mengenai potensi kerugian negara akibat kontrak gas Tangguh, Anwar Nasution belum bisa memastikan. Menurut dia, perkiraan potensi kerugian negara tergantung harga minyak dunia. Padahal, sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla menduga negara berpotensi rugi Rp 700 triliun akibat penjualan gas Tangguh. "Tergantung Jusuf Kalla mengasumsikan harga minyak. Harga minyak bisa naik bisa turun, kan," katanya. (E4)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

DPRD Surabaya Usul Insentif bagi Penjaga Makam

21 November 2008 - 13:24 WIB

Kejagung Upayakan PK Perkara PT Timor

21 November 2008 - 11:20 WIB

Operasi Preman Sia-sia, Rendahkan Martabat

21 November 2008 - 10:36 WIB

Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua