Voice of Human Rights News Center

English English 20 Maret 2010  

            Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com   

 

Berita

Sidang PT Asian Agri VS Koran Tempo

KAPHI Desak Sukanto Tanoto Ditangkap

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia.com, Jakarta - Komite Anti Penghancuran Hutan Indonesia mendesak pengadilan memeriksa dan menjadikan Sukanto Tanoto, bos PT Asian Agri, sebagai tersangka pelaku kejahatan lingkungan. Sukanto layak dijadikan tersangka kejahatan lingkungan karena perusahaannya menyebabkan kerusakan ekologi.

 

Hal itu di katakan Koordinator Komite Anti Penghancuran Hutan Indonesia (KAPHI) M Erwin Usman saat berdemonstrasi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (12/5). Dia mengatakan, untuk memenuhi pasokan industri bubur kertas, PT Riau Andalan Pulp and Paper (anak perusahaan PT Asian Agri) membuka wilayah hutan tanaman industri dan membabat kayu hutan konservasi.

 

Menurut Erwin, berdasarkan data KAPHI selama ini modus kejahatan lingkungan yang dilakukan Sukanto Tanoto biasanya dengan cara mencatat biaya pengeluaran fiktif berikut dokumen palsu untuk menyembunyikan keuntungan perusahaan. Selain itu, perusahaan milik Sukanto Tanoto juga melakukan transfer pricing, dengan cara menjual minyak sawit mentah kepada perusahaan fiktif di luar negeri dengan harga murah. Perusahaan fiktif itu lalu menjual kembali minyak mentah ke perusahaan di Indonesia dengan harga pasar.

 

Erwin menjelaskan, transaksi fiktif juga menjadi salah satu cara Sukanto Tanoto mengakali beban pajak perusahaannya. Caranya, PT Asian Agri berpura-pura membeli produk dari perusahaan luar negeri dengan harga tinggi. "Dengan cara begitu, seolah-olah perusahaan terus merugi dan lolos dari beban pajak," kata Erwin Usman di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (12/5).

 

Erwin mengingatkan, kejahatan Sukanto Tanoto tidak lepas dari tindakan pemerintah yang memberikan izin konversi hutan pada perusahaan milik cukong kayu itu. Dia  meminta pemerintah segera mengaudit kekayaan Sukanto Tanoto. "Harus dipimpin langsung Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, karena ini melibatkan semua departemen, baik kepolisian maupun kejaksaan," ujarnya.

 

Saat ini Kepolisian Daerah Riau tengah mengusut kasus pembalakan liar yang diduga dilakukan PT RAPP, perusahaan bubur kertas milik Sukanto Tanoto. Bos Raja Garuda Mas itu dinilai mendapatkan kekayaan dengan cara curang, di antaranya dengan cara menggelapkan pajak, merusak hutan, dan korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

 

Menurut data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, penebangan kayu ilegal di Riau pada tahun 2006 mencapai 2,8 juta meter kubik. Pada skala nasional mencapai 23,3 juta meter kubik per tahun. "Semuanya itu banyak dilakukan oleh perusahaan milik Sukanto Tanoto," kata Erwin Usman.

 

PT Asian Agri menggugat Koran Tempo di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena menilai pemberitaan media itu tidak sesuai dengan fakta. Sidang pembacaan jawaban dari penggugat hari ini diwarnai demonstrasi massa dari Walhi dan Aliansi Jurnalis Independen Jakarta. (E1)

©2010 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:20 WIB

Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM

16 Januari 2009 - 23:54 WIB

Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid

16 Januari 2009 - 21:33 WIB

Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror

16 Januari 2009 - 21:15 WIB

LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III

16 Januari 2009 - 21:4 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:24 WIB

Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//


Redaksi

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Tidak ada data 5 Berita terpopuler

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua