Voice of Human Rights News Center

English English 21 November 2008  

 

Berita

Kasus Salah Tangkap di Jombang

Imam Hambali dan Devid Eko Ajukan PK

Yovinus Guntur Wicaksono

VHRmedia, Surabaya - Pengacara Imam Hambali dan Devid Eko Priyanto,

korban salah tangkap pembunuhan Asrori di Jombang, Jawa Timur, mengajukan peninjauan kembali ke Mahmakah Agung, Kamis (25/9). Dalam PK itu disertakan bukti baru, di antaranya hasil tes DNA yang membuktikan jasad di kebun tebu bukan Asrori, melainkan Fauzin Suyanto.


M Dhovir, juru bicara kuasa hukum Kemat dan Devid, mengatakan surat PK setebal 23 halaman itu pagi tadi didaftarkan ke Panitera Pengadilan Negeri Jombang Sumargi SH. Dia optimistis PK yang diajukan akan mendapat respons Mahkamah Agung. 


Dia berharap upaya PK dapat membebaskan kliennya dari dakwaan membunuh Asrori. "Sebenarnya klien kami sudah mengakui tidak pernah membunuh Asrori, tapi karena berada di bawah tekanan polisi, mereka terpaksa mengakuinya,"ujar M Dhovir, Kamis (25/9).


M Dhovir kecewa terhadap sikap polisi yang tidak mengakui telah salah menangkap kliennya. Polisi juga tidak mengakui telah menyiksa Kemat, Devid Eko Priyanto, dan Maman Sugianto selama dalam pemeriksaan. "Saya mencatat setelah terkuaknya kasus salah tangkap di Jombang ini banyak kasus salah tangkap lainnya muncul. Ini bukti kepolisian belum mereformasi diri," katanya. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Upayakan PK Perkara PT Timor

21 November 2008 - 11:20 WIB

Operasi Preman Sia-sia, Rendahkan Martabat

21 November 2008 - 10:36 WIB

Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua