| 20 November 2008 |
Berita
Pemerintah Jangan Cuma Mengacu Ekonomi Global
29 Agustus 2008 - 12:46 WIB
Rosmi Julitasari S
VHRmedia, Jakarta - Indonesia seharusnya tidak menjadikan tatanan ekonomi global sebagai acuan menata perekonomian nasional. Seharusnya perekonomian nasional berkonsentrasi menyejahterakan masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi.
Pandangan itu disampaikan Hendri Saparini, peneliti lembaga riset Econit Advisory Group, di Jakarta, Kamis (28/8). Sebelum pemerintah membuat aturan perundang-undangan soal ekonomi, sebaiknya merencanakan terlebih dahulu arah perekonomian Indonesia. "Kita jangan hanya melihat bahwa bila investasi asing tinggi, maka pertumbuhan ekonomi akan jadi sangat tinggi dan menguntungkan."
Menurut dia, agar menjadi negara yang mandiri dan sejahtera, Indonesia perlu kembali pada UUD 1945, terutama Pasal 33. Pemerintah melupakan acuan penggunaan Pasal 33 sebagai dasar pembangunan ekonomi yang menyejahterakan masyarakat.
"Bukan rahasia lagi bahwa UU Migas disusun karena ada kepentingan asing dan didanai oleh perusahaan-perusahaan asing yang menghendaki penguasaan sektor migas di Indonesia," ujarnya.
Hendri Saparini juga menyoroti langkah privatisasi BUMN yang dilakukan pemerintah. Menurut dia, pemerintah perlu memetakan efisinsi BUMN sebagai dasar penentuan diprivatisasi. Merujuk pada keberhasilan ekonomi China, pemerintah negara "Macan Asia" itu tidak mau meliberalisasi sektor finansial, terutama perbankan dan asuransi, sebelum ekonomi sektor riil mereka menjadi sangat kompetitif di dunia. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
14 November 2008
Amerika Dituntut Atur Pembatasan Emisi Karbon -
13 November 2008
Kesetaraan Gender Buka Peluang Perbaikan Ekonomi -
11 November 2008
Jika Air Laut Naik, Maladewa Mengungsi ke Negara Lain -
7 November 2008
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional -
5 November 2008
SKB 4 Menteri Tak Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







