| 21 November 2008 |
Berita
Laporan ILO soal Tren Ketenagakerjaan
Peluang Kerja Abaikan Kesetaraan Gender
21 Agustus 2008 - 11:33 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia, Jakarta - Peluang kerja di Indonesia selama 2000-2007 mengabaikan kesetaraan gender. Sebagian besar tenaga kerja perempuan bekerja pada sektor ekonomi informal yang tidak produktif dan berupah rendah. Hal itu terungkap dalam laporan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).
Dalam laporan bertajuk "Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2008" yang ditulis ekonom Kee Beom Kim dinyatakan pada tahun 2007 peningkatan kesempatan laki-laki memperoleh pekerjaan lebih rendah dibandingkan kesempatan perempuan yang mencapai 44,8%.
Ketidaksetaraan gender menyebabkan peningkatan itu tidak sejalan dengan rasio peluang bidang kerja bagi perempuan. "Ada kesenjangan rasio laki-laki dan perempuan yang menyebabkan potensi tenaga kerja perempuan tidak produktif," kata Kee Beom Kim di Jakarta, Rabu (20/8).
Menurut Kee, salah satu implikasi kesenjangan gender dalam kesempatan kerja adalah ketidakadilan upah yang diterima antara laki-laki dan perempuan. Upah rata-rata buruh perempuan tidak meningkat sejak tahun 2001, setelah pernah naik 69% pada 1995. "Perempuan hanya memperoleh 75 persen dari pendapatan laki-laki."
ILO melansir, pada tahun 2006 terdapat 7, 9 juta pekerja miskin di Indonesia dengan pendapatan di bawah US$1 per hari. Sedangkan jumlah pekerja miskin dengan pendapatan US$ 2 per hari sebanyak 52, 1 juta orang.
Selain menyoroti ketimpangan peluang kerja pada buruh perempuan, laporan ILO juga menyebutkan bertambahnya pekerja anak akibat kemiskinan. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional tahun 2007 terdapat lebih dari 1 juta pekerja anak berusia 10-14 tahun (60% laki-laki dan 40% perempuan). Sebagian besar bekerja di sektor pertanian (62%), perdagangan (17%), dan manufaktur (13%).
ILO menyimpulkan, bertambahnya pekerja anak akan memperburuk masalah ketenagakerjaan di Indonesia. Pekerjaan yang menyita waktu anak-anak sehingga partisipasi terhadap pendidikan berkurang, berdampak pada minimnya kemampuan kerja. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
18 November 2008
Sosialisasi Pemilu Abaikan Pemilih Pemula -
13 November 2008
Kesetaraan Gender Buka Peluang Perbaikan Ekonomi -
5 November 2008
Ratusan Mata Air Kendeng Utara Terancam Punah -
3 November 2008
Geolog Internasional: Pengeboran Penyebab Lumpur Lapindo -
31 Oktober 2008
Peluang Sultan HB X Terhambat Politik Modern
1 Komentar
- Deden Iwan Gunawan
21 Agustus 2008 pukul 12:41Tenaga Honorer Depkeu, yang telah terdaftar di BKN bukannya diangkat menjadi CPNS, malah di PHK sepihak, disinyalir menurut lembaga komnasham dan komisi ombudsman nasional adanya pelanggaran oleh pemerintah yaitu pelanggaran HAM dan Undang-undang
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







