| 20 November 2008 |
Berita
Konvensi Pengendalian Tembakau
Pemerintah Didesak Kendalikan Tembakau
8 Agustus 2008 - 15:40 WIB
Kurniawan Tri Yunanto
VHRmedia, Jakarta - Pemerintah tidak memperhatikan kesehatan masyarakat dengan tidak membuat aturan larangan merokok. Tidak adanya aturan pembatasan terhadap industri rokok juga dinilai memiskinkan masyarakat.
Dalam diskusi "Masyarakat Sipil Vs Pemerintah" di Jakarta Media Center, Jumat (8/8), terungkap pemerintah tidak pernah memenuhi hak kesehatan masyarakat. Apalagi 60% perokok adalah masyarakat miskin yang tinggal di pedasaan.
"Satu sisi memberikan peringatan bahaya rokok, tapi di sisi lain justru mendorong orang menjadi perokok tanpa batasan promosi industri rokok," kata Tulus Abadi, anggota pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).
Hal itu mendorong YLKI, Forum Warga Kota Jakarta, Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok, dan Koalisi untuk Indonesia Sehat mengajukan gugatan legal standing terhadap Presiden dan DPR melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mereka menuntut Presiden dan DPR segera meratifikasi Konvensi Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control). Pemerintah juga didesak membuat RUU Pengendalian Dampak Tembakau.
"Tuntutan ini bertujuan melindungi generasi sekarang dan mendatang dari kerusakan kesehatan, sosial, lingkungan, dan konsekuensi ekonomi akibat konsumsi tembakau," kata Tulus.
Menurut Tulus, jika cukai rokok dinaikkan dari 31% menjadi 100% dapat meningkatkan output perekonomian Rp 335 miliar. Pendapatan negara dari cukai rokok saat ini mencapai Rp 50,1 triliun.
Hal senada diungkapkan Sri Utari Setyawati dari Forum Parlemen Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan. Menurut dia, sepertiga penduduk Indonesia perokok, sehingga menduduki peringkat ketiga negara perokok terbanyak di dunia setelah China dan India.
"Setidaknya sudah ada 70.000 penelitian di dunia menyatakan hampir 5 juta penduduk dunia meninggal akibat tembakau. Kenapa Indonesia belum meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control?" katanya.
Menurut Sri Utari, 156 negara anggota WHO telah meratifikasi Konvensi Pengendalian Tembakau. Indonesia termasuk di antara 36 negara yang belum meratifikasi konvenan itu. FCTC mengatur beberapa komponen, di antaranya pembatasan akses rokok bagi anak, larangan iklan dan promosi, pemberlakuan kawasan bebas rokok, serta pengenaan cukai dan harga rokok yang tinggi. (E1)
Foto: VHRmedia/ Dian Ali Rahman
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
17 November 2008
Kades Tuntut 10% APBN untuk Pemerintah Desa -
14 November 2008
AFAD: Dorong Pemerintah Ratifikasi Konvenan Antipenghilangan Paksa -
14 November 2008
Dalih Atasi Krisis, Pemerintah Ajukan Utang Baru -
11 November 2008
Buruh Surakarta Tuding Pemerintah Dikendalikan Pemilik Modal -
7 November 2008
Presiden Didesak Tidak Teken UU Pornografi
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







