| 07 Januari 2009 |
Berita
Busyro: Waspadai DPR Jegal RUU Tipikor
11 November 2008 - 16:44 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia, Jakarta - Ketua Komisi Yudisial Busyro Muqoddas meminta DPR segera menyelesaikan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Molornya pembahasan RUU tersebut dikhawatirkan melemahkan keberadaan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
Kekhawatiran tersebut didasarkan pada pengalaman ketika RUU Komisi Yudisial dibahas DPR. Menurut Busyro, proses politik di DPR dalam pembahasan RUU KY diwarnai usaha melemahkan fungsi lembaga tersebut dalam mengawasi kinerja hakim. "Resistensi terhadap KY itu kami rasakan," kata Busyro Muqoddas di Jakarta, Selasa (11/11).
Busyro mengaku sudah mendengar rumor tentang upaya menghambat pembahasan RUU Tipikor di DPR. Namun dia meminta semua pihak untuk tidak membesar-besarkan rumor tersebut. "Gelontoran dana untuk itu tidak sedikit," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pakar hukum Universitas Indonesia Rudy Satrio mengusulkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan peraturan pengganti undang-undangan (perppu) jika RUU Tipikor tidak selesai sesuai jadwal.
Busyro Muqoddas menolak usulan tersebut. Menurut dia, mengeluarkan perppu untuk mengatasi kekosongan UU Tipikor menunjukkan lemahnya upaya politik pemerintah dan DPR untuk memberantas korupsi.
Hingga kini DPR belum menyelesaikan pembahasan RUU Tipikor. Padahal Panitia Khusus RUU tersebut hanya diberi tenggat hingga 19 Desember 2008. Mepetnya jadwal Komisi III untuk membahas RUU Tipikor diperparah menumpuknya tugas untuk menyelesaikan pembahasan RUU Mahkamah Agung, RUU Mahkamah Konstitusi, dan RUU Komisi Yudisial secara bersamaan. (E1)
©2009 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
7 Januari 2009
UU Bantuan Hukum Macet di DPR -
7 Januari 2009
Mahasiswa Demo Kasus Suap DPRD Pandeglang -
23 Desember 2008
DPR Berkomitmen Rendah Tegakkan HAM -
19 Desember 2008
Anggota DPR Diduga Terima Suap Penyelenggaraan Haji -
19 Desember 2008
Pemerintah Tarik Ulur RUU Peradilan Militer
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Presiden Mendatang agar Utamakan Belanja Publik
7 Januari 2009 - 16:19 WIB
63% Siswa SLTP Sudah Berhubungan Seks
7 Januari 2009 - 15:50 WIB
UU Bantuan Hukum Macet di DPR
7 Januari 2009 - 15:35 WIB
Polda Jatim Selamatkan 109 Korban Trafficking
7 Januari 2009 - 15:7 WIB
AS Bangun Konservasi Laut Terbesar di Dunia
7 Januari 2009 - 14:28 WIB
Kisah
Museum Santet
18 Desember 2008 - 14:2 WIB
Banyak orang tak percaya santet. Tapi seorang dokter di Surabaya meyakininya ada. Museum ini adalah buktinya.
JIKA berkunjung ke museum ini, Anda pasti terperanjat. Di tempat ini Anda akan menemukan benda-benda santet dan jimat yang diyakini oleh masyarakat Indonesia memiliki kekuatan
Berita Terpopuler
Vonis Bebas Muchdi Pr Perburuk Citra Indonesia
2 Januari 2009 - 17:29 WIB
Dukung Palestina Jangan Dibawa ke Isu Agama
5 Januari 2009 - 16:39 WIB
Hakim Arogan, Muchdi Pr Pun Melenggang
1 Januari 2009 - 14:11 WIB
Anggaran Pendidikan Jawa Timur Rawan Dikorupsi
2 Januari 2009 - 16:4 WIB
Putusan Bebas Muchdi, Puncak Keprihatinan
1 Januari 2009 - 13:22 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







