| 21 Maret 2010 |
Berita
Caleg & Capres Tak Peduli Korban Lapindo
15 Januari 2009 - 11:47 WIB
Yovinus Guntur Wicaksono
VHRmedia, Sidoarjo - Para calon anggota legislatif dan calon presiden dinilai tidak memiliki komitmen menuntaskan kasus lumpur Lapindo. Hal ini dikatakan Koordinator Warga Korban Lumpur Lapindo Hari Sumadi seusai "Dialog Solutif Para Caleg dan Capres Mengatasi Lumpur" di Gedung Olah Raga Sidoarjo, Rabu (14/1).
Hari mengaku kecewa karena para caleg dan capres tidak datang dalam acara tersebut. Menurut dia, para caleg dan capres tidak memiliki komitmen untuk menyelesaikan persoalan lumpur Lapindo.
Ada sejumlah nama yang diundang, namun tidak hadir. Mereka yang diundang antara lain L Soepomo dan Guruh Soekarno Putra (caleg DPR dari PDI Perjuangan), Priyo Budi Santoso (caleg DPR dari Partai Golkar), Ratih Sanggarwati (caleg dari PPP). Sedangkan capres yang diundang di antaranya Laksamana Sukardi, Prabowo Subiakto, dan Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Terus terang kami kecewa karena mereka tidak datang. Ini sebagai bukti mereka memang tidak memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan lumpur Lapindo," kata Hari.
Ketidakhadiran para caleg dan capres juga dikecam ribuan warga korban lumpur Lapindo yang mengikuti dialog tersebut. Slamet, warga Perumahan Tanggul Angin Sejahtera, menyayangkan sikap para caleg dan capres. Dia mengajak warga korban lumpur untuk tidak memilih mereka dalam pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2009.
Slamet mengaku akan berkoordinasi dengan korban lumpur lainnya untuk menjadi "golongan putih". "Kami sudah buktikan ini di pemilihan gubernur lalu. Warga memilih tidak mencoblos, karena tidak ada komitmen dari para calon gubernur waktu itu. Sekarang kami juga siap tidak memilih dalam pemilihan legislatif dan pemilihan presiden," katanya.
Dalam dialog tersebut warga diberi kesempatan mengeluarkan pendapat. Mereka meminta anggota DPRD Sidoarjo hingga DPR mendesak PT Minarak Lapindo Jaya merelisasikan pembayaran ganti rugi sesuai Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2007.
Sekitar 800 polisi dari Polres Sidoarjo mengamankan dialog tersebut. Mereka berjaga di Pasar Baru Porong hingga di kompleks GOR Sidoarjo. (E2)
©2010 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
16 Januari 2009
Pelanggaran Kampanye Didominasi Caleg dari Lingkaran Kekuasaan -
13 Januari 2009
AJI & MA Sepakat soal Penanganan Kasus Pers -
12 Januari 2009
KPU Jatim Diduga Lindungi Caleg Berijazah Palsu -
9 Januari 2009
Kejagung Bantah Katakan Rp 8 Miliar Masuk Kas Negara -
8 Januari 2009
PBB: Tak Ada Pejuang Hamas di Al Fakhora
1 Komentar
- Momon
15 Januari 2009 pukul 17:3Lha wong Presiden SBY yang membuat aturan saja tidak bisa memerintah PT. Lapindo, anda kok beharap pada Caleg dan Capres yang belum tentu jadi, weleh weleh, ndonga wae kang ben lumpure mandeg, lan rejekine Abu Rizal juga mampet karena sudah mendholimi lahir bain warga Sidoarjo. Berdikarilah jangan tergantung siapapun. Nasib Anda ditangan anda sendiri. kalo ribuan orang beroa baeng kan bisa makbul.
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:20 WIB
Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM
16 Januari 2009 - 23:54 WIB
Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid
16 Januari 2009 - 21:33 WIB
Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror
16 Januari 2009 - 21:15 WIB
LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III
16 Januari 2009 - 21:4 WIB
Kisah
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:24 WIB
Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//
Redaksi
Berita Terpopuler
Tidak ada data 5 Berita terpopuler
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







