| 20 November 2008 |
Berita
Insiden Penembakan Hari Pribumi di Papua
Militer Diduga Terlibat Pembunuhan Opinus
25 September 2008 - 16:44 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menduga militer terlibat dalam pembunuhan Opinus Tabuni, warga Papua korban penembakan dalam peringatan Hari Pribumi Internasional di Wamena, 9 Agustus lalu.
Komisioner Subkomisi Mediasi Komnas HAM Yoseph Adi Prasetyo mengatakan, indikasi keterlibatan militer dalam insiden itu terlihat dari jenis peluru yang digunakan untuk menembak Opinus Tabuni.
Dalam kunjungan ke Papua beberapa waktu lalu Yoseph Adi memperoleh informasi proyektil peluru yang menewaskan Opinus kaliber 9 milimeter. Di kalangan Polri, peluru jenis ini hanya dimiliki personel Detasemen Khusus 88 Antiteror. "Ada dugaan digunakan satuan lain," ujar Yoseph Adi dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (25/9).
Polisi mengaku telah memeriksa semua senjata yang digunakan personelnya ketika bertugas saat itu. Namun mereka tidak menemukan senjata dengan jenis peluru 9 milimeter. Berdasarkan jenis peluru, Yoseph Adi menduga pelaku penembakan bukan masyarakat sipil.
Menurut Yoseph Adi, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus penembakan Opinus Tabuni. Berdasarkan keterangan Ketua Dewan Adat Papua Forkorus Yoboisembut, Opinus Tabuni tidak ditembak dalam kerumunan peserta peringatan Hari Bumi. Korban ditembak di Jalan Patimura yang berseberangan dengan lokasi upacara. "Opinus tidak berada di kerumunan."
Ketika acara berlangsung, polisi tidak masuk dalam area upacara karena dijaga kelompok adat. Polisi mulai bergerak masuk setelah melihat pengibaran bendera Bintang Kejora, Merah Putih, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan bendera SOS bertuliskan "Nyawa Orang Papua Terancam". Setelah satu jam negosiasi baru ketahuan Opinus Tabuni tewas ditembak di luar kerumunan.
Selain itu, berdasarkan keterangan Komandan Rayon Militer setempat, saat itu banyak intelijen yang diduga dari Jakarta berada di sekitar lokasi kejadian. "Mereka tidak berkoordinasi dengan Komandan Kodim setempat," ujar Yoseph Adi.
Komnas HAM mengusulkan Presiden Yudhoyono membentuk tim independen beranggotakan personel lintas satuan untuk memeriksa insiden pembunuhan Opinus Tabuni, sehingga pemeriksaan dapat dilakukan secara ilimiah seperti olah TKP dan uji balistik. "Bentuk tim independen yang bertanggung jawab terhadap Presiden," kata Yoseph Adi.
Berdasarkan penelitian Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Papua, peluru yang menewaskan Opinus Tabuni menembus dada kiri di antara tulang iga delapan dan sembilan hingga hancur tidak beraturan di dalam jantung. (E1)
Foto: VHRmedia/ Theo Hasegem
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC -
20 November 2008
UU Pornografi Seharusnya Mencakup Pendidikan Toleransi -
19 November 2008
Ribuan Buruh Jatim Demo di Kantor Gubernur -
19 November 2008
Ferry Yuliantono Diancam 12 Tahun Penjara -
18 November 2008
KASUM: Gunakan Cara Khusus untuk Buktikan Keterlibatan BIN
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







