Voice of Human Rights News Center

English English 21 November 2008  

 

Berita

Studi Banding DPR ke Swiss & Lebanon

DPR Studi Banding atau Pelesir ke Luar Negeri

Hervin Saputra

VHRmedia, Jakarta - Studi banding ke luar negeri yang dilakukan DPR selama ini tidak memiliki tujuan jelas. Selain mengakibatkan pemborosan anggaran negara, efektivitas studi banding belum pernah teruji.


Hal itu dikatakan Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Sebastian Jalang di Jakarta, Rabu (6/8). Menurut dia, anggota DPR cenderung memanfaatkan studi banding sebagai cara berpesiar ke luar negeri sebelum masa jabatan sebagai wakil rakyat berakhir. "Apalagi uang saku studi banding cukup besar."


Pernyataan Sebastian Jalang itu menanggapi studi banding ke Swiss dan Lebanon yang dilakukan Panitia Kerja Rancangan Undang-undang Palang Merah Indonesia bentukan Komisi III DPR. Anggota Komisi III yang mengikuti studi banding 15 orang yang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu 8 orang ke Lebanon dan 7 orang ke Swiss. Anggota DPR berkesan menutup-nutupi studi banding ini, dengan mengaku hanya melakukan kunjungan ke daerah.


Anggota DPR menutup-nutupi studi banding ke Swiss dan Lebanon karena santernya kritik masyarakat terhadap kegiatan studi banding anggota DPR. "Mereka ingin menghindari sorotan media dan masyarakat, karena itu mereka berbohong," kata Sebastian. 


Anggota Komisi III Eva Kusuma Sundari menilai pelaksanaan studi banding saat ini tidak tepat karena citra DPR sedang merosot karena banyak anggota parlemen yang diduga terlibat korupsi. Apalagi hasil studi banding belum tentu mendatangkan manfaat. "Tetapi mengapa studi banding dipaksakan juga?" katanya.


Eva menjelaskan, studi banding ke Lebanon dan Swiss bermula dari perdebatan sengit soal lambang PMI. Sebagian anggota Panitia Kerja RUU PMI mengusulkan lambang bulan sabit merah dimasukkan dalam lambang PMI. Sementara anggota lain bersikeras menolak dengan alasan PMI tidak mungkin menggunakan dua lambang. Kelompok yang mengusulkan lambang bulan sabit merah pergi studi banding ke Lebanon dan kelompok penentang berangkat ke Swiss.


Anggota DPR yang studi banding ke Swiss dipimpin Wakil Ketua Komisi III Azis Syamsudin dan pada 4 Agustus berdiskusi dengan Komite Palang Merah Internasional. Kelompok yang ke Lebanon akan berangkat 27 Agustus dipimpin Wakil Ketua Komisi III Suripto.


Kepala Sekretariat Jenderal DPR Nining Indra Saleh mengatakan, jadwal studi banding anggota Komisi III telah ditentukan jauh hari sebelum keberangkatan. Studi banding itu sudah disetujui Ketua DPR Agung Laksono dan memenuhi prosedur perizinan. "Tidak ada masalah, mereka bisa studi banding," ujarnya. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


3 Komentar

  1. bambang
    9 Agustus 2008 pukul 3:8

    wah, gawat deh....anggota parlemen kita mulai gak kompak menjelang pemilu 2009..mana yang ngaco nih?

  2. NAJIZ
    10 Agustus 2008 pukul 1:58

    Maklumlah, modal Gua khan belum balik? wajar dong Gua cari tambahan ke Swiss dan cukup untuk ikut Caleg lagi di Lampung Dapil Gua tuh.. AZIZ tralala.

  3. Kalianda
    14 Agustus 2008 pukul 15:57

    Anggota DPR yang nutup2i studi banding ke Swiss karena kritik publikterhadap kegiatan studi banding anggota DPR makin tajam. Makanya Ketua Rombongan ke Swiss yang menjabat Waket Komisi III DPR AZIZ SYAMSUDIN mengaku sedang kunjungan ke Daerah Mesiju Lampung. Keliatan sekali kualitas Anggota Dewan Kita yang sangat tega menjual daeah hanya untuk menutupi agendanya semata. teganya..teganya...teganya.......

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua