| 21 November 2008 |
Berita
Generasi Muda, Pemicu Sekaligus Solusi Konflik
25 Juli 2008 - 17:3 WIB
Kurniawan Tri Yunanto
VHRmedia, Jakarta - Di satu sisi generasi muda menjadi aktor pemicu konflik, di sisi lain juga merupakan pemberi solusi dari konflik. Semuanya itu juga harus diimbangi dengan penegakan hukum di Indonesia.
Institut Titian Perdamaian mencatat, hanya dalam 4 bulan (Januari-April 2008) terjadi 246 insiden kekerasan. Insiden itu menyebabkan 33 orang tewas dan 484 orang luka-luka. Sementara sepanjang tahun 2007 terjadi 260 kekerasan.
"Saya berani mengatakan budaya kekerasan di Indonesia sudah sangat nyata. Seluruhnya dipicu dan melibatkan kaum muda," kata Ketua Institut Titian Perdamaian Ichsan Malik Ichsan pada diskusi memperingati Hari Perdamaian Internasional di Jakarta, Jumat (25/7).
Berdasarkan analisis Institut Titian Perdamaian, telah terjadi pergeseran jenis konflik. Dari konflik besar, masif, dan meluas menjadi konflik dalam skala kecil, sporadis dengan isu beragam. Menjelang 2009 akan didominasi konflik politk yang lebih mengedepankan perebutan kekuasaan. Apalagi masih tersisa 100 pilkada selama 7 tahun ke depan. "Memanasnya kondisi politik di Indonesia dikhawatirkan menambah daftar konflik kekerasan," ujarnya.
Salah satu tolok ukur, rentannya konflik politik disebabkan pola dukungan calon kepala daerah masih bersifat feodal yang cenderung mengarah pada konflik antaragama dan etnis. Kesadaran hukum dan toleransi masyarakat yang lemah juga menjadi ancaman bagi perdamaian di Indonesia. "Yang tidak kalah penting adalah absennya negara, terutama aparat penegak hukum, dalam menindak segala pelanggaran hukum. Itu menjadi salah satu pemicu konflik."
Head Knowledge Management Section Crisis Prevention and Recovery Unit UNDP Melina Nathan mengatakan, penyebab utama konflik di Indonesia adalah budaya penghakiman massa. Setiap perbedaan selalu diselesaikan dengan cara kekerasan. Diperlukan pemberdayaan early warning system yang sangat membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
"Masyarakat harus diberdayakan untuk bisa melakukan identifikasi potensi-potensi rawan konflik di kalangan mereka. Karena penyebab dan penyelesaian di tangan mereka," katanya.
Pemberdayaan dan partisipasi masyarakat tidak akan berjalan efektif jika tidak dibarengi penegakan hukum secara disiplin. "Upaya ini untuk menghindari cara-cara yang cenderung melahirkan kekerasan, karena mereka sudah tidak percaya dengan hukum formal," kata Melina. (*)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
13 November 2008
KPU Imbau Semua Pihak Redam Konflik -
11 November 2008
Penghitungan Manual Pilgub Jatim Putaran II Rawan Konflik -
3 November 2008
Geolog Internasional: Pengeboran Penyebab Lumpur Lapindo -
22 Oktober 2008
Menhan: Pengakuan Kultural Cegah Konflik Aceh -
16 Oktober 2008
Perang di Perbatasan, 2 Tentara Kamboja Tewas
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







