Voice of Human Rights News Center

English English 04 Juli 2009  

            Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com   

 

Berita

Polisi Diduga Biarkan FPI Aniaya Massa AKKBB

Komnas Akan Usulkan Investigasi Serangan FPI

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia.com, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menduga polisi membiarkan penyerangan massa Front Pembela Islam terhadap anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, kemarin. Dugaan itu didasari keterangan para korban bahwa tidak satu pun polisi terlihat mencegah aksi kekerasan tersebut.

 

Komisioner Subkomisi Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Ahmad Baso, mengatakan berdasarkan keterangan saksi dan korban, polisi yang datang setelah aksi pemukulan tidak menangkap anggota FPI yang melakukan pemukulan. "Ada bukti korban luka, tapi tidak ada pelaku yang ditangkap meski sudah jelas. Aspek legalitas ini yang tidak pernah diindahkan aparat," kata Ahmad Baso di kantornya, Senin (2/6).

 

Ahmad Baso mengatakan, pembiaran oleh polisi itu telah mencederai asas legalitas hukum. Kelompok-kelompok seperti FPI diduga memanfaatkan kelemahan polisi itu untuk melakukan tindak kekerasan sebagai pembenaran menghakimi keyakinan pihak lain tanpa proses hukum. "Komnas akan memantau kasus ini. Apakah nanti dibentuk tim penyelidik atau tidak, yang jelas koridor kita aspek legalitas ini karena ada pembenaran. Padahal hanya aparat yang dapat menggunakan argumen hukum ini."

 

Selama pemantauan kasus penyerangan yang dilakukan FPI, Komnas HAM akan menilai kerja kepolisian. Sebab, pembiaran terhadap sekelompok orang yang melakukan tindak kekerasan tidak dapat dibenarkan oleh hukum. "Kami melihat sejauh ini ada kesan pembiaran dan sama sekali tidak ada upaya aparat untuk menjamin rasa aman bagi setiap warga negara," kata Ahmad Baso.

 

Komnas HAM khawatir tidak adanya jaminan kebebasan berpendapat dan berkeyakinan bagi warga negara dapat memicu tindak kekerasan lainnya. Atas dasar itu, kata Ahmad Baso, pihaknya juga akan menyoroti kasus serupa yang terjadi sebelumnya. "Bagaimana mungkin suatu kelompok melakukan kekerasan di hadapan aparat keamanan?"

 

Jika ditemukan unsur pembiaran dalam kasus penyerangan FPI terhadap massa AKKBB, Komnas HAM akan merekomendasikan pembentukan tim investigasi ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Kita juga akan merevitalisasi MoU dengan Polri," kata Ahmad Baso. (E1)

©2009 VHRmedia.com


Berita Terkait


5 Komentar

  1. Anto
    6 Juni 2008 pukul 20:16

    Setiap aksi pasti ada reaksinya. Mestinya harus dicermati dulu bagaimana kronologisnya sebelum memutuskan FPI memang bersalah. Jangan cepat menuduh lebih jauh lagi, polisi sengaja membiarkan penyerangan itu terjadi. Atau bisa jadi, AKPBB memang memprovokasi dan merancang agar kejadian itu terjadi untuk membubarkan FPI dengan cara menjebaknya, mem-blow up kasus dan membuat orang berpikir itu bagian dari skenario untuk memindahkan isu kenaikan BBM.

  2. Chever
    4 Juni 2008 pukul 14:48

    FPI, Front Pembela Islam atau Front Perusak Islam.

  3. MASYARAKAT PECINTA POLISI
    3 Juni 2008 pukul 12:45

    Polisi bergerak dianggap melanggar HAM, tidak Bergerak Dianggap melanggar HAM juga, emang paling enak mojokin aparat, kepada pak Ahmad Bakso kalo ngomong dipikir dulu ya.

  4. pekik nursasongko
    2 Juni 2008 pukul 22:49

    membiarkan FPI hidup setelah penyerangan terhadap AKPBB sama dengan membiarkan Indonesia kembali kepada masa purba, dimana hukum hutan yang berkuasa. hentikan premanisme,saya orang Islam, tapi saya sangat tidak sepakat dengan cara FPI bermain dengan kekerasan.salam

  5. Topo
    2 Juni 2008 pukul 17:14

    Nah Komnas baru tahu rasa kan.....Kalau Aparat selalu dipojokkan dalam kasus Mahasiswa...Kenapa tidak adil....memperlakukan aparat...Jangan sedikit-sedikit Aparat Melanggar HAM..Saya Rasa dalam Kasus FPI ini karena aparat mau menunjukkan bahwa mereka sebenarnya sudah muak dengan perlakuan tidak adil dari Komnas HAM dan Ormas yang Suka menyerang aparat dengan HAM. Padahal kan Tindakan FPI dengan Mahasiswa di Unas dan UKI sama-sama Anarkhir ....Semoga Komnas HAM dan para pembela HAM bisa lebih Bijak melihat suatu Kasus...dan tidak menganak emaskan salah satu pihak...

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:20 WIB

Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM

16 Januari 2009 - 23:54 WIB

Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid

16 Januari 2009 - 21:33 WIB

Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror

16 Januari 2009 - 21:15 WIB

LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III

16 Januari 2009 - 21:4 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:24 WIB

Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//


Redaksi

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Tidak ada data 5 Berita terpopuler

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua