| 19 Maret 2010 |
Berita
Pemerintah agar Larang Pabrik Kertas Pecat Buruh
31 Desember 2008 - 14:39 WIB
Hervin Saputra & Nina Suartika
VHRmedia, Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia bersama sejumlah organisasi buruh mendesak pemerintah melarang beberapa perusahaan bubur kertas di Riau memecat karyawan. Pemerintah diminta tidak "terjebak" argumen perusahaan bubur yang selalu mengorbankan buruh dengan alasan ancaman krisis global.
Kepala Departemen Advokasi dan Jaringan Walhi Teguh Surya mengatakan, ancaman kebangkrutan karena krisis global tidak dapat dijadikan alasan perusahaan bubur kertas memecat buruh. "Kami melihat buruh tidak bisa dijadikan tameng untuk mengibuli pemerintah Indonesia untuk memberikan konsesi hutan alam, tetapi harus dilindungi," kata Teguh di Jakarta, Rabu (31/12).
Perusahaan justru terancam bangkrut karena ludesnya kayu di hutan alam Riau sebagai bahan baku bubur kertas. Ketimbang memecat buruh, perusahaan seharusnya mengimpor bahan baku. "Seharusnya mereka bisa impor," kata Teguh
Menurut Teguh, pemecatan merupakan ancaman perusahaan agar pemerintah memberikan izin menggunakan kayu hasil pembalakan liar yang kini disita polisi dan membuka lahan penebangan baru. Beberapa perusahaan seperti PT Riau Andalan Pulp dan Paper dan PT Indah Kiat Pulp dan Paper sempat berhenti produksi 13 bulan karena kehabisan bahan baku. PT RAPP juga merupakan salah satu perusahaan yang memecat buruhnya dengan alasan krisis global.
Teguh menjelaskan, tindakan mengorbankan buruh tampak dari sejumlah lobi di DPRD Riau dan DPR. Bahkan, Menteri Kehutanan MS Kaban selalu mengedepankan buruh. Dia menduga surat perintah penghentian penyidikan (SP3) yang dikeluarkan Polda Riau terhadap kasus pembalakan liar baru-baru ini melatarbelakangi lobi itu. "Ada indikasi kuat SP3 itu yang melatarbelakangi lobi itu," katanya
General Secretary Federal Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia Etin Rodiana mengatakan, ribuan buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan oleh PT Riau Andalan Pulp dan Paper merupakan skenario liberalisme yang dilakukan pengusaha. Krisis global yang dijadikan alasan pengusaha untuk melakukan PHK dan memulangkan para buruh kerumah. "Padahal tujuan mereka merayu pemerintah untuk diizinkan melakukan illegal logging dan para buruhlah yang dijadikan tameng oleh mereka." (E4)
©2010 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
15 Januari 2009
Mantan Buruh Migran Mengadu ke DPRD -
15 Januari 2009
Pemerintah Belum Serius Lindungi Buruh Migran -
13 Januari 2009
Pemerintah Siapkan 3 Opsi Tarik Uang Tommy -
13 Januari 2009
77 Perusahaan Jateng Minta Penangguhan UMK -
12 Januari 2009
Dirikan Serikat Pekerja, 6 Buruh Dipecat
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:20 WIB
Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM
16 Januari 2009 - 23:54 WIB
Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid
16 Januari 2009 - 21:33 WIB
Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror
16 Januari 2009 - 21:15 WIB
LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III
16 Januari 2009 - 21:4 WIB
Kisah
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:24 WIB
Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//
Redaksi
Berita Terpopuler
Tidak ada data 5 Berita terpopuler
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







