Voice of Human Rights News Center

English English 19 Maret 2010  

            Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com   

 

Berita

Pemerintah agar Larang Pabrik Kertas Pecat Buruh

Hervin Saputra & Nina Suartika

VHRmedia, Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia bersama sejumlah organisasi buruh mendesak pemerintah melarang beberapa perusahaan bubur kertas di Riau memecat karyawan. Pemerintah diminta tidak "terjebak" argumen perusahaan bubur yang selalu mengorbankan buruh dengan alasan ancaman krisis global.  


Kepala Departemen Advokasi dan Jaringan Walhi Teguh Surya mengatakan, ancaman kebangkrutan karena krisis global tidak dapat dijadikan alasan perusahaan bubur kertas memecat buruh. "Kami melihat buruh tidak bisa dijadikan tameng untuk mengibuli pemerintah Indonesia untuk memberikan konsesi hutan alam, tetapi harus dilindungi," kata Teguh di Jakarta, Rabu (31/12).


Perusahaan justru terancam bangkrut karena ludesnya kayu di hutan alam Riau sebagai bahan baku bubur kertas. Ketimbang memecat buruh, perusahaan seharusnya mengimpor bahan baku. "Seharusnya mereka bisa impor," kata Teguh


Menurut Teguh, pemecatan merupakan ancaman perusahaan agar pemerintah memberikan izin menggunakan kayu hasil pembalakan liar yang kini disita polisi dan membuka lahan penebangan baru. Beberapa perusahaan seperti PT Riau Andalan Pulp dan Paper dan PT Indah Kiat Pulp dan Paper sempat berhenti produksi 13 bulan karena kehabisan bahan baku. PT RAPP juga merupakan salah satu perusahaan yang memecat buruhnya dengan alasan krisis global.


Teguh menjelaskan, tindakan mengorbankan buruh tampak dari sejumlah lobi di DPRD Riau dan DPR. Bahkan, Menteri Kehutanan MS Kaban selalu mengedepankan buruh. Dia menduga surat perintah penghentian penyidikan (SP3) yang dikeluarkan Polda Riau terhadap kasus pembalakan liar baru-baru ini melatarbelakangi lobi itu. "Ada indikasi kuat SP3 itu yang melatarbelakangi lobi itu," katanya 

 

General Secretary Federal Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia Etin Rodiana mengatakan, ribuan buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan oleh PT Riau Andalan Pulp dan Paper merupakan skenario liberalisme yang dilakukan pengusaha. Krisis global yang dijadikan alasan pengusaha untuk melakukan PHK dan memulangkan para buruh kerumah. "Padahal tujuan mereka merayu pemerintah untuk diizinkan melakukan illegal logging dan para buruhlah yang dijadikan tameng oleh mereka." (E4)

©2010 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:20 WIB

Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM

16 Januari 2009 - 23:54 WIB

Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid

16 Januari 2009 - 21:33 WIB

Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror

16 Januari 2009 - 21:15 WIB

LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III

16 Januari 2009 - 21:4 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:24 WIB

Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//


Redaksi

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Tidak ada data 5 Berita terpopuler

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua