Voice of Human Rights News Center

English English 08 Januari 2009  

            VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.                 Bila ada orang yang mengaku dari VHRmedia dan meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, harap melaporkan ke redaksi VHRmedia, telepon 02170981941 atau 081584553631. Terima kasih.                VHRmedia tidak pernah merekrut reporter, koresponden, ataupun kontributor di mana pun dengan memungut sejumlah uang.    

 

Berita

Pansus DPR Kasus Penghilangan Orang Secara Paksa

Pemanggilan Jenderal Jangan Jadi 'Dagangan'

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia meminta Pansus DPR Kasus Penghilangan Orang Secara Paksa tidak menjadikan agenda pemeriksaan sejumlah bekas petinggi ABRI sebagai komoditas politik. DPR didesak membuka kembali kasus itu dengan semangat pembentukan pangadilan HAM ad hoc yang menjunjung hak para korban.


Wakil Ketua Komnas HAM M Ridha Saleh mengatakan, saat ini hasil penyelidikan kasus pelanggaran HAM berat menumpuk di Kejaksaan Agung dan tidak ditindaklanjuti, di antaranya kasus penghilangan orang secara paksa. "Kalau ingin menyelesaikan kasus orang hilang, harus mendorong ke arah pengadilan HAM. Karena kasus pelanggaran HAM berat yang diselidiki oleh Komnas HAM terhambat di Kejaksaan Agung."


Dia mengingatkan DPR agar tidak menjadikan pengusutan kasus penghilangan orang sebagai komoditas politik. Dia menentang jika alasan pengusutan untuk menjatuhkan pihak tertentu. "Seharusnya pemeriksaan DPR ini untuk membuktikan kebenaran dan memenuhi rasa keadilan bagi korban, bukan menjatuhkan pihak tertentu," kata Ridha Saleh di Komnas HAM, Senin (20/10).


Ridha berharap geliat DPR untuk menyelesaikan kasus penghilangan orang dapat mendorong Kejagung untuk mulai melakukan penyidikan terhadap sejumlah kasus pelanggaran HAM berat yang selama ini diabaikan.


Setidaknya 5 kasus pelanggaran HAM berat yang tersumbat di Kejagung, yakni tragedi Trisakti, tragedi Semanggi I, dan tragedi Semanggi II, penculikan aktivis, pelanggaran di Wasior dan Wamena, serta pembantaian di Talangsari. "Kejagung harus mulai melakukan penyidikan," kata Ridha Saleh.


Pansus DPR Kasus Pengilangan Orang Secara Paksa yang diketuai Effendy Simbolon berencana memanggil beberapa bekas petinggi ABRI (kini TNI) yang diduga terlibat kasus ini. Di antaranya bekas Panglima ABRI Wiranto dan bekas Komandan Korps Pasukan Khusus Prabowo Subianto. (E1)

©2009 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

KPK Minta 6 Departemen Klarifikasi Rekening Liar

8 Januari 2009 - 17:11 WIB

PBB: Tak Ada Pejuang Hamas di Al Fakhora

8 Januari 2009 - 16:33 WIB

Pengacara Muchdi Minta Eksaminasi Dibatalkan

8 Januari 2009 - 16:20 WIB

FUI Surabaya Demo Konjen Amerika Serikat

8 Januari 2009 - 15:37 WIB

Mesir Didesak Buka Gerbang Rafah

8 Januari 2009 - 15:23 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Museum Santet

18 Desember 2008 - 14:2 WIB

 Banyak orang tak percaya santet. Tapi seorang dokter di Surabaya meyakininya ada. Museum ini adalah buktinya.


JIKA berkunjung ke museum ini, Anda pasti terperanjat. Di tempat ini Anda akan menemukan benda-benda santet dan jimat yang diyakini oleh masyarakat Indonesia memiliki kekuatan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua