Voice of Human Rights News Center

English English 20 November 2008  

 

Berita

Pemerintah agar Stop Impor Pangan Transgenik

Wahyu Arifin

 VHRmedia, Jakarta - Penggunaan bahan baku hasil rekayasa genetik pada susu formula dikhawatirkan membahayakan kesehatan bayi dan anak-anak. Pemerintah didesak membuat aturan yang membatasi masuknya bahan pangan hasil rekayasa genetik.


Ilyani S Andang, peneliti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, mengatakan selama ini masyarakat telah mengonsumsi makanan hasil rekayasa genetik secara besar-besaran dan terus-menerus.


"Hasil produk pangan transgenik seperti jagung, kedelai, dan tomat sebagian besar diimpor dari Amerika yang mengembangkan bahan pangan rekayasa genetik," kata Ilyani di Jakarta, Jumat (15/08).


Menurut dia, selain produk pertanian, rekayasa genetik terhadap makanan juga diterapkan dalam industri susu formula bayi. Nestle, korporasi multinasional yang memproduksi susu formula untuk bayi dan ibu hamil, juga menggunakan teknologi tersebut.


Melalui strategi pemasaran, perusahaan susu multinasional menjebak para ibu agar menghentikan pemberian ASI dan menggantinya dengan susu formula. Akibat mengonsumsi susu formula hasil rekayasa genetik, bayi lebih rentan diserang penyakit.


"Produk makanan dan minuman hasil rekayasa genetik sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama bayi. Balita yang tidak diberi ASI tapi diberi susu buatan pabrik lebih rentan terhadap penyakit dan mengalami kerusakan jaringan otak."


Ilyani menuntut pemerintah melindungi rakyat dari bahaya makanan hasil rekayasa genetik. Pemerintah wajib memperketat masuknya impor makanan rekayasa genetik.


Ketua Jurusan Biologi Fakultas Ilmu Pegetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta, Rusdi M Biomed, mengakui proses rekayasa genetik sangat berbahaya bagi manusia. "Di Amerika makanan hasil rekayasa genetik dijadikan pakan ternak, karena mereka tahu itu berbahaya. Tapi di Indonesia dijadikan makanan manusia," ujarnya. (E1)

 

Foto: www.batan-bdg.co.id 

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua