Voice of Human Rights News Center

English English 20 November 2008  

 

Berita

Penyerbuan Kampus Universitas Nasional

Orang Tua Minta Mahasiswa Unas Dibebaskan

Hervin Saputra

VHRmedia.com, Jakarta - Puluhan orang tua mahasiswa Universitas Nasional Jakarta yang anaknya masih ditahan di Mapolres Jakarta Selatan karena terlibat bentrok dengan polisi Sabtu (24/5), mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Mereka meminta Komnas HAM mendesak polisi membebaskan dan menjamin keselamatan anak mereka selama dalam tahanan.

 

Joko, juru bicara orang tua mahasiswa, menyatakan bentrokan di kampus Unas itu melibatkan polisi dan mahasiswa. Karena itu, dia meminta pemeriksaan tidak hanya terhadap mahasiswa, tapi juga terhadap polisi. "Berikan ketenangan kepada kami dan ibu-ibu orang tua mahasiswa," kata Joko di kantor Komnas HAM Jakarta, Selasa (27/5).

 

Dalam pengaduan itu orang tua mahasiswa menyatakan kecewa atas tindakan polisi menganiaya anak mereka. Mereka juga mengeluh soal tangung jawab biaya perawatan beberapa mahasiswa yang cedera akibat penyerbuan oleh polisi tersebut.

 

Wakil Ketua Komnas HAM M Ridha Saleh mengatakan, Kepolisian berjanji menanggung semua biaya perawatan medis mahasiswa yang ditahan. Janji itu disampaikan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Abubakar Nataprawira. "Tidak ada alasan bagi Kepolisian untuk tidak menjamin perawatan medis," ujar Ridha.

 

Ridha menyatakan pihaknya kini membentuk tim pemantau penyerangan ke kampus Unas. Tim itu dibentuk berdasarkan penyelidikan awal yang dilakukan Komnas HAM. "Berdasarkan temuan awal, kami menyimpulkan polisi melakukan penyerangan."

 

Mengenai kerugian materi kampus Unas seperti kerusakan fasilitas dan sejumlah kendaraan, Ridha mengatakan polisi akan menegosiasikan besaran ganti rugi dengan Rektorat Unas. "Saat ini mereka (Unas dan polisi) sedang menghitung kerugian," kata Ridha. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua