Voice of Human Rights News Center

English English 20 November 2008  

 

Berita

Pemimpin Muda Bukan Solusi Mutlak

Hervin Saputra

VHRmedia, Jakarta - Dorongan dan tuntutan generasi muda menjadi pemimpin untuk mengatasi persoalan bangsa, terlalu sederhana. Pemimpin muda harus memiliki isu yang menciptakan momentum besar dan menarik perhatian. Isu itu harus menjawab kehendak rakyat yang tidak terpenuhi oleh pemerintah saat ini.


Demikian pandangan anggota Dewan Perwakilan Daerah Sarwono Kusumaatmadja pada diskusi "Pemimpin Muda" di Jakarta, Jumat (25/7). "Terlalu sederhana (kepemimpinan) disederhanakan dengan tua-muda," katanya.


Salah satu cara untuk mengelola isu yang mampu menjaring pemilih tergantung kelihaian komunikasi politik pemimpin muda. Sebab, dukungan pemilih tidak dengan sendirinya beralih ke pemimpin muda yang hanya mengandalkan faktor usia. "Tergantung kepandaian pembuat isu," katanya.


Sikap pemilih kini juga sangat menentukan. Sayangnya selama ini sikap pemilih jarang dianalisis. "Yang dianalisis orang yang mau terjun ke politik," kata Sarwono. Apalagi kencenderungan pemilih golongan putih (golput) diperkirakan meningkat pada pemilu dan pemilihan presiden 2009.


Pengamat politik dari Universitas Paramadina Mulya Jakarta Ihsan Ali-Fauzi mengatakan, tidak ada hubungan langsung pemimpin muda akan memimpin dengan baik. Dia contoh Soekarno yang menjadi presiden pada usia 40-an tahun tidak bisa dijadikan acuan. Sebab,  Soekarno sudah memimpin sejak usia 20-an dengan mendirikan Partai Nasional Indonesia. "Itu menunjukkan betapa relatifnya umur."


Ihsan mengingatkan masyarakat harus dididik bahwa isu pemimpin muda bukan solusi mutlak. Apalagi pemimpin muda harus menghadapi karakter pemilih Indonesia yang cenderung menginginkan penyelesaian instan. Misalnya, pemilih dari kalangan petani yang meminta traktor sebagai syarat dukungan. "Negosiasi langsung itu buruk untuk jangka panjang demokrasi," katanya. (E4)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


2 Komentar

  1. dennyas
    2 Agustus 2008 pukul 13:41

    tpi mnurut saya..
    pmikiran para pmuda sekarang jauh lbih kritis dan mreka mempunyai pandangan2 yang ckup luas..
    coba bayangkan alasan kladsik dari pnolakan terhadap pmimpin muda adalah kurangnya pengalaman..
    apakah yg dsmaksud dsini pgalaman mengacak-acak negara???

    knapa kita tidsak mencoba mmberikabn amanahy kpada para pemuda yg mempunyai dedikadsi tinggi untuk memimpin negeri ini???
    kita butuhg pemimpiun muda yang handal dan memang dapat diandalkan....

  2. dodi
    4 Agustus 2008 pukul 13:8

    traktor sebagai solusi adalah kebohongan, sebagai orang sawah saya banyak mendengar bahwa mereka lebih suka hasil dari pekerjaan sapi dan cangkulan manusia dari pada alat, silahkan aja ukur dalamnya pasti berbeda.
    Sebagai orang yang suka lihar tv saya jadi ingat disaat indonesia dipimpin oleh golongan tua kemudian golongan muda ingin menerapkan sistem yang sedang berkembang saat itu maka golongan tua berteriak tidak boleh, boleh dilihat dari jaman perang padri sampai perang kemerdekaan bahkan tahun 1997 yang lalu.
    apakah ada yang berpikiran dengan saya bahwa dieropa dan amerika banyak dipilih pemimpin muda, dan apakah akan terjadi keseimbangan pemikiran jika kemudian indonesia dipimpin oleh orang tua atau golongan tua? lebih baik kita yang memiliki pemimpin muda dari pada memiliki pemimpin tua namun hanya menjadi pengikut pemimpin muda dari luar negeri. Caba apakah emosi kaum muda kurang kuat untuk bermusuhan secara frontal dengan generasi muda dari luar negeri ataukah sebaliknya kaum muda indonesia akan dijadikan boneka dari pemimpin muda dari luar negeri? kalau aku lebih baik mencari pemimpin muda dan menunggalkan pemimpin tua yang nanti akan kepilih.

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua