Voice of Human Rights News Center

English English 20 November 2008  

 

Berita

Terancam Dipecat

Pegawai Honorer Surabaya Tak Terdata BKN

Yovinus Guntur Wicaksono

VHRmedia, Surabaya - Pegawai honorer daerah yang bekerja di Pemerintah Kota Surabaya terancam menganggur. Sebanyak 191 pegawai itu tidak masuk dalam data Badan Kepegawaian Negara (BKN).


Kepala Badan Kepegawaian Daerah Surabaya Yayuk Eko Agustin mengatakan, 191 pegawai honorer itu bekerja mulai Maret 2005 saat kepemimpinan Plt Wali Kota Chusnul Arifin Damuri. Penerimaan pegawai honorer daerah tidak sesuai dengan PP 48/2005 yang menyatakan sejak Januari 2005 pemerintah tidak menerima lagi pegawai honorer.


Yayuk Eko mengatakan, Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dapat memberhentikan pegawai honorer daerah Pemkot jika tidak ada pendanaan. Berdasarkan informasi, Pemkot hanya akan membiayai gaji pegawai honorer daerah hingga akhir 2008.


"Aturan itu tidak berlaku pada SKPD seperti Dinas Pajak. Karena pungutan pajak yang dilakukan bisa mendapatkan intensif dan digunakan untuk membayar gaji," kata Yayuk, Jumat (8/8).


Dia menginformasikan, saat ini tidak hanya pegawai honorer daerah yang diterima pada kepemimpinan Plt Wali Kota Chusnul Arifin Damuri yang terancam menganggur. Puluhan pegawai honorer daerah yang diterima setelah penetapan Wali Kota hasil Pemilihan Wali Kota 27 Juli 2005 juga terancam kehilangan pekerjaan. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


4 Komentar

  1. Deden Iwan Gunawan
    21 Agustus 2008 pukul 12:30

    Saya tenaga honorer Depkeu, terdaftar di database BKN, sampai saat ini kami bukan diangkat jadi CPNS, malah di PHK sepihak. Kami sudah mengadukan ke Komnasham, KON, lembaga tersebut telah mensyinyalir adanya indikasi pelanggaran HAM dan UUD oleh Pemerintahan SBY

  2. Dede Nurdin
    21 Agustus 2008 pukul 12:32

    Pemerintah melanggar UUD 1945 (pasal2) berbunyi : tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusian"

  3. Andy Candra, SH
    21 Agustus 2008 pukul 12:35

    Adanya indikasi pelanggaran oleh Pemerintah atas Hak keadilan, ketenagakerjaan, kesejahteraan dan hak turut serta dalam pemerintahan, sebaiknya anda melapor ke komnasham, Komisi ombudsman nasional, bila perlu menggugat ke PTUN

  4. yani
    5 September 2008 pukul 9:17

    untuk ptt yang bekerja di sekolah negeri surabaya juga tidak terdata, tidak mendapat insentif dari apbd,tidak diangkat jadi pns, tidak diperhatikan oleh pemerintah, padahal sudah bekerja bertahun - tahun , seperti saya ini sudah mulai 1993 dan hanya mempunyai surat tugas dari kepala sekolah itupun kalau dibuatkan, terus bagaimana nasip ptt sekolah surabaya ??? padahal hidup di surabaya itu mahal rumah mahal, makan mahal, baju mahal sedangkan gaji seorang ptt disekolah paling besar berapa, untuk nyambung hidup satu bulan saja dapat makan sudah syukur pol alhamdulillah, masa kita disuruh puasa terus???
    kapan kita Lebaran , hampir 15 tahun kita puasa kog ya teganya mereka tak perhatikan kita. tanks.

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua