Voice of Human Rights News Center

English English 21 November 2008  

 

Berita

Penggusuran Permukiman Miskin Jakarta

Komnas HAM: Stop Diskriminasikan Warga Miskin

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia, Jakarta - Komnas HAM mengimbau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan peraturan yang mendasar dan menyeluruh untuk mengatasi masalah kemiskinan di Jakarta. Selama ini Pemprov DKI membuat peraturan yang diskriminatif terhadap masyarakat miskin.


Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Internal M Ridha Saleh mengimbau Pemprov DKI tidak menyelesaikan masalah kemiskinan dengan cara yang mencederai rasa keadilan warga miskin. Misalnya dengan intimidasi atau penggusuran terhadap masyarakat miskin yang tinggal di Jakarta. "Jangan sampai ada konflik vertikal antara warga dan pemerintah secara terus-menerus," katanya, Selasa (7/10).


M Ridha Saleh menyatakan selama ini Pemerintah Jakarta mengatasi masalah kemiskinan dan kepadatan penduduk secara parsial yang hanya bersifat sementara. Pemprov DKI seharusnya mengambil kebijakan ekstrem yang tidak hanya diberlakukan kepada rakyat kecil. "Misalnya harus ada pembatasan kepada orang ‘besar' dan memberi kesempatan pada orang kecil. Selama ini peraturannya sangat diskriminatif," ujarnya. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Upayakan PK Perkara PT Timor

21 November 2008 - 11:20 WIB

Operasi Preman Sia-sia, Rendahkan Martabat

21 November 2008 - 10:36 WIB

Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua