| 08 Januari 2009 |
Berita
Pansus DPR Kasus Penghilangan Orang Secara Paksa
Pemanggilan Jenderal Jangan Jadi 'Dagangan'
21 Oktober 2008 - 10:16 WIB
Kurniawan Tri Yunanto
VHRmedia, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia meminta Pansus DPR Kasus Penghilangan Orang Secara Paksa tidak menjadikan agenda pemeriksaan sejumlah bekas petinggi ABRI sebagai komoditas politik. DPR didesak membuka kembali kasus itu dengan semangat pembentukan pangadilan HAM ad hoc yang menjunjung hak para korban.
Wakil Ketua Komnas HAM M Ridha Saleh mengatakan, saat ini hasil penyelidikan kasus pelanggaran HAM berat menumpuk di Kejaksaan Agung dan tidak ditindaklanjuti, di antaranya kasus penghilangan orang secara paksa. "Kalau ingin menyelesaikan kasus orang hilang, harus mendorong ke arah pengadilan HAM. Karena kasus pelanggaran HAM berat yang diselidiki oleh Komnas HAM terhambat di Kejaksaan Agung."
Dia mengingatkan DPR agar tidak menjadikan pengusutan kasus penghilangan orang sebagai komoditas politik. Dia menentang jika alasan pengusutan untuk menjatuhkan pihak tertentu. "Seharusnya pemeriksaan DPR ini untuk membuktikan kebenaran dan memenuhi rasa keadilan bagi korban, bukan menjatuhkan pihak tertentu," kata Ridha Saleh di Komnas HAM, Senin (20/10).
Ridha berharap geliat DPR untuk menyelesaikan kasus penghilangan orang dapat mendorong Kejagung untuk mulai melakukan penyidikan terhadap sejumlah kasus pelanggaran HAM berat yang selama ini diabaikan.
Setidaknya 5 kasus pelanggaran HAM berat yang tersumbat di Kejagung, yakni tragedi Trisakti, tragedi Semanggi I, dan tragedi Semanggi II, penculikan aktivis, pelanggaran di Wasior dan Wamena, serta pembantaian di Talangsari. "Kejagung harus mulai melakukan penyidikan," kata Ridha Saleh.
Pansus DPR Kasus Pengilangan Orang Secara Paksa yang diketuai Effendy Simbolon berencana memanggil beberapa bekas petinggi ABRI (kini TNI) yang diduga terlibat kasus ini. Di antaranya bekas Panglima ABRI Wiranto dan bekas Komandan Korps Pasukan Khusus Prabowo Subianto. (E1)
©2009 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
7 Januari 2009
UU Bantuan Hukum Macet di DPR -
7 Januari 2009
Mahasiswa Demo Kasus Suap DPRD Pandeglang -
24 Desember 2008
Kejati Jatim Salahkan Polisi -
24 Desember 2008
Orangutan Mampu Barter Uang dan Makanan -
23 Desember 2008
Urip Dipecat, Kemas & M Salim Dijatuhi Sanksi Teguran
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
KPK Minta 6 Departemen Klarifikasi Rekening Liar
8 Januari 2009 - 17:11 WIB
PBB: Tak Ada Pejuang Hamas di Al Fakhora
8 Januari 2009 - 16:33 WIB
Pengacara Muchdi Minta Eksaminasi Dibatalkan
8 Januari 2009 - 16:20 WIB
FUI Surabaya Demo Konjen Amerika Serikat
8 Januari 2009 - 15:37 WIB
Mesir Didesak Buka Gerbang Rafah
8 Januari 2009 - 15:23 WIB
Kisah
Museum Santet
18 Desember 2008 - 14:2 WIB
Banyak orang tak percaya santet. Tapi seorang dokter di Surabaya meyakininya ada. Museum ini adalah buktinya.
JIKA berkunjung ke museum ini, Anda pasti terperanjat. Di tempat ini Anda akan menemukan benda-benda santet dan jimat yang diyakini oleh masyarakat Indonesia memiliki kekuatan
Berita Terpopuler
Dukung Palestina Jangan Dibawa ke Isu Agama
5 Januari 2009 - 16:39 WIB
Vonis Bebas Muchdi Pr Perburuk Citra Indonesia
2 Januari 2009 - 17:29 WIB
Hakim Arogan, Muchdi Pr Pun Melenggang
1 Januari 2009 - 14:11 WIB
Anggaran Pendidikan Jawa Timur Rawan Dikorupsi
2 Januari 2009 - 16:4 WIB
Putusan Bebas Muchdi, Puncak Keprihatinan
1 Januari 2009 - 13:22 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







