Voice of Human Rights News Center

English English 03 September 2010  

            Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com   

 

Berita

Kasus Suap Anggota DPRD

Mosi Tidak Percaya pada Bupati Pandeglang

Ginanjar Hambali

VHRMedia, Serang - Aliansi Masyarakat Pandeglang Menggugat menduduki kantor Setda Kabupaten Pandeglang, Banten, yang juga Kantor Bupati, Rabu (7/12) siang. Ribuan pengunjuk rasa yang menjebol dan membuang pintu gerbang ke alun-alun itu menyatakan mosi tidak percaya terhadap Bupati Achmad Dimyati Natakusumah.


Juru Bicara AMPM Suhada mengatakan, mosi tidak percaya terhadap Bupati Achmad karena yang bersangkutan terlibat kasus suap. Dalam sidang kasus korupsi dugaan suap Rp 1,4 miliar dana pinjaman Rp 200 miliar Pemkab Pandeglang kepada Bank Jabar, di Pengadilan Negeri Pandeglang 24 Desember lalu, saksi Abdul Munaf mengungkap keterlibatan Bupati Achmad sebagai yang memerintahkan penyuapan kepada pimpinan dan anggota DPRD Pandeglang.


Sejak kasus itu dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi oleh AMPM, baru penerima suap yaitu HM Acang (Ketua DPRD), Wadudi Nurhasan (Wakil Ketua DPRD),  Abdul Munaf (bekas Kepala BPKD), dan Dendi (staf Bank Jabar), yang ditetapkan sebagai tersangka dan disidangkan.


"Kami juga mempertanyakan alasan surat permohonan izin pemeriksaan terhadap Bupati dan Wakil Bupati (Erwan Kurtubi) 23 Juli tahun lalu yang belum juga turun, tanpa alasan jelas," kata Suhada.


AMPM juga mempertanyakaan penggunaan uang pinjaman Rp 200 miliar dari Bank Jabar. Menurut Suhada, akibat pinjaman itu APBD tergerogoti untuk membayar cicilan. "Gara-gara pinjaman itu, tahun 2009 tidak akan ada pembangunan yang siginifikan di Pandeglang," katanya.


Suhada menyatakan aksi pendudukan akan berlangsung sampai KPK datang di Pandeglang. "Sampai Bupati diperiksa. Aksi kami solid," katanya.


Sebelumnya sekitar pukul 10.30 Kesatuan Mahasiswa dan Pemuda Banten juga berdemonstrasi meminta Kejaksaan segera menangkap anggota DPRD Pandeglang yang penerima suap Rp 1,4 miliar untuk memuluskan pinjaman Pemkab Pandeglang. (E4)

©2010 VHRmedia.com


Berita Terkait


7 Komentar

  1. prihatinpisan
    2 Februari 2009 pukul 19:13

    Mengamati perkembangan Pandeglang saat ini, dan beberapa dosa yg dilakukan tirani Dimyati sekarang ini ada gejala-gejala yang secara kuat mendorong bangkitnya kesadaran dan kedaulatan masyarakat Pandeglang. Sudah beberapa kali kecenderungan masyarakat Pandeglang untuk menunjukkan kekuatannya berhasil diredam dengan aman dan terkontrol oleh Bupati Pandeglang. Tetapi kali ini, akankah dia mampu meredam gejolak massa yang akan membanjiri Pandeglang ?
    Sekarang ini jalan ekstra parlementer atau gerakan kerakyatanlah yang mampu menjadi faktor perubahan. Sangat masuk akal bila masyarakat Pandeglang bangkit menegakkan kedaulatannya, Eksekutif/birokrat sekarang ini sudah tidak pantas lagi mengaku dirinya sebagai pelayan rakyat.
    People power yang serentak dan massif merupakan unjuk kedaulatan masyarakat Pandeglang yang riil dan sah dalam demokrasi.
    People power sekarang ini terarah pada aksi kontrol terhadap kesewenang2an Bupati Pandeglang dalam menjalankan kekuasaannya. Hanya masyarakat Pandeglang-lah yang berhak dan sah mengontrol Pemimpinnya.
    Kesalahan fatal yang telah ditunjukkan Bupati Pandeglang sudah tidak bisa diperbaiki lagi kecuali dengan jalan kontrol rakyat.
    Momentum saat ini justru momentum yang sangat berarti bagi proses demokrasi yang sebenarnya.
    Momentum saat ini adalah momentum untuk memberikan landasan yang kokoh bagi proses demokrasi selanjutnya di Pandeglang. Inilah saatnya seluruh masyarakat Pandeglang harus mulai belajar berpartisipasi dalam proses demokrasi yang sesungguhnya.
    Bila momentum ini tidak dipergunakan sebaik-baiknya untuk kebangkitan kedaulatan rakyat, maka ada beberapa kesalahan besar yang sedang dibangun oleh masyarakat Pandeglang.
    Bupati Pandeglang yang dianggap sebagai Pemimpin di Pandeglang telah meneguhkan dirinya sebagai “orang yang paling berkuasa”. Ini membentuk pemerintahan diktator ala Orde Baru.
    Masyarakat Pandeglang telah dininabobokan oleh Pemimpinnya dengan menjual dalih percepatan pembangunan, tetapi hal ini dibayar mahal dengan dikorbankannya APBD Kabupaten Pandeglang dengan nilai yg sangat fantastis 200 Miliar.
    Kekuatan kaum oportunis tak bermoral, dan korup dikalangan birokrasi (ala ORBA dan antek-anteknya) di Kabupaten Pandeglang saat ini merasa di atas angin.
    Rakyat tak akan lagi mampu memiliki kedaulatannya dalam arti sepenuh-penuhnya. Terus-terus menerus akan dianggap sebagai massa yg tidak mempunyai kekuatan.
    Oleh karena itu, SEKARANG MOMENTUM BAGI KEBANGKITAN KEDAULATAN MASYARAKAT PANDEGLANG.
    Supaya momentum yang telah diakselerasi oleh para aktifis dengan dibongkarnya Kasus Suap ini tidak hilang percuma, maka sangat sah dalam proses demokrasi kalau sekarang ditunjukkan dengan PEOPLE POWER.

  2. abdulmunaf
    4 Februari 2009 pukul 20:9

    Jangan cuma Bupati saja yang didemo, tetapi para pejabat mulai dari esselon III dan II nya juga harus direvolusi. Karena apa, karena Bupati juga ga mungkin jalan sendiri tanpa ada masukan dan dukungan dari pejabat eselon III dan II-nya. Hampir semua kebijakan yang keluar dari Bupati otaknya adalah para pejabat dari Eselon II dan III. Jadi sekali lagi tolong jangan terlalu konsen pada Bupati aja, melainkan para pejabat eselon III dan II juga harus diperhatikan. trimakasih.

  3. prihatin pisan
    8 Februari 2009 pukul 8:37

    Kunjungi : http://pandeglang-menggugat.blogspot.com

  4. Unah
    13 Februari 2009 pukul 16:34

    Lalanjung ene mah... pajabat jeung Pamarentahna sakongkol ngabohongan masyarakat jeung ngarugikeun nagara, kanaon eta bisa kitu??? kulntaran masyarakatna bararodo nyaho kitu di pilih deui-di pilih deui, laju aktivisna sok ngajadikeun proyek tina eta kasus, kumaha te lalanjung ka....

  5. H.DEENG
    5 Maret 2009 pukul 15:23

    Weii bupati ulah rakus teuing tah ka duit!! duit mah moal dibawa paeh> amun dosa dia karak dibawa paeh semoga wae dia diajab di dalam kubur.amin

  6. opang
    2 Mei 2009 pukul 22:58

    kula mah lieur. teu ngarti.....................

  7. jono
    14 Agustus 2009 pukul 21:55

    telatkeburu leumpat ka senayan, cape dehhhhhhhhhhhhhhhh......

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:20 WIB

Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM

16 Januari 2009 - 23:54 WIB

Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid

16 Januari 2009 - 21:33 WIB

Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror

16 Januari 2009 - 21:15 WIB

LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III

16 Januari 2009 - 21:4 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:24 WIB

Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//


Redaksi

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Tidak ada data 5 Berita terpopuler

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua