| 20 November 2008 |
Berita
Pemuda Terancam Jadi Buruh Seumur Hidup
20 Agustus 2008 - 18:7 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia, Jakarta - Pemerintah dituntut menyediakan sarana pendidikan dan pelatihan kerja yang memadai bagi tenaga kerja. Diperkirakan pada tahun 2015 separo pemuda Indonesia terjebak bekerja sebagai buruh seumur hidup.
Prediksi tersebut diungkapkan ahli demografi Universitas Indonesia Sri Moertiningsih Adioetomo pada peluncuran laporan "Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2008" oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Jakarta, Rabu (20/8).
Menurut Sri Moertiningsih, anak-anak kelahiran tahun 1990-an yang hanya mengenyam pendidikan hingga SMP diperkirakan masuk usia produktif angkatan kerja tahun 2015. Namun karena rendahnya pendidikan, tidak adanya kemampuan, dan tidak kompeten bekerja, mereka tidak memiliki peluang untuk meningkatkan karier pekerjaan.
Selain menjadi buruh upahan seumur hidup, rendahnya pendidikan juga menyebabkan pemuda tidak mampu memberi pendidikan yang layak kepada anaknya ketika menjadi orang tua. "Tidak ada social security," katanya.
Sri Moertiningsih mengusulkan dikembangkan sekolah kejuruan dan pelatihan kemampuan informal seperti balai latihan kerja. Dalam sekolah itu siswa diajarkan wirausaha, dirangsang untuk memulai bisnis sendiri, dan mendapatkan kemudahan pengajuan kredit.
Kee Beom Kim, ekonom yang menulis laporan ILO, mengatakan pertumbuhan produktivitas kerja di Indonesia naik 4,3% selama tahun 2000-2007. Namun produktivitas itu tidak diiringi perbaikan upah pekerja. "Tidak ada jaminan sosial dan perlindungan hukum untuk upah."
Menurut Kee, pertumbuhan produktivitas kerja tidak relevan dengan jumlah pengangguran. Sebanyak 56% calon pekerja berusia 15 hingga 24 tahun kini menganggur. "Angka pengangguran mencerminkan ketidakmampuan menyerap tenaga kerja."
Ironisnya banyak pemuda yang menganggur itu berpendidikan tinggi. Mereka biasanya orang dengan status ekonomi mampu yang menunggu pekerjaan sesuai kemauan. Padahal, menurut Kee, pelajar Indonesia tidak memiliki kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja.
Direktur Ketenagakerjaan dan Pengembangan Kesempatan Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rahma Irianti mengakui ketidaksesuaian kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Namun dia tidak yakin kurikulum pendidikan dapat diubah menyesuaikan kebutuhan pasar kerja. Sebagai solusi, dia akan mendorong pelatihan kemampuan kerja. Pemerintah juga juga dapat merencanakan mekanisme sertifikat standar kemampuan kerja bagi setiap calon tenaga kerja. (E1)
©2008 VHRmedia.com
Berita Terkait
-
20 November 2008
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran -
19 November 2008
Ribuan Buruh Jatim Demo di Kantor Gubernur -
18 November 2008
Pekerja Sea Master Restaurant Tuntut Pembayaran Gaji -
11 November 2008
Buruh Surakarta Tuding Pemerintah Dikendalikan Pemilik Modal -
7 November 2008
Bekas Kajari Gunungkidul Tersangka Pemerasan
1 Komentar
- Deden Iwan Gunawan
21 Agustus 2008 pukul 12:37Saya salah satu tenaga honorer Depkeu yang di PHK sepihak, Pemerintah melanggar HAM dan UUD 1945
Berikan Komentar Anda
Agenda
Berita Terkini
Kejagung Hentikan Penyidikan Kasus VLCC
20 November 2008 - 18:9 WIB
Yusril ‘Seret’ Marsilam Simanjuntak
20 November 2008 - 16:54 WIB
Polda & Apjati Jatim Teken MoU Lindungi Buruh Migran
20 November 2008 - 15:59 WIB
UMK Jateng Tahun 2009 Naik 12,92%
20 November 2008 - 15:19 WIB
PP 44/2008 Kaburkan Hak Kompensasi Korban
20 November 2008 - 14:25 WIB
Kisah
Jalan-Jalan ke Kampung Amrozi (2, Habis)
19 November 2008 - 17:54 WIB
Warga Tenggulun menghormati orang tua Amrozi, namun menolak jasad Amrozi dan Ali Gufron dikuburkan di pemakaman desa.
KETIKA peti mati Amrozi dan Ali Gufron tiba di Tenggulun, tak banyak warga desa yang datang melayat. Sebagian besar tetap beraktivitas seperti menanam jagung dan
Berita Terpopuler
Amrozi Cs Dieksekusi Pukul 00.15 WIB
9 November 2008 - 3:53 WIB
Tolak SKB 4 Menteri, Demo Buruh Ricuh di Istana
6 November 2008 - 18:48 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (2)
9 November 2008 - 8:24 WIB
Terjawab Sudah Teka-teki Eksekusi Amrozi Cs (1)
9 November 2008 - 8:21 WIB
Pembela Amrozi Cs Ancam Lapor Mahkamah Internasional
7 November 2008 - 18:30 WIB
Curhat
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







