| 21 November 2008 |
Berita
Buntut Demo Kenaikan BBM
Mahasiswa Korban Insiden Unas Meninggal
21 Juni 2008 - 14:11 WIB
Kurniawan Tri Yunanto
VHRmedia.com, Jakarta - Maftuh Fauzi (27), mahasiswa Universitas Nasional Jakarta yang ditangkap pada penyerbuan polisi ke kampus ketika demonstrasi menentang kenaikan harga BBM, meninggal dunia, Jumat (20/6). Teman dan dosen mendiang melihat ada banyak kejanggalan di balik meninggalnya Maftuh. Mereka kembali berunjuk rasa di Polres Jakarta Selatan dan meminta penyelesaian tuntas insiden Unas.
Bobby, teman almarhum, mengatakan Maftuh dan beberapa temannya selalu mengeluhkan kepala pusing setelah insiden 24 Mei. Ketika ditahan di Polres Jakarta Selatan, Maftuh dan beberapa teman yang kepalanya bocor mendapatkan jahitan ala kadarnya.
"Dijahit tanpa dibius oleh dokter dari Polres. Setelah bebas dari Polres, sempat check up di RSCM karena kepalanya terus bernanah. Kami menduga berita ini masih disembunyikan dan tidak terkuak. Kami minta kepolisian menyelesaikan secara tuntas insiden Unas," kata Boby ketika berunjuk rasa di Polres Jakarta Selatan, Jumat (20/6).
Boby dan mahasiswa Unas curiga karena Rumah Sakit Pusat Pertamina yang merawat Maftuh Fauzi justru mengatakan korban meninggal karena terkena HIV/AIDS. Menurut RSPP, dari hasil CT scan di kepala tidak ada kelainan. Mahasiswa Unas curiga ada upaya menutupi penyebab kematian Maftuh. Atas dasar itu, mahasiswa Unas dan berbagai kampus di Jakarta membentuk aksi duka cita atas kematian Maftuh Fauzi.
Jumat sekitar pukul 19.00 ratusan mahasiswa Unas dan beberapa kampus di Jakarta memutuskan kembali berunjuk rasa di Polres Jakarta Selatan. Dalam aksi itu mereka menyatakan polisi pembunuh. Unjuk rasa sempat memanas ketika mahasiswa menyemprot papan penunjuk di Polres dengan kata "pembunuh". Ratusan mahasiswa itu akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 23.00.
Dekan FISIP Unas Hasto Atmojo menilai mahasiswanya meninggal karena kejahatan dan harus diungkap secepatnya. Mengetahui pernyataan rumah sakit yang mengatakan Maftuh Fauzi meninggal karena HIV/AIDS, Hasto merasa ada upaya penggeseran isu untuk yang kedua kalinya. "Ini kan selalu ada upaya untuk menggeser isu. Pertama, isu narkoba dimunculkan. HIV kan tahunan, masak tiba-tiba kena HIV dan mati. Dugaan kami ada indikasi pergeseran isu dan meredam permasalahan ini," katanya.
Upaya meredam permasalahan itu terlihat ketika jenazah korban langsung dibawa ke Kebumen setelah mampir di rumah duka Jalan Danau Tempe III/240 RT 08 RW 06, Depok Timur, Jawa Barat.
Pembantu Rektor III Unas meminta kepolisian melakukan autopsi sebelum pemakaman. "Kami mendesak Komnas HAM dan komisi kepolisian menindaklanjuti melalui investigasi. Kalaupun sudah dimakamkan, sebagai institusi negara Momnas HAM bisa minta untuk melakukan autopsi jenazah korban yang sudah dimakamkan," kata Hasto.
Upaya untuk diotopsi tersebut juga disuarakan para mahasiswa Unas. Puluhan mahasiswa langsung berangkat ke Kebumen untuk meminta keluarga korban merelakan dilakukan autopsi jasad korban. (E4)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC -
20 November 2008
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban -
20 November 2008
UU Pornografi Seharusnya Mencakup Pendidikan Toleransi -
19 November 2008
Ribuan Buruh Jatim Demo di Kantor Gubernur -
19 November 2008
Ferry Yuliantono Diancam 12 Tahun Penjara
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Perlindungan Ekosistem Laut Belum Maksimal
21 November 2008 - 14:1 WIB
DPRD Surabaya Usul Insentif bagi Penjaga Makam
21 November 2008 - 13:24 WIB
Kejagung Upayakan PK Perkara PT Timor
21 November 2008 - 11:20 WIB
Operasi Preman Sia-sia, Rendahkan Martabat
21 November 2008 - 10:36 WIB
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Kisah
Hilangnya Seorang Kapten (1)
21 November 2008 - 13:41 WIB
Empat hari lagi Yadin harus berangkat berlayar. Tawaran berlayar ke Singapura dari kakak iparnya tiba-tiba ditolak begitu saja. Demi sebuah keingingan untuk mengambil hasil ujian, tiket pesawat dikembalikan. "Sebentar lagi jadi kapten, Mak. Nanti Mamak aku beliin daster," kata Yadin Muhidin kepada
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







