| 21 November 2008 |
Berita
IMF Diduga Intervensi, Segera Revisi UU Migas
28 Agustus 2008 - 13:17 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia, Jakarta - Produksi minyak nasional anjlok selama 10 tahun terakhir. Diduga salah satu penyebabnya adalah campur tangan lembaga keuangan International Monetery Fund dalam perumusan UU 22/2001 tentang Minyak dan Gas.
Hal itu dikatakan pengamat perminyakan Kurtubi dalam rapat Panitia Khusus Hak Angket Bahan Bakar Minyak DPR, di Jakarta, Rabu (27/8). Intervensi IMF dalam letter of intent menyebabkan carut-marutnya isi UU Migas. "Saya yakin intervensi asing karena kita berutang pada IMF saat itu," katanya.
Kurtubi mengatakan sejumlah pejabat berperan memuluskan intervensi IMF dalam perumusan UU Migas yang merusak skema produksi dan penjualan minyak nasional. Namun dia enggan menyebutkan nama-nama pejabat yang bertanggung jawab atas hancurnya jalur distribusi minyak Indonesia. "Mereka mungkin masih ada di Departemen ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) atau di departemen lain. Maaf saya tak bisa sebut nama satu per satu."
Anjloknya produksi minyak nasional menyebabkan Indonesia harus mengimpor BBM dalam jumlah sangat besar. Menurut Kurtubi, negara rugi puluhan miliar US$ dari kontrak kerja dengan perusahaan asing selama 25 tahun terakhir. Seharusnya Indonesia memperoleh keuntungan maksimal dari kenaikan harga minyak dunia. "Harga minyak tinggi, konsumsi meningkat, akhirnya pemerintah menaikkan harga BBM," ujarnya.
Selain mengusulkan perubahan UU Migas, Kurtubi juga mengusulkan penjualan migas dilakukan oleh badan usaha milik negara. Sebab, dalam UU Migas, Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) tidak diizinkan berbisnis. Akibatnya, BP Migas menyerahkan penjualan kepada pihak lain yang berpotensi memicu konflik kepentingan. "Ini terjadi karena Undang-Undang Migas mengatur BP Migas sebagai pelaksana pengelolaan kekayaan migas di sektor hulu tidak dapat melakukan transaksi perminyakan, tidak bisa berbisnis."
Ketua Pansus Angket BBM Zulkifli Hasan mengatakan akan membahas rekomendasi Kurtubi soal perubahan UU Migas. Pansus akan menyoroti dugaan kepentingan IMF dalam intervensi perumusan UU Migas. "UU Migas dibiayai USAID (lembaga bantuan Amerika Serikat) 21,1 juta dolar atau 200 miliar rupiah. Tapi ke mana saja aliran dana itu sampai saat ini belum ada datanya," katanya. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
UU Pornografi Seharusnya Mencakup Pendidikan Toleransi -
19 November 2008
Intervensi Pemerintah Dominasi Keputusan DPRD -
13 November 2008
Perang Kepentingan Parpol di DPR Ancam RUU Tipikor -
11 November 2008
SK Yusril Diduga Melanggar Peraturan -
11 November 2008
Busyro: Waspadai DPR Jegal RUU Tipikor
1 Komentar
- agusdamar
3 September 2008 pukul 17:12Pak Kurtubi..klo beneran tuh pejabat orang2 kite ndiri...wahh-wahh...tinggal tunggu aje tanggal maennya..ane sumpahin bakal kagak berkah idupnye..hiyee gak Pak Kurtubi?!! POKOKE SIKAT AJA ANTEK-ANTEK KAPITALIS " YA... ALLAH JIKA ENGKAU TIDAK MENGAMPUNI MEREKA...SESUNGGUHNYA MEREKA ITU ORANG2 YG CELAKA..."
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Upayakan PK Perkara PT Timor
21 November 2008 - 11:20 WIB
Operasi Preman Sia-sia, Rendahkan Martabat
21 November 2008 - 10:36 WIB
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







