| 20 November 2008 |
Berita
Penyerbuan Kampus Universitas Nasional
Orang Tua Minta Mahasiswa Unas Dibebaskan
28 Mei 2008 - 10:48 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia.com, Jakarta - Puluhan orang tua mahasiswa Universitas Nasional Jakarta yang anaknya masih ditahan di Mapolres Jakarta Selatan karena terlibat bentrok dengan polisi Sabtu (24/5), mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Mereka meminta Komnas HAM mendesak polisi membebaskan dan menjamin keselamatan anak mereka selama dalam tahanan.
Joko, juru bicara orang tua mahasiswa, menyatakan bentrokan di kampus Unas itu melibatkan polisi dan mahasiswa. Karena itu, dia meminta pemeriksaan tidak hanya terhadap mahasiswa, tapi juga terhadap polisi. "Berikan ketenangan kepada kami dan ibu-ibu orang tua mahasiswa," kata Joko di kantor Komnas HAM Jakarta, Selasa (27/5).
Dalam pengaduan itu orang tua mahasiswa menyatakan kecewa atas tindakan polisi menganiaya anak mereka. Mereka juga mengeluh soal tangung jawab biaya perawatan beberapa mahasiswa yang cedera akibat penyerbuan oleh polisi tersebut.
Wakil Ketua Komnas HAM M Ridha Saleh mengatakan, Kepolisian berjanji menanggung semua biaya perawatan medis mahasiswa yang ditahan. Janji itu disampaikan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Abubakar Nataprawira. "Tidak ada alasan bagi Kepolisian untuk tidak menjamin perawatan medis," ujar Ridha.
Ridha menyatakan pihaknya kini membentuk tim pemantau penyerangan ke kampus Unas. Tim itu dibentuk berdasarkan penyelidikan awal yang dilakukan Komnas HAM. "Berdasarkan temuan awal, kami menyimpulkan polisi melakukan penyerangan."
Mengenai kerugian materi kampus Unas seperti kerusakan fasilitas dan sejumlah kendaraan, Ridha mengatakan polisi akan menegosiasikan besaran ganti rugi dengan Rektorat Unas. "Saat ini mereka (Unas dan polisi) sedang menghitung kerugian," kata Ridha. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
19 November 2008
Mahasiswa Protes Kenaikan APBD Jateng -
13 November 2008
Korban: Fokus Lanjutkan Rekomendasi Komnas HAM -
12 November 2008
Warga Diminta Respons Peringatan Dini Banjir -
10 November 2008
Korban Lapindo Minta Presiden Kawal Pembayaran Sisa Ganti Rugi -
10 November 2008
Turun Tangan, Presiden!
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







