Voice of Human Rights News Center

English English 21 November 2008  

 

Berita

Sidang Penyerangan FPI terhadap AKKBB

Egi Sujana: Buyung dan GM Picu Insiden Monas

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia, Jakarta - Egi Sujana meminta hakim memanggil Goenawan Muhamad dan Adnan Buyung Nasution dalam sidang Munarman, terdakwa kasus penyerangan FPI terhadap anggota AKKBB di Monas 1 Juni 2008. Pengacara Munarman itu menuding sejumlah tokoh mendalangi insiden penyerangan tersebut.


Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (15/9), dua saksi penyerangan mengatakan baru beberapa menit tiba di kawasan Monas langsung diserang sekelompok orang berpakaian Front Pembela Islam (FPI).


Saksi pertama Bernartinus Winarno, anggota National Integration Movement (NIM), mengatakan penyerangan terjadi ketika anggota AKKBB baru berjalan dari titik kumpul di belakang Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. "Yang bawa mic waktu itu bilang jangan terprovokasi. Jadi, hitungannya tidak sampai menit, dari saya duduk. Dan waktu itulah saya melihat mereka datang," katanya.


Bernartinus mengaku dipukul dari belakang dan tidak mengetahui jumlah orang yang memukulnya. Dia merasakan pukulan benda tumpul seperti bambu di bagian belakang kepala. Akibat pukulan itu kepalanya robek dan mendapat lima jahitan di Rumah Sakit Cikini.


Egi Sujana, salah satu kuasa hukum Munarman, menanyakan misi kedatangan Bernartinus ke kawasan Monas. Sebab, menurut Egi, pengumuman peringatan Hari Lahir Pancasila di Monas yang menyebutkan Ahmadiyah sebagai salah satu peserta kegiatan wajar menyulut provokasi. "Kalau Anda diserang, ini konsekuensi logis dari situasi yang terjadi. Karena akar masalahnya adalah akidah,"ujarnya.


Saksi kedua Noni Graciano, anggota NIM yang juga menjadi korban penyerangan FPI di Monas. Noni mengaku tidak melihat Munarman ketika terjadi penyerangan. Namun dia melihat seorang perempuan dipukuli hingga mulutnya berdarah. "Kami tidak menduga akan terjadi penyerangan," ujarnya.


Egi Sujana bertanya kepada saksi soal iklan ajakan menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila oleh AKKBB yang ditayangkan media massa. "Apakah Anda mengetahui iklan ini?" tanyanya.


Noni Graciano mengaku mengetahui iklan tersebut, namun tidak mengetahui persis petisi yang diulas dalam iklan. "Kalau begitu, Pak Hakim, saya minta nama-nama yang ada dalam petisi ini seperti Adnan Buyung Nasution, Asmara Nababan, Rizal Malarangeng, Goenawan Muhamad, Marsilam Simanjuntak, Fadjroel Rahman, Yeni Wahid, dan Ratna Sarumpaet dihadirkan sebagai saksi. Merekalah yang memicu insiden Monas," kata Egi Sujana. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Upayakan PK Perkara PT Timor

21 November 2008 - 11:20 WIB

Operasi Preman Sia-sia, Rendahkan Martabat

21 November 2008 - 10:36 WIB

Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua