Voice of Human Rights News Center

English English 28 Agustus 2008  

 

Berita

Stop Stigma Negatif terhadap LGBT

Orientasi Seks Bukan Penyebab Mutilasi

Angga Haksoro Ardhi

VHRmedia, Jakarta - Arus Pelangi, organisasi kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender, mengecam stigma negatif terhadap kaum LGBT melalui pemberitaan kasus mutilasi baru-baru ini. Mereka menentang tudingan bahwa kaum LGBT identik dengan perilaku menyimpang yang mengarah tindakan keji.

 

Dalam peryataan sikap yang disampaikan ketuanya, Rido Triawan, Kamis (24/7), Arus Pelangi menyatakan kasus mutilasi dengan tersangka Verry Idam Henyansyah alias Ryan tidak layak dijadikan bukti untuk mengeneralisasi perilaku kaum gay. Sebab, orientasi seksual seseorang tidak dapat dijadikan acuan untuk menilai perilaku menyimpang.

 

Rido menyayangkan pernyataan sejumlah kriminolog dan psikolog yang menilai orientasi seksual Ryan sebagai motif mutilasi. "Saya mendesak para pakar untuk membuktikan semua pendapat miring mereka terhadap kelompok LGBT secara ilmiah," katanya.

 

Arus Pelangi juga menuntut para pakar yang melontarkan stigma negatif terhadap kaum LGBT untuk memberikan klarifikasi jika tidak dapat membuktikan secara ilmiah bahwa orientasi seksual Ryan penyebab terjadinya mutilasi.

 

Rido mengingatkan, Asosiasi Psikiater Amerika pada tahun 1972 mengeluarkan rekomendasi bahwa kaum homoseksualitas harus dikeluarkan dari kategori masyarakat yang mengalami gangguan mental. Rekomendasi itu kemudian diperkuat resolusi WHO pada 1980 yang menyatakan kelompok homoseksual bukan penyandang cacat mental.

 

Berdasarkan pendapat ilmiah itu, Arus Pelangi membantah orientasi seksual Ryan yang menjadi penyebab terjadinya mutilasi, seperti dilontarkan para kriminolog. Mereka juga menuntut masyarakat dan media massa tidak memberikan stigma negatif terhadap kaum LGBT. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kisah

Pojok Indonesia di Hong Kong

26 Agustus 2008 - 14:48 WIB

Buruh migran Indonesia menemukan tempat pelarian. Sekadar jembatan rindu rumah dan kampung halaman.


 TOKO kecil itu persis di depan kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di ruas Kewicks Street, Causeway Bay, Hong Kong. Deretan mi instan dengan trademark Indonesia berjajar memenuhi rak di

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Pegawai Honorer Surabaya Tak Terdata BKN

8 Agustus 2008 - 16:24 WIB

Anggaran Pendidikan Utamakan Gaji Guru

15 Agustus 2008 - 16:58 WIB

Pengesahan PP 41/2007 Jatim Molor

1 Agustus 2008 - 16:1 WIB

Status Tersangka Bupati Sleman Belum Jelas

1 Agustus 2008 - 15:33 WIB

Peraturan 5 Menteri Tak Berkekuatan Mengikat

1 Agustus 2008 - 16:33 WIB

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua
Teater Sandekala