Voice of Human Rights News Center

English English 20 November 2008  

 

Berita

Pemerintah Akui Gagal Cegah Penularan AIDS

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia, Jakarta - Pemerintah mengakui gagal mensosialisasikan penggunaan kondom untuk menekan penyebaran HIV/AIDS. Jika kondisi ini terus terjadi, jumlah pengidap AIDS diperkirakan naik menjadi 1 juta orang pada tahun 2010.


Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nafsiah Mboi mengatakan, salah satu penyebab kegagalan menekan jumlah penderita HIV/AIDS adalah belum maksimalnya upaya pencegahan. Efektivitas penggunaan kondom masih sangat rendah, karena hanya 30% masyarakat yang mau menggunakan kondom.


"Di wilayah ini, harus diakui kami gagal. Upaya pencegahan kami belum optimal," kata Nafsiah Mboi dalam sosialisasi hasil International AIDS Conference (IAC) di Meksiko dan peluncuran laporan UNAIDS tentang penyebaran AIDS secara global di Jakarta, Rabu (13/8).


Hal itu, kata Nafsiah, bertolak belakang dengan penularan HIV melalui penggunaan jarum suntik narkotika. Menurut dia, perubahan perilaku untuk tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian sudah cukup baik.


Berdasarkan perkiraan KPA, 20 ribu penduduk Indonesia teridentifikasi terkena HIV. Dari hasil penelitian KPA, peningkatan paling signifikan terjadi pada pengguna jasa pekerja seks komersial. Sedangan penularan pada PSK jumlahnya cenderung lebih kecil.


Berdasarkan temuan KPA, dari 3,1 miliar populasi penduduk Asia, 75 juta laki-laki berhubungan dengan PSK, 10 juta berhubungan dengan sesama laki-laki, dan 10 juta pengguna narkotika suntik. Sedangkan pada perempuan, 10 juta perempuan bekerja sebagai PSK dan 50 juta lainnya menikah dengan laki-laki yang suka berhubungan dengan PSK. "Semuanya sangat berisiko tertular HIV/AIDS. Sekarang pilihan ada di tangan kita," katanya.


Menurut Nafsiah Mboi, kondisi kesadaran masyarakat Indonesia berbeda dari kesadaran masyarakat negara-negara lain di Asia. Di Kamboja misalnya, generasi muda mulai sadar untuk melakukan hubungan seks pada usia yang cukup matang. Terbukti hubungan seks anak di bawah 15 tahun turun drastis. Jadi wajar jika sosialisasi pemerintah Kamboja untuk menggunakan kondom sangat efektif.


"Mereka baru melakukan hubungan seks setelah usianya agak tua, karena makin muda, makin mudah penularan. Sementara di Indonesia, laki-laki yang suka jajan, lebih suka mencari wanita yang baru menstruasi, sekitar usia 11-12 tahun," ujar Nafsiah Mboi. (E1)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua