| 20 November 2008 |
Berita
Pemerintah agar Stop Impor Pangan Transgenik
15 Agustus 2008 - 15:33 WIB
Wahyu Arifin
VHRmedia, Jakarta - Penggunaan bahan baku hasil rekayasa genetik pada susu formula dikhawatirkan membahayakan kesehatan bayi dan anak-anak. Pemerintah didesak membuat aturan yang membatasi masuknya bahan pangan hasil rekayasa genetik.
Ilyani S Andang, peneliti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, mengatakan selama ini masyarakat telah mengonsumsi makanan hasil rekayasa genetik secara besar-besaran dan terus-menerus.
"Hasil produk pangan transgenik seperti jagung, kedelai, dan tomat sebagian besar diimpor dari Amerika yang mengembangkan bahan pangan rekayasa genetik," kata Ilyani di Jakarta, Jumat (15/08).
Menurut dia, selain produk pertanian, rekayasa genetik terhadap makanan juga diterapkan dalam industri susu formula bayi. Nestle, korporasi multinasional yang memproduksi susu formula untuk bayi dan ibu hamil, juga menggunakan teknologi tersebut.
Melalui strategi pemasaran, perusahaan susu multinasional menjebak para ibu agar menghentikan pemberian ASI dan menggantinya dengan susu formula. Akibat mengonsumsi susu formula hasil rekayasa genetik, bayi lebih rentan diserang penyakit.
"Produk makanan dan minuman hasil rekayasa genetik sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama bayi. Balita yang tidak diberi ASI tapi diberi susu buatan pabrik lebih rentan terhadap penyakit dan mengalami kerusakan jaringan otak."
Ilyani menuntut pemerintah melindungi rakyat dari bahaya makanan hasil rekayasa genetik. Pemerintah wajib memperketat masuknya impor makanan rekayasa genetik.
Ketua Jurusan Biologi Fakultas Ilmu Pegetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta, Rusdi M Biomed, mengakui proses rekayasa genetik sangat berbahaya bagi manusia. "Di Amerika makanan hasil rekayasa genetik dijadikan pakan ternak, karena mereka tahu itu berbahaya. Tapi di Indonesia dijadikan makanan manusia," ujarnya. (E1)
Foto: www.batan-bdg.co.id
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
17 November 2008
Kades Tuntut 10% APBN untuk Pemerintah Desa -
14 November 2008
AFAD: Dorong Pemerintah Ratifikasi Konvenan Antipenghilangan Paksa -
14 November 2008
Dalih Atasi Krisis, Pemerintah Ajukan Utang Baru -
12 November 2008
Pertamina Stop Pasokan Minyak Bersubsidi di Yogya -
11 November 2008
Buruh Surakarta Tuding Pemerintah Dikendalikan Pemilik Modal
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







