| 21 November 2008 |
Berita
Tuntut Pembebasan
Keluarga Mahasiswa Unas Kemah di Depan Polres
30 Mei 2008 - 17:50 WIB
Kurniawan Tri Yunanto
VHRmedia.com, Jakarta - Sejumlah orang tua mahasiswa Universitas Nasional menginap di depan Mapolres Jakarta Selatan sejak Kamis (29/5) malam. Mereka mendesak polisi membebaskan mahasiswa yang masih ditahan.
Polres Jaksel menahan 31 mahasiswa yang terlibat bentrok dengan polisi ketika menggelar demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak di kampus Unas Jakarta, Sabtu (24/5).
Bambang Nugroho terpaksa minta izin tidak bekerja untuk melihat kondisi adiknya, Mizan MW, di tahanan. Menurut Bambang, adiknya baru terpilih menjadi Ketua Senat Fakultas Sastra Unas ketika ditangkap polisi.
Bambang mengetahui Mizan ditahan ketika menonton televisi yang menayangkan pernyerbuan polisi ke kampus Unas. "Malamnya dia sempat SMS, katanya tidak bisa pulang karena polisi memblokir jalan. Saya tidak masalah, karena sebagai Ketua Senat, Mizan sering tidur di kampus," kata Bambang di depan Mapolres Jaksel, Jumat (30/5).
Setelah penyerbuan Bambang mencari Mizan di kampus, tapi hanya menemukan sepeda motor dan helm adiknya. Dia kemudian mencari ke Mapolres Jaksel karena mendapat kabar adiknya ditahan di sana. Setelah menunggu berjam-jam, Bambang akhirnya berhasil menemui adiknya.
"Di Polres kita coba cari kepastian ada atau tidak. Pertama saya lihat, kepala belakang di atas kupingnya bocor. Katanya, dia sedang tidur di ruang sekretariat, tiba-tiba dipukul helm oleh 5 polisi. Mukanya masih lebam waktu itu," ujar Bambang.
Bambang mengkhawatirkan kondisi adiknya di tahanan. Dia khawatir adiknya kembali dianiaya polisi. "Kami tidak akan pergi sebelum ada kepastian adik saya dibebaskan," katanya.
Hal yang sama diungkapkan Nana, ibu salah seorang mahasiswa yang ditahan. Dia mengaku menginap di depan Mapolres Jaksel sejak Kamis (29/5) malam. "Seorang ibu pasti khawatir dengan kondisi anaknya, meski anak itu nakal sekalipun. Kita tidak mau membuat masalah di sini. Saya hanya mau menunggu di sini sampai anak saya keluar," kata Nana.
Berkali-kali polisi berjanji membebaskan mahasiswa. Namun, bukannya memenuhi janji, polisi kini justru menetapkan 31 mahasiswa Unas sebagai tersangka kerusuhan di kampus. Nana, menyayangkan sikap polisi yang reaksioner dan represif menangani demonstrasi mahasiswa. "Mungkin mereka sudah tidak punya hati," ujarnya.
Seperti diberitakan, setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, mahasiswa Unas menggelar demonstrasi di sekitar kampus. Demonstrasi berlangsung hingga pagi hari dan berakhir setelah polisi menyerbu masuk kampus. Dalam penyerbuan itu polisi merusak sejumlah fasilitas kampus dan menangkap 142 mahasiswa. Sebanyak 111 mahasiswa dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan dan 31 mahasiswa ditahan hingga hari ini tanpa kejelasan kapan dibebaskan. (E1)
Foto: VHRmedia.com/ Kurniawan Tri Yunanto
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC -
20 November 2008
UU Pornografi Seharusnya Mencakup Pendidikan Toleransi -
19 November 2008
Ribuan Buruh Jatim Demo di Kantor Gubernur -
19 November 2008
Ferry Yuliantono Diancam 12 Tahun Penjara -
19 November 2008
Mahasiswa Protes Kenaikan APBD Jateng
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Operasi Preman Sia-sia, Rendahkan Martabat
21 November 2008 - 10:36 WIB
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







