Voice of Human Rights News Center

English English 07 Januari 2009  

            VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.    

 

Berita

Bush Longgarkan Perlindungan Spesies Langka

Yolanda Desvira Dewi

VHRmedia, Washington - Pakar lingkungan Amerika Serikat menuduh Presiden George W Bush mencoba mengubah undang-undang perlindungan spesies terancam punah di akhir masa jabatannya. Bush berupaya melonggarkan hukum bagi pelaku perusakan lingkungan yang mengancam kelangsungan hidup hewan langka.


Pakar lingkungan menyatakan perubahan tersebut dapat melonggarkan aturan soal pelarangan perusakan alam. Seperti dilansir BBC, Rabu (19/11), pemerintahan Bush ingin memuluskan proyek pengeboran, pertambangan, dan konstruksi tanpa melakukan analisis dampak lingkungan. Di bawah beberapa peraturan, dampak proyek tersebut harus dievaluasi oleh para ahli.


Perubahan dalam undang-undang yang diajukan Bush memungkinkan badan federal membuat keputusan tanpa penilaian ilmiah, yang dikhawatirkan berdampak buruk terhadap lingkungan. Sebelumnya Bush dikritik oleh pakar lingkungan karena hanya menambah kurang dari 10 spesies tumbuhan dan hewan langka per tahun dalam daftar spesies yang dilindungi. Sebelumnya pemerintahan Presiden Bill Clinton menambahkan rata-rata 65 spesies dilindungi per tahun.


Presiden Bush memiliki waktu hingga Jumat (21/11) untuk mengumumkan peraturan baru tersebut. Jika Bush bersikeras mengubah undang-undang tersebut, kelompok lingkungan dan beberapa negara bagian dipastikan akan membawa masalah ini ke pengadilan. (E1)

©2009 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

YLBHI: Penegakan HAM 2009 Bakal Mandek

7 Januari 2009 - 12:23 WIB

6.000 Pekerja Tanjung Perak Terancam PHK

7 Januari 2009 - 11:52 WIB

Menlu: Bebasnya Muchdi Tak Coreng Indonesia

7 Januari 2009 - 10:48 WIB

Pertamina Kembali Telantarkan Eks Karyawan

7 Januari 2009 - 10:22 WIB

Hakim Agung Harus Kaji Logika Intelijen

7 Januari 2009 - 10:1 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Museum Santet

18 Desember 2008 - 14:2 WIB

 Banyak orang tak percaya santet. Tapi seorang dokter di Surabaya meyakininya ada. Museum ini adalah buktinya.


JIKA berkunjung ke museum ini, Anda pasti terperanjat. Di tempat ini Anda akan menemukan benda-benda santet dan jimat yang diyakini oleh masyarakat Indonesia memiliki kekuatan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua