Voice of Human Rights News Center

English English 20 November 2008  

 

Berita

Pemuda Asia Pasifik Sikapi Pemanasan Global

Yovinus Guntur Wicaksono

VHRmedia, Surabaya - Sekitar 150 pemuda dari negara Asia Pasifik berkumpul di Surabaya menyikapi global warming dengan menggunakan pendekatan agama. Delegasi berusia 18-25 tahun itu berasal dari Australia, New Zealand, Fiji, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Timor Leste, Vietnam, dan Indonesia yang merupakan anggota Forum Dialog Lintas Agama Asia Pasifik.

Presiden Tunas Hijau Club Roni mengatakan, kerukunan umat beragama menjadi poin utama acara ini. Hal itu diimplementasikan dengan dua malam pertama tinggal bersama keluarga terpilih di Surabaya.


Roni menambahkan, karena menggunakan agama sebagai alat pendekatan utama, pihaknya melibatkan beberapa tokoh agama untuk memberikan wawasan bagi para delegasi. Yakni Prof Dr Syafiq A Mughni MA (Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur), Putu Artma (Hindu), Simon Filantropa (Kristen), Budi Wijaya (Khonghucu), Prof Philip K Wijaya (Buddha), dan Perwakilan dan Keuskupan Agung Surabaya.


Selain dikenalkan beberapa makanan tradisional Surabaya dan alat kesenian Indonesia, para delegasi akan diajak ke Kampung Nelayan Nambangan, LPA Benowo, serta mendaki gunung di Dusun Mligi, Pacet, Mojokerto, yang dibarengi aksi menanam pohon.


Observasi di tempat-tempat yang ditunjuk akan dijadikan bahan dialog untuk merumuskan rencana komitmen dan program. Rumusan itulah akan mereka laksanakan untuk menghambat pemanasan global dan perubahan iklim, dengan tetap menggunakan pendekatan agama.


"Hasil dialog akan disebarluaskan ke komunitas di negara asal masing-masing. Langkah ini dipilih karena mereka sebagian besar adalah aktivis kampus atau komunitas tertentu," ujar Roni, Senin (28/7).


Asia Pacific Inter Faith Youth Camp "We Care for The World" memang acara pertama yang melibatkan pemuda untuk lebih peduli pada lingkungan. Ide awalnya dari forum dialog lintas agama kawasan Asia Pasifik di Kamboja April lalu. Mereka mengusulkan pertamuan pemuda dari berbagai agama. Isu pemanasan global dianggap menjadi isu hangat di dunia yang layak dijadikan topik utama. Acara dipusatkan di Cyber Park (Taman Flora), Bratang, mulai 27 Juli hingga 31 Juli 2008. (E4)

©2008 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Kejagung Akan Hentikan Penyidikan Kasus VLCC

20 November 2008 - 18:9 WIB

Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak

20 November 2008 - 16:54 WIB

Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran

20 November 2008 - 15:59 WIB

UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%

20 November 2008 - 15:19 WIB

PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban

20 November 2008 - 14:25 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)

19 November 2008 - 17:54 WIB

 Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.

 

KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua