| 03 September 2010 |
Berita
Penyerangan FPI terhadap AKKBB
GP Ansor Ancam Bubarkan FPI
2 Juni 2008 - 19:55 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia.com, Jakarta - Gerakan Pemuda Ansor akan melawan Front Pembela Islam, jika pemerintah tidak membubarkan organisasi itu. Sebagai langkah awal perlawanan, GP Ansor akan mencopot papan nama FPI di sejumlah wilayah di Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor Abdul Malik Harmain mengatakan, FPI harus dibubarkan karena tindakan organisasi pimpinan Habib Rizieq itu sudah tidak dapat ditolerir. "Kalau pemerintah dan polisi tidak tegas, jangan salahkan GP Ansor dan elemen lain yang akan membubarkan FPI," kata Abdul Malik Harmain di Mabes Polri Jakarta, Senin (2/6).
Abdul Malik Harmain menyayangkan sikap polisi yang tidak mencegah penyerangan FPI terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di kawasan Monumen Nasional Jakarta, Minggu (1/6). Apalagi aksi kekerasan seperti itu bukan yang pertama kali pernah dilakukan FPI. "Apa yg dilakukan FPI sangat mengganggu masyarakat. Polisi terkesan membiarkan kekerasan itu terjadi," ujarnya.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agung Laksono juga mengecam pembiaran polisi dalam penyerangan itu. Namun dia mengimbau penyelesaian masalah ini tidak dilakukan dengan cara kekerasan. "Kepolisian harus mencegah aksi balas-membalas," katanya.
Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa Effendi Choirie menyatakan tindakan FPI sudah memenuhi syarat suatu organisasi layak dibubarkan. Menurut dia, FPI membenarkan cara preman untuk mencapai tujuan. "Mereka mengancam konstitusi."
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Andi Mattalatta menyatakan tidak dapat memenuhi desakan masyarakat untuk membubarkan FPI, karena organisasi itu bukan lembaga berbadan hukum. "Jika tidak tercatat sebagai badan hukum, kita tidak bisa membubarkan," katanya. (E1)
©2010 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
15 Januari 2009
Peraturan Menteri Ancam Swasembada Gula -
7 Januari 2009
6.000 Pekerja Tanjung Perak Terancam PHK -
22 Desember 2008
Komnas HAM: Polisi Menyiksa Warga, Ini Melanggar HAM! -
11 Desember 2008
Kekerasan terhadap Perempuan Jateng Meningkat -
10 Desember 2008
Pelanggaran Agama Ancam Pluralisme Bangsa
9 Komentar
- Yagami
7 Juni 2008 pukul 4:0Lucu kalian...!
Kyai macam apa yang bergabung dengan sekuleris liberal mendukung penghinaan terhadap islam ?!
Yang harus dibubarkan itu AKKBB !
AKKBB = aliansi kafir kafir bangkit bersama .........!!!!!!!!!!!!!!
kalau ngomongin kekerasan….ga ada abis2nya bung!
bukan FPI aja…
semuanya juga melakukan…
ya aparatnya…
ya mahasiswanya…
ya anggota DPRnya…
ya LSM-LSMnya…
ya semuanya juga pernah…
kekerasan itu jangan dilihat dari satu sisi saja bung!…
kita harus lihat juga knapa kekerasan itu muncul…
apa dasar kelompok itu melakukan kekerasan…
Woiiiiiiiiiiiiiiiii.........garda & ansor !
Mengapa kalian membela antek2 zionist ?!
mei 08 kemaren si gusdur itu baru pulang dari israel,
dapat penghargaan dari shimon peres lagi.
Front
Pemberantas
Isme - isme sesat yang lagi beredar di indonesia.
Hidup FPI !!!!!
FPI itu pemberontak / buronan / radikal / Mujahidin
hampir sama dengan gerakan kolompok Yesus Al Masih AS yang memberontak melawan pemerintahan imperial sekuler liberal kolonial jahiliyyah roma & paham sesaat yahudi.
AKKBB = aliansi kafir kafir bangkit bersama .........!!!!!!!!!!!!!!
- pmanassord
7 Juni 2008 pukul 22:24Dukung gusdur =
Kemaksiatan merajalela + aqidah diobral + Alquran dilecehkan + bangsa dipermalukan.
Dukung FPI =
Kemaksiatan berkurang + agama ditegakkan + Islam dimuliakan + bangsa punya harga diri.
Buku gratis =
http://okegratis.blogspot.com
http://okegratis.blogspot.com
http://okegratis.blogspot.com
http://okegratis.blogspot.com
http://okegratis.blogspot.com - Iskandar S
3 Juni 2008 pukul 12:3Sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi orang lain dan lingkungannya
- R. CHUSNU YULI SETYO
4 Juni 2008 pukul 0:20ANSOR DAN BANSER LAMONGAN mengutuk keras tindakan FPI yang memukuli dan menghina Kyai NU. Jangan karena beda pendapat kemudian diselesaikan dengan memukuli orang. Jangan karena beda keyakinan kemudian ingin membunuh orang-orang yang tidak satu keyakinan dengan FPI. Terus berapa puluh juta orang non muslim Indonesia yang akan kalian bantai? Berapa puluh juta muslimin dan muslimat yang akan kalian pukuli?
Betapa ngeri hidup di Indonesia kalau kalian akan berkuasa?
Kalau sama Kyai NU saja kalian berani memukul sampai masuk rumah sakit, apalagi pada warga nahdlyin di pedesaan dipelosok-pelosok tanah air? Apalagi pada para preman dan orang-orang iIslam abangan lannya?
Coba berpikir jernih, bisakah kalian hidup berdampingan dengan hati tidak marah atau benci pada orang-orang di skitar kalian? Pernakah kalian pergi dari satu tempat ketempat lain tidak usah membutuhkan orang lain atau kelompok lain?
Saya lihat ketika kalian menyerang, wajah kalian ditutupi kain. Artinya kalian masih takut. Dalam kelompok besar berani, ketika ke pasar sendirian takut dibalas. Masih takut ditangkap polisi. Takut itu artinya kita masih membutuhkan orang lain. Kalau butuh orang lain mengapa harus selalu menggunakan kekerasan? Orang NU dan Muhammadiyah itu bermusuhan sejak awal organisasi ini berdiri. Tetapi tidak ada satu kasuspun, sejak 1926 sampai sekarang, orang NU dan Muhammadiyah saling bunuh karena beda pendapat. Itu karena kedua organisasi ini asli menggunakan kultur Indonesia yang santun dan bermartabat. Tetapi mengapa begitu FPI datang, semua yang tidak sepaham ingin diajak perang, ingin dipukuli? Itu karena FPI bukan asli kultur Indonesia.
Dengan uraian di atas, hanya satu kalimat terucap "Bubarkan FPI kalau membawa Islam dengan MARAH-MARAH". Islam itu RAMAH DAN BUKAN MARAH-MARAH.
WAKIL KETUA ANSOR LAMONGAN
- E.Putranto
2 Juni 2008 pukul 21:58Hati memang panas melihat aksi damai diserang dengan tindak kekerasan. Namun apakah harus direaksi dengan kekerasan?Konsekuensi menerima pluralitas mau tidak mau harus menampung wawasan yang gelisah akan adanya pluralitas.Ke-Indonesia-an semakin menuntut sikap dasar yang tegas.
- deni
2 Juni 2008 pukul 22:27perbedaan membawa rahmat, ada yang keras ada yang gila, jadi yang nyeleneh harus diapain ?????
- Semar
3 Juni 2008 pukul 1:6Dukungan anak˛ bangsa selalu ada bagi GP Ansor dan banyak pihak yang sedang mengusahakan pembubaran FPI dan penegakan hukum terhadap anarkis˛ FPI dari laskar terbawah sampai pimpinannya.
Mengingatkan :
1. Jangan dengan kekerasan dan anarki. Karena kalau itu terjadi, maka apa bedanya Anda dengan mereka....
2. Lakukan pembinaan yang tulus bagi ex-anggota FPI nantinya. Karena selain mereka punya potensi untuk Indonesia Raya, mereka adalah korban indoktrinasi para pemimpinnya, juga agar meminimalisir ekses 'pergantian seragam' belaka.
TIDAK MENUMPAHKAN DARAH ATAS DARAH YANG TERTUMPAH !
- Iman
14 Juni 2008 pukul 16:50ALLOHUAKBAR!!!
EH..LUCU YAH LIAT ORANG-ORANG BODOH!!!
TAU GA? ISLAM DINODAI OLEH ORANG KAFIR
EH...GARDA BANGSAT AND GP ANSOR ERROR MALAH BANTU KAUM KAFIR NYUDUTIN UMAT ISLAM...AH DASAR WONG GURUNYA AJA NYELENEH!!!
HEHE..HEHE.. OK!
GITU AJA KO REPOT... - jackkalijaga
6 September 2008 pukul 8:13fpi itu cuma luarnya aja indah/penampilanya.dalamnya neraka tok isine .....saya juga anggota fpi karna muak aja saya keluar dari fpi
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:20 WIB
Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM
16 Januari 2009 - 23:54 WIB
Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid
16 Januari 2009 - 21:33 WIB
Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror
16 Januari 2009 - 21:15 WIB
LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III
16 Januari 2009 - 21:4 WIB
Kisah
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:24 WIB
Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//
Redaksi
Berita Terpopuler
Tidak ada data 5 Berita terpopuler
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







