| 21 November 2008 |
Berita
Studi Banding DPR ke Swiss & Lebanon
DPR Studi Banding atau Pelesir ke Luar Negeri
7 Agustus 2008 - 11:33 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia, Jakarta - Studi banding ke luar negeri yang dilakukan DPR selama ini tidak memiliki tujuan jelas. Selain mengakibatkan pemborosan anggaran negara, efektivitas studi banding belum pernah teruji.
Hal itu dikatakan Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Sebastian Jalang di Jakarta, Rabu (6/8). Menurut dia, anggota DPR cenderung memanfaatkan studi banding sebagai cara berpesiar ke luar negeri sebelum masa jabatan sebagai wakil rakyat berakhir. "Apalagi uang saku studi banding cukup besar."
Pernyataan Sebastian Jalang itu menanggapi studi banding ke Swiss dan Lebanon yang dilakukan Panitia Kerja Rancangan Undang-undang Palang Merah Indonesia bentukan Komisi III DPR. Anggota Komisi III yang mengikuti studi banding 15 orang yang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu 8 orang ke Lebanon dan 7 orang ke Swiss. Anggota DPR berkesan menutup-nutupi studi banding ini, dengan mengaku hanya melakukan kunjungan ke daerah.
Anggota DPR menutup-nutupi studi banding ke Swiss dan Lebanon karena santernya kritik masyarakat terhadap kegiatan studi banding anggota DPR. "Mereka ingin menghindari sorotan media dan masyarakat, karena itu mereka berbohong," kata Sebastian.
Anggota Komisi III Eva Kusuma Sundari menilai pelaksanaan studi banding saat ini tidak tepat karena citra DPR sedang merosot karena banyak anggota parlemen yang diduga terlibat korupsi. Apalagi hasil studi banding belum tentu mendatangkan manfaat. "Tetapi mengapa studi banding dipaksakan juga?" katanya.
Eva menjelaskan, studi banding ke Lebanon dan Swiss bermula dari perdebatan sengit soal lambang PMI. Sebagian anggota Panitia Kerja RUU PMI mengusulkan lambang bulan sabit merah dimasukkan dalam lambang PMI. Sementara anggota lain bersikeras menolak dengan alasan PMI tidak mungkin menggunakan dua lambang. Kelompok yang mengusulkan lambang bulan sabit merah pergi studi banding ke Lebanon dan kelompok penentang berangkat ke Swiss.
Anggota DPR yang studi banding ke Swiss dipimpin Wakil Ketua Komisi III Azis Syamsudin dan pada 4 Agustus berdiskusi dengan Komite Palang Merah Internasional. Kelompok yang ke Lebanon akan berangkat 27 Agustus dipimpin Wakil Ketua Komisi III Suripto.
Kepala Sekretariat Jenderal DPR Nining Indra Saleh mengatakan, jadwal studi banding anggota Komisi III telah ditentukan jauh hari sebelum keberangkatan. Studi banding itu sudah disetujui Ketua DPR Agung Laksono dan memenuhi prosedur perizinan. "Tidak ada masalah, mereka bisa studi banding," ujarnya. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC -
20 November 2008
KPK Minta Pihak Terkait Penyidikan BLBI Lengkapi Data -
19 November 2008
Lembaga Publik Harus Sediakan Informasi On Line -
19 November 2008
Mahasiswa Protes Kenaikan APBD Jateng -
19 November 2008
Pengusaha Yogyakarta Keberatan UMP 2009
3 Komentar
- bambang
9 Agustus 2008 pukul 3:8wah, gawat deh....anggota parlemen kita mulai gak kompak menjelang pemilu 2009..mana yang ngaco nih?
- NAJIZ
10 Agustus 2008 pukul 1:58Maklumlah, modal Gua khan belum balik? wajar dong Gua cari tambahan ke Swiss dan cukup untuk ikut Caleg lagi di Lampung Dapil Gua tuh.. AZIZ tralala.
- Kalianda
14 Agustus 2008 pukul 15:57Anggota DPR yang nutup2i studi banding ke Swiss karena kritik publikterhadap kegiatan studi banding anggota DPR makin tajam. Makanya Ketua Rombongan ke Swiss yang menjabat Waket Komisi III DPR AZIZ SYAMSUDIN mengaku sedang kunjungan ke Daerah Mesiju Lampung. Keliatan sekali kualitas Anggota Dewan Kita yang sangat tega menjual daeah hanya untuk menutupi agendanya semata. teganya..teganya...teganya.......
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







