| 20 November 2008 |
Berita
Pemilihan Komisi Informasi Rawan Politisasi
29 Juli 2008 - 14:10 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia, Jakarta - Penetapan anggota Komisi Informasi (KI) rawan kepentingan politis karena pemilihannya sangat dipengaruhi situasi politik di Dewan Perwakilan Rakyat. Untuk menjaga independensi KI, masyarakat diminta berhati-hati melihat proses pemilihan anggota KI oleh DPR.
Hal tersebut disampaikan Ketua Masyarakat Informasi Indonesia yang juga mantan Ketua Panitia Khusus Undang-Undang Penyiaran DPR Paulus Widiyanto di Jakarta, Selasa (29/7). "Masyarakat sipil harus hati-hati supaya tidak ada agenda tersembunyi."
Berdasarkan pengalamannya sebagai anggota DPR, Paulus menuturkan kecenderungan Dewan untuk lebih memikirkan anggaran ketimbang fungsi Komisi ketika membentuk undang-undang mempengaruhi anggota KI yang terpilih. "Tata cara fit and proper test (anggota Komisi) masing-masing fraksi beda. Anggarannya juga beda," kata dia.
Untuk itu, Paulus menganjurkan dilakukan inventarisasi anggota Komisi lain (seperti Komisi Penyiaran Indonesia) yang memiliki jejak rekam baik untuk diajukan sebagai Komisioner KI. "Asal tidak tercela dengan masa lalu menjadi Komisioner," ujar Paulus.
Senada dengan Paulus, mantan anggota Komisi I DPR Tristanti M mengatakan komposisi anggota komisi independen seperti KI telah diperhitungkan sejak seleksi awal oleh Departemen Komunikasi dan Informatika. "Banyak juga unsur politisnya," kata Tristanti. Hasil seleksi Depkominfo tersebut kemudian diajukan ke DPR.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Tristanti menyarankan pemilihan dan pengumuman anggota KI terpilih dilakukan secara terbuka. Dia menilai tekanan publik tetap diperlukan untuk mendorong keterbukaan itu.
Semnetara, Deputi Direktur Yayasan Sains Estetika Sains dan Teknologi Agus Sudibyo mengusulkan calon Komisioner KI tidak pernah terlibat korupsi, memiliki pengetahuan yang memadai tentang transparansi dan keterbukaan informasi, serta memahami birokrasi.(E5)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
Pendaftaran Komisi Informasi Kurang Diminati -
19 November 2008
Lembaga Publik Harus Sediakan Informasi On Line -
18 November 2008
DPR Persilakan KPK Selidiki Proyek Renovasi -
14 November 2008
Kubu Khofifah dan Soekarwo Siap Terima Putusan MK -
13 November 2008
Maju Gugatan ke MK, Kubu Khofifah Kerahkan 20 Pengacara
Belum ada yang berkomentar
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
PKL Surabaya Tolak Perda Penggunaan Jalan
20 November 2008 - 13:38 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







